HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 72


__ADS_3

Lesca Thor 72


Lesca tampak duduk di tepi ranjang dan Given sudah tidur dengan pulas di belakangnya bersama Thor.


Thor memeluk putri kesayangannya itu dan Given pun memeluknya juga.


Lesca tampak seperti sedang berpikir. Dia teringat dengan pembicaraan tadi di mana Thor mengatakan akan membawa mereka semua pindah ke Amerika.


Lesca sedikit berat dengan syarat itu. Dia kemudian bertanya pada dirinya sendiri apakah dirinya terlalu egois?


Ini adalah sesuatu yang diinginkan oleh Given -- putri semata wayangnya. Dan bukankah dia harus menyenangkan hati sang anak dengan menuruti semua keinginan Given?


Di sisi lain, Thor melakukan hal ini hanya untuk kebahagiaan Given dan bukan karena mencintai Lesca.


Lesca tak bisa membayangkan bagaimana hubungan rumah tangga mereka nanti jika mereka melakukan hal ini hanya untuk Given semata.


"Kau tak tidur?" tanya Thor yang melihat Lesca duduk.


"Hmm," sahut Lesca dan kemudian merebahkan dirinya di atas ranjang.


Thor hanya melihat punggung Lesca karena selama tidur bersama, Lesca tak pernah sekalipun melihat ke arahnya.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Thor.


"Tak ada," sahut Lesca dan akhirnya membalikkan tubuhnya lalu melihat ke arah wajah Thor.

__ADS_1


Beberapa hari sibuk membuat Lesca tak menyadari bahwa kening Thor masih terluka. Dan bekas darah masih telihat di keningnya.


Melihat hal itu membuat Lesca beranjak dari ranjangnya lalu keluar kamar.


Lesca mengambil kotak obat dan membawanya masuk ke kamar.


"Duduklah. Aku akan memeriksa lukamu. Kau sama sekali tak kembali ke rumah sakit setelah kecelakaan itu. Kau masih menolak kuobati?" ucap Lesca pelan.


Lalu Thor pun akhirnya duduk menuruti perintah sang dokter cantik itu.


Lesca membuka perban yang menutupi luka Thor itu dengan perlahan.


Lesca yang hanya mengenakan gaun tidur tipis tentu saja membuat Thor meneguk ludahnya ketika dada Lesca berada tepat di depan wajahnya.


Thor mendongak dan melihat ke arah Lesca yang tampak serius dengan pekerjaan ini.


Lesca menghentikan kegiatannya sejenak lalu melanjutkannya kembali.


"Dia sudah menjadi kepala rumah sakit?" tanya Lesca sambil tersenyum tipis mengingat tentang sahabatnya itu.


"Ya, kami masih berhubungan baik sejak kau pergi," jawab Thor pelan.


"Lalu?" tanya Lesca.


"Kau bisa bekerja di rumah sakitnya jika kau mau," ucap Thor.

__ADS_1


"Akan kupikirkan," jawab Lesca lirih.


Lesca kemudian mengobati luka di kening Thor setelah membuka perbannya.


"Kau tak meminum obatmu?" tanya Lesca karena melihat luka itu masih tak mengering.


"Aku lupa," jawab Thor.


"Jangan seperti Given yang selalu diingatkan untuk minum obat jika sakit," ucap Lesca.


"Kalau begitu ingatkan aku," sahut Thor tersenyum.


"Kau tak marah lagi padaku?" tanya Lesca dengan tangan yang masih sibuk dengan luka Thor.


"Bagaimana aku bisa membenci wanita yang melahirkan putri secantik Given?" sahut Thor.


"Kau sedang menggombal?" kata Lesca.


"Terima kasih dan aku minta maaf atas semuanya," ucap Thor.


"Sudah kubilang, aku yang bersalah dan kau tak salah apa pun," jawab Lesca.


"Aku tak akan menanyakan apa, mengapa dan bagaimana ini bisa terjadi. Tak perlu mengingatnya lagi. Fokus hidup kita sekarang hanya Given, right?" sahut Thor.


"Hmm," sahut Lesca tenang.

__ADS_1


"Dan juga calon adik Given," ucap Thor.


Lesca melihat ke arah Thor dan mata mereka saling menatap lekat.


__ADS_2