HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 78


__ADS_3

Lesca Thor 78


Keesokan harinya, Thor dan Lesca akhirnya pulang ke rumah setelah melakukan proses pembuahan untuk membuat adik Given seharian penuh.


"Kita langsung jemput Given di sekolah," ucap Lesca.


"Hmm," sahut Thor.


"Hari ini aku bertugas. Kau tak masalah, kan?" tanya Lesca.


"Ya, besok hari terakhirmu jadi nikmati waktumu seharian di sana," jawab Thor.


"Terima kasih," sahut Lesca.


Thor mengambil tangan Lesca dan menciumnya.


"I love you," ucap Thor pelan.


Ucapan Thor itu membuat Lesca melihat ke arahnya.


"Why?? Kau tak percaya?" tanya Thor melihat ekspresi wajah Lesca seakan meragukan ungkapan cinta Thor itu.


"Ya," jawab Lesca jujur.


"Oh my ... Apakah aku tak meyakinkan bagimu?" tanya Thor.


"Kau mengatakannya sambil menyetir, Thor," sahut Lesca.


"Tak masalah, bukan? Apakah itu masalah?" tanya Thor yang kembali mencium tangan Lesca.


"Kau tak mengatakannya ketika kita bercinta," ucap Lesca.


"Aku mengatakannya ketika kau sudah tertidur pulas, Honey," sahut Thor.


"Really?" ucap Lesca.

__ADS_1


"I love you, oke? Itu intinya," jawab Thor.


"Oke, i love you too," ucap Lesca.


Thor melihat sekilas ke arah Lesca dan tertawa.


"Kau lebih tak romantis, Honey. Kau mengatakannya sesingkat itu," sahut Thor.


"Bukankah kau juga? Apakah aku harus membacakan puisi untukmu?" tanya Lesca.


"Ya, jika kau punya stok puisi untukku maka aku merasa akan tersanjung," jawab Thor.


"I love you. Sejak kita membuat Given di rahimku sampai sekarang. Kau puas?" sahut Lesca akhirnya.


Thor meminggirkan mobilnya dan kemudian melihat ke arah Lesca.


"Mengapa dulu kau tak mengatakannya dan justru kabur dariku?" tanya Thor.


"Bukankah kau tak akan membahas hal ini?" sahut Lesca.


"Tak ada jawaban untuk pertanyaanmu karena aku pun tak tahu mengapa melakukan hal itu. Terlalu banyak yang kupikirkan saat itu," kata Lesca.


Thor menangkup rahang Lesca dan mengecup lembut bibir Lesca.


"I love you. Dan jangan pernah meninggalkanku lagi," ucap Thor lirih.


Lesca tak berkedip dan mata indahnya saling menatap lekat dengan mata tajam Thor.


*


*


"Dadddyyyy ... Mommyyyy ..." teriak Given ketika melihat kedua orang tuanya menjemputnya ke sekolah.


Lesca merentangkan tangannya dan menggendong sang putri yang sangat dirindukannya itu meskipun baru satu hari mereka berpisah.

__ADS_1


"Kau merindukan mommy?" tanya Lesca.


"Hmm," sahut Given sambil mengangguk.


"Kau tak merindukan daddy?" tanya Thor.


Lesca melepaskan pelukannya dan membiarkan Given memeluk Thor.


"Daddy sudah memasukkan bayi ke perut mommy?" bisik Given.


"Oh God ... Pasti uncle Rex yang mengatakan hal ini," ucap Thor.


Given mengangguk dengan polosnya.


"Berdoalah agar adik bayi segera tumbuh di perut mommy," sahut Thor.


"Jadi daddy sudah memasukkannya?" tanya Given dengan semangat.


Hal itu membuat Lesca menutup mulut Given karena suara Given cukup kerasa ketika mengatakannya.


Thor hanya mengangguk.


"Rex benar - benar ingin kuhajar," gumam Thor pelan.


Lesca hanya menggelengkan kepalanya.


"Rex benar - benar meresahkan, Thor," ucap Lesca.


Lalu mereka bertiga masuk ke dalam mobil dan menuju ke taman kota karena Given meminta es krim.


Lesca pun mengizinkannya karena hari ini akan dihabiskan khusus untuk Given sebelum Lesca bertugas di rumah sakit nanti malam.


Thor membelikan es krim untuk mereka bertiga. Given begitu senang ketika es krim favoritnya telah datang dan gadis kecil itu langsung menyantapnya dengan lahap hingga bibirnya belepotan.


Lesca tersenyum melihat putrinya tampak begitu bahagia dan Thor mengecup bibir Lesca yang sedang tersenyum cantik itu.

__ADS_1



__ADS_2