
Lesca Thor 95
Lesca menunggu di ruangan Thor.
Dia hanya membaca buku buku yang ada di rak buku di ruangan itu..
Setelah memilih tiga buku, Lesca duduk di kursi kebesaran Thor dan mulai membaca.
Lima belas menit membaca, pintu ruangan itu terbuka.
Lesca melihat ke arah pintu dan seorang wanita dengan gaya elegannya terlihat masuk ke ruangan Thor itu.
Wanita itu bertatap mata dengan Lesca.
"Kau siapa? Di mana Thor?" tanya wanita itu.
"Aku istrinya dan kau siapa?" jawab Lesca dengan singkat dan jelas.
Lesca tak berdiri dan tetap duduk di kursinya.
"Kau bercanda?" tanya wanita itu tertawa.
Lesca hanya tersenyum dan tak menjawab apa pun.
"Di mana Thor?" tanya wanita itu.
"Dia meeting," jawab Lesca.
"Bisakah kau tak duduk di sana? Itu cukup menggangguku," ucap wanita itu.
"Kursi ini milik suamiku jadi aku berhak duduk di sini," jawab Lesca tersenyum tipis.
"Apakah perlu kupanggilkan security?" sahut perempuan itu.
"Panggil saja," sahut Lesca.
__ADS_1
"Benar benar tak tahu malu," ucap wanita itu sinis.
Lalu wanita itu keluar dan memanggil salah satu staf sekretaris Thor yang dikenalnya.
"Usir wanita itu," ucapnya sinis.
Staf itu tentu saja tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh wanita itu.
"Apa maksud anda?" tanya pria muda itu.
"Usir wanita itu. Dia berani sekali duduk di kursi Thor dan mengaku ngaku bahwa dia istrinya," sahut wanita itu.
"Nyonya Lesca memang istri Tuan Thor, Nona," jawab pria muda itu.
Wanita itu mengerutkan keningnya dan tampak kaget.
"Kurasa kau yang harus keluar dari sini," ucap Lesca.
"I-itu tak mungkin. Thor tak akan pernah mau menikah dan tak mungkin dia__"
"Mommy!!" teriak Given dan menuju ke arah Lesca.
"Sayang? Mengapa kau kemari?" tanya Lesca berdiri dan menghampiri sang putri.
Lesca menggendong Given dan mendudukkannya di atas meja.
"Jadi kau seorang janda? Thor menikahi seorang janda? Cih!!" ucap wanita itu.
"Siapa dia mommy?" tanya Given.
"Kau diantar siapa kemari?" tanya Lesca tak menggubris ucapan wanita itu.
"Denganku, Nona," ucap Paman Ben -- supir ayahnya.
"Kau sudah pulang sekolah di jam segini?" tanya Lesca.
__ADS_1
"Ya, dan miss Lisa menelepon kakek," jawab Given.
"Apa kau menggunakan anakmu untuk bisa menikahi Thor?" tanya wanita itu lagi.
Lesca menggendong Given dan memberikannya pada Paman Ben.
"Paman, bawa dia ke cafetaria di bawah. Di sana banyak kue yang dia suka," ucap Lesca.
"Kau mau kue kan, Sayang?" tanya Lesca pada Given.
"Ya," jawab Given mengangguk dan tersenyum.
"Ikutlah dengan Kakek Ben," jawab Lesca.
"Baiklah," sahut Given.
"Kakek, aku turun saja," kata Given.
"Bye, Mommy," pamit Given.
"Bye, Honey," sahut Lesca dan menyuruh staf sekretaris itu keluar juga.
Lalu Lesca menutup dan mengunci pintu ruangan itu.
"Mengapa kau menguncinya? Kau mau menyiksaku?" tanya wanita itu.
"Siapa namamu?' tanya Lesca.
"Aku tak perlu memberitahumu. Tanyakan saja pada Thor. Kami memang sudah putus, tapi hubungan kami sangat spesial dulu," jawab wanita itu.
"Aku tak mau tahu hal itu. Apa tujuanmu kemari?" ucap Lesca.
"Sekali lagi itu bukan urusanmu," sahut wanita itu sinis.
Lesca mendekati wanita itu hingga punggung wanita itu menempel di pintu.
__ADS_1