
Lesca Thor 80
Lesca pergi ke rumah sakit dan setibanya di sana dia langsung menuju ke ruanganya.
Beberapa dokter tampak tak suka dengan kedatangan Lesca di rumah sakit itu karena dianggap menggunakan kekuatan orang dalam yang tak lain melalui tangan Burton.
Padahal sebenarnya, Burton memakai Lesca di rumah sakitnya karena kemampuan Lesca.
Lesca bisa saja mencari rumah sakit lain yang pasti masih banyak menerimanya, tapi dia memilih tawaran Burton untuk bekerja di sana.
"Dokter, jam operasi dimajukan dua jam lagi," ucap seorang perawat yang baru masuk ke dalam ruangan Lesca.
"Baiklah, terima kasih," jawab Lesca tersenyum.
"Kita visite sebentar lagi sebelum masuk ruang operasi," lanjut Lesca pada perawat itu.
"Baik, Dokter," jawab sang perawat.
Lalu Lesca memakai jas putihnya dan mengantongi beberapa barang yang akan dipakainya untuk memeriksa pasien.
Lesca keluar dari ruangannya dan tampak beberapa dokter yang ada di meja perawat tampak berbisik membicarakannya.
Lesca yang memiliki sikap cuek, tak terlalu mempedulikannya.
__ADS_1
"Lihatlah, betapa angkuhnya dia. Sepertinya dia hanya menjual kecantikannya pada direktur rumah sakit," ucap salah satu dokter wanita yang masih nampak muda itu.
"Ssst ... Jangan bicara sembarangan. Dia sudah menikah dan tak mungkin dia ada main dengan direktur kita," jawab salah seorang perawat.
"Lihatlah semua barangnya branded dan dia hanya seorang dokter. Dia pindahan dari kota kecil di Irlandia jadi tak mungkin dia sekaya itu, bukan?" sahut dokter muda yang lain.
"Ehem ... Ini rumah sakit dan banyak pekerjaan yang menunggu kalian," ucap dokter senior yang tiba tiba lewat di belakang mereka.
Lalu kerumunan dokter dan perawat itu pun bubar.
*
*
"Tuan, ada tamu untuk anda," ucap asisten Thor yang bernama Seth.
"Nona Karen," jawab Seth.
"Bilang saja aku sibuk," sahut Thor yang masih sibuk memeriksa dokumennya.
"Kau tak sibuk, Sayang," ucap Karen yang sudah masuk ke ruangan Thor.
"Pergilah aku tak punya waktu untukmu," jawab Thor tanpa melihat ke arah wanita itu yang tak lain adalah mantan kekasih Thor entah yang ke berapa.
__ADS_1
"Aku dengar kau sudah menikah. Aku cukup kaget mendengarnya," ucap Karen yang justru mendekat ke arah Thor.
"Ya," jawab Thor singkat.
"Aku benar - benar penasaran siapa wanita itu. Dia cukup hebat bisa menaklukkanmu dan mematahkan prinsipmu yang tak ingin menikah," kata Karen.
"Itu bukan urusanmu. Hubungan kita telah selesai dan kuharap kau tak membuat keributan di sini." jawab Thor yang kini melihat ke arah wanita itu.
"Kau datang ke pesta nanti malam, bukan? Justin mengatakannya padaku," kata Karen.
Thor tak menjawab.
"Aku dan Justin pernah menjalin kasih dan orang tuaku berbisnis dengannya," ucap Karen lagi.
"Lalu?" tanya Thor.
"Aku hanya ingin melihat istrimu saja. Apakah dia begitu sempurna dan melebihi aku?" sahut Karen dengan percaya dirinya.
Karen adalah seorang model sekaligus pebisnis muda yang bergerak di bidang fashion. Itu membuat dirinya sangat percaya diri dengan penampilan serta menganggap dirinya wanita yang sempurna.
"Bukan kewajibanku untuk mengenalkanmu padanya. Dan itu bukan urusanmu apakah dia akan datang atau tidak," jawab Thor.
"Mungkin dia tak percaya diri berada di sampingmu di acara yang dihadiri oleh tamu penting dan terkenal?" sahut Karen yang kini duduk di seberang meja Thor.
__ADS_1
Thor tertawa pelan.
"Kau bahkan tak ada apa apanya dibanding istriku. Pulanglah atau aku akan memanggil security," ucap Thor.