HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 99


__ADS_3

LescaThor 99


"Jika pun kau tak ke Irlandia, aku memang berencana akan menemuimu untuk memberitahukan tentang Given padamu. Hanya saja ada rasa takut dalam hatiku ketika harus bertemu denganmu," kata Lesca.


"Apa yang kau takutkan?" tanya Thor.


"Sudah enam tahun berlalu dan aku berpikir kau sudah menikah. Jika aku dan Given muncul, maka itu akan membuat suatu kegaduhan," jawab Lesca.


"Karena dirimu aku menjadi trauma untuk menikah dan memiliki bayi," kata Thor.


"Entah mengapa hal itu membuatku senang," jawab Lesca tertawa kecil.


"I love you," bisik Thor dan tersenyum.


"I love you so much," ucap Thor lagi.


"I wanna be the first thing you touch in the morning and the last thing you taste at night," bisik Lesca.


Thor tersenyum.


"Kurasa kita harus memberi tahu daddy akan menjemput Given besok pagi saja," jawab Thor yang kemudian merebahkan tubuh Lesca di atas sofa besar itu.


Lesca tertawa dalam tautan bibirnya dengan Thor. Kakinya melingkar di pinggul Thor dan pria itu sudah mulai menciumi leher jenjangnya.


"Aku sangat mencintaimu," ucap Lesca lirih.


Thor kemudian mengangkat tubuh Lesca dan membawanya ke kamar mereka karena hari masih sore dan beberapa pelayan maish bersliweran di dalam mansion.

__ADS_1


"Kau tak bosan bercinta denganku?" tanya Lesca yang melingkarkan kaki dan tangannya ke tubuh Thor.


"Tidak, aku menunggu ini selama enam tahun lamanya. Bayangkan betapa tersiksanya diriku," jawab Thor.


"Aku masih tak percaya," sahut Lesca tertawa pelan.


Thor masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.


Lalu mereka pun melalukan adegan panas di kamar yang hangat itu.


(Travelling sendiri yaaakk..😁)


*


*


"Kita makan di rumah daddy saja," kata Lesca dengan terburu buru memakai bajunya.


"Oke," jawab Thor yang tampak masih santai keluar dari kamar mandi.


"Honey, bisakah bergerak cepat?" Ucap Lesca melihat Thor yang selalu santai dalam segala suasana kecuali di atas ranjang.


"Aku akan bergerak cepat jika berada di atas tubuhmu," sahut Thor yang kemudian masuk ke dalam walk in closet.


Lesca tak menanggapinya dan melanjutkan kegiatannya dengan merias tipis wajahnya.


Setelah beberapa menit, Thor keluar dari walk in closet dengan membawa dasinya dan kemeja yang belum terkancing.

__ADS_1


Lesca berdecak dan akhirnya beranjak berdiri lalu memasangkan kancing kemeja itu dengan cepat.


Thor hanya tertawa pelan melihatnya.


"Aku tak bisa membayangkan bagaimana jika aku punya bayi lagi. Kau selalu saja seperti ini," kata Lesca mengomel.


Thor tersenyum dan mengecup bibir yang tampak masih mengomel itu.


"Given lebih mandiri daripada kau, Honey," lanjut Lesca.


"I love you," ucap Thor ketika Lesca selesai mengancingkan kemejanya dan memasangkan dasinya.


"Ayo cepat," kata Lesca mengambil jas Thor dan juga memasangakannya.


"Thank you, Baby," ucap Thor mengecup bibir Lesca.


Kemudian pria itu mengambil sisir lalu menyisir rambutnya sendiri .


Tak berapa lama, akhirnya mereka keluar dari kamar dan masuk ke dalam mobilnya.


Ketika tiba di depan halaman rumah Franklin, Thor melihat ke arah seberang rumah depan.


Dia melihat ada anak laki laki yang sedang bermain basket bersama seorang remaja pria.


"Masuklah dulu, aku ingin menemui anak itu," kata Thor.


"Honey, tak ada waktu. Kita harus cepat, oke?!" Sahut Lesca dan menarik paksa tangan Thor masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2