
LescaThor 85
"Honey, bangunlah. Sudah siang. Aku harus ke rumah sakit sebentar lagi," ucap Lesca pada Thor yang masih nyenyak tidur akibat pertarungan panas mereka semalam.
"Hmm," sahut Thor dan memeluk perut Lesca untuk menahannya agar tak beranjak dari ranjang hangat mereka.
"Honey ..." Lesca melepas tangan Thor tapi pria itu tak melepaskannya.
"Ayo kita bulan madu," ucap Thor yang kemudian mengecup pinggang belakang Lesca.
"Tak bisa. Aku tak mau meninggalkan Given," sahut Lesca.
"Dan aku tak bisa meninggalkan rumah sakit terlalu lama," lanjut Lesca.
Lalu Thor bangun dan duduk di belakang Lesca.
"Given akan liburan musim panas. Kita ajak dia ke Swiss. Ada mommy di sana dan kita bisa sekalian berbulan madu. Untuk masalah rumah sakit, kau tak perlu khawatir. Burton cukup bisa diandalkan," jawab Thor sembari menciumi bahu Lesca yang terbuka.
Tangan Thor memeluk Lesca dari belakang dan kini mulai menyusuri dada Lesca yang tak tertutup apa pun.
Lesca melenguh ketika tangan nakal itu mulai beraksi kembali.
Lesca memegang tangan Thor yang menyusuri tubuhnya kembali dan tak menghentikannya karena dia juga menikmati hal itu.
Thor menciumi tengkuk leher Lesca dan sesekali menggigitnya dengan gigitan kecil serta melumaatnya.
__ADS_1
Bokong Lesca yang sangat menempel dengan bagian bawah tubuh Thor kini bergerak perlahan dan bisa dipastikan bagaimana reaksi Thor saat ini.
"Aaaah ... Kau memancingku, Baby," bisik Thor di belakang telinga Lesca.
"Kau yang memulainya," sahut Lesca lirih dengan mata terpejam menikmati sentuhan tangan Thor yang kini ada di pangkal pahanya.
"Aaaakkhh ..." Lesca memegang tangan Thor dan seakan tak ingin Thor melepaskan area itu.
Thor tersenyum dan bibirnya masih menciumi leher bahu dan tengkuk leher Lesca.
Tubuh Lesca bergerak nikmat karena sentuhan Thor itu hingga akhirnya kembali merasakan puncaknya.
Lesca kemudian berbalik dan mendorong tubuh Thor lalu naik di atas tubuh seksi pria itu.
Dadanya yang naik turun membuat Thor memijatnya lembut.
Setelah cukup lama berada di atas, Thor kemudian membalik tubuh Lesca dan membuat tubuh ramping itu menungging di depannya.
Thor mulai melakukan aksi panasnya dan bergerak maju mundur sembari mencium punggung mulus itu.
Tangan mereka saling bertautan di atas kepala Lesca dan tubuh mereka bergerak seirama.
Tangan kanan Thor menahan perut Lesca agar bisa menekan lebih dalam lagi.
Permainan pagi yang cukup singkat itu akhirnya selesai.
__ADS_1
"Kuharap kita bisa memberikan Given adik dengan segera," bisik Thor di belakang telinga Lesca.
Lesca tersenyum.
"Mungkin sekarang sudah dalam proses karena aku sedang dalam masa subur," jawab Lesca dan berbalik melihat sang suami.
"Sangat pas sekali. Kita besok pergi bulan madu, oke? Given bisa libur terlebih dulu," jawab Thor.
Lesca tertawa pelan dan mengecup bibir Thor.
"Baiklah," sahut Lesca yang ingin membuat keluarganya ini menjadi sempurna di matanya.
Dia tak ingin mengabaikan keluarganya demi apa pun. Dan lebih memilih banyak menghabiskan waktunya dengan keluarganya dibandingkan dengan yang lain termasuk pekerjaannya.
"I love you," ucap Thor sembari mengecupi bibir seksi itu.
"Aku tergila gila padamu," kata Thor lagi.
"Seandainya tak ada Given, apakah kau tetap akan tergila gila padaku?" tanya Lesca.
"Are you kidding? Tentu saja aku akan tetap tergila gila padamu," sahut Thor lalu menyesap gemas bibir Lesca yang sudah cukup membengkak karena ciuman dari Thor yang tak kunjung henti sejak semalam.
__ADS_1