HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 8


__ADS_3

Season 2 -8


Pagi menjelang, Given pun pergi ke mansion Kenzo setelah menyelesaikan sarapan paginya.


Mighty pun ikut ke sana karena ingin bermain dengan gadis menggemaskan itu.


"GABYYYY ... WE'RE COMIIIING ...." teriak Mighty yang baru keluar dari campervan.


"Mig, jangan berlari," ucap Given.


Tapi Mighty tetap berlari dan menaiki tangga beranda.


Given hanya menggelengkan kepalanya melihat kelincahan sang adik.


Lalu Given akhirnya berjalan cepat untuk menyusul Mighty.


Mereka berdua masuk ke dalam mansion setelah pelayan membukakan pintunya.


"KAKAAAAKKK!!" teriak Gaby yang melepaskan tangan seorang wanita yang menggandengnya.


Mighty berlari dan memeluk Gaby.


"Apakah aku boleh membawamu ke Amerika?" tanya Mighty dan membuat wanita paruh baya di belakang Gaby tertawa kecil.


"Kau pasti Mighty dan kau Given," kata Calista -- nenek dari Gaby yang tak lain adalah mommy Kenzo.

__ADS_1


"Ya, aunty pasti nenek Gaby," jawab Given ramah.


Cal mengangguk dan kemudian menyuruh mereka masuk ke dalam.


"Nenek membelikanku banyak mainan. Ayo kita main di kamarku, Kak," ajak Gaby pada Mighty.


"Oke, ayo," jawab Mighty yang memang sangat menginginkan memiliki adik perempuan tapi sang mommy tak bisa memberikannya lagi.


"Kakak, aku ke kamar Gaby dulu," ucap Mighty.


"Baiklah, jaga dia baik baik, Mig," jawab Given.


"Given, ayo ikut aunty ke beranda belakang. Kita mengobrol di sana," kata Cal.


"Baiklah," jawab Given tersenyum.


"Kakek, Kenzo dan ayahnya ke danau. Mereka mengobrol di sana sambil memancing," jawab Cal.


Lalu mereka berdua duduk di sofa yang ada di beranda belakang.


"Berapa lama kau di sini, Sayang? Karena Ken bilang keluargamu hanya berlibur sebentar saja," kata Cal.


"Dua hari lagi kami pulang. Aku ke London dan keluargaku akan pulang ke Amerika," jawab Given.


"Jadi kau tinggal di London?" tanya Calista.

__ADS_1


"Ya, aku bekerja di London. Aku tinggal di London sejak kuliah. Meskipun melalui drama panjang dengan daddy, tapi akhirnya daddy mengizinkanku pergi dengan bantuan rayuan dari mommy pastinya," jawab Given.


"Kau bekerja di perusahaan keluargamu?" Tanya Cal.


"Tidak, aku ingin mencoba sesuatu yang lain. Sudah ada dua adikku yang akan mengurus perusahaan daddy beberapa tahun lagi," jaaab Given.


"Aku suka denganmu. Kau memiliki aura yang positif. Kau sudah memiliki kekasih, Sayang?" tanya Cal.


Given menatap heran ke arah Cal.


"Tidak, daddy akan selalu mengawasi dengan siapa aku berkencan dan menggagalkannya jika pria itu tak baik di matanya," jawab Given yang membuat Cal tertawa.


"Good," jawab Cal.


"Hmm, maksudku daddymu sudah melalukan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang ayah pada anak gadisnya. Dulu daddy-ku bahkan memberiku banyak bodyguard setiap aku kuliah dan pergi ke mana pun," kata Cal.


"Benarkah? Ternyata daddy-ku tak separah kakek," jawab Given tertawa kecil.


"Dan suamiku tak bisa melakukan hal itu karena kami tak memiliki anak gadis. Dan sekarang putraku hanya tinggal Kenzo setelah Kenny meninggal 4 tahun yang lalu," kata Cal dengan raut wajah yang sedikit sedih


Given memegang tangan Cal dan mengusapnya lembut.


"Setidaknya dia menitipkan putri cantiknya untuk kami. Kami sangat menyayanginya," lanjut Cal.


"Maaf, apakah dia meninggal karena kecelakaan?" Tanya Given.

__ADS_1


"Ya, dia bertengkar dengan Lucetta -- ibu Gaby -- di dalam mobil dan akhirnya terjadi kecelakaan itu. Mereka berdua meninggal bersama," jawab Cal pelan seakan memendam kesedihan yang amat sangat.


Given memeluk Cal dan mengusap usap punggungnya.


__ADS_2