HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 45


__ADS_3

Lesca Thor 45


Setelah memeriksa nenek, Lesca pun pamit pulang karena ada urusan yang harus dikerjakannya.


"Kondisi nenek sudah membaik. Nenek harus lebih menjaga makanan nenek," ucap Lesca.


"Aku pulang dulu, Nek. Nanti siang aku kemari lagi ketika Dokter Nora sudah mengizinkan nenek pulang," kata Lesca.


"Terima kasih, Sayang. Sampaikan salamku untuk semuanya," jawab Leny tersenyum.


"Terima kasih, Lesca," kata Lemony.


Lesca hanya tersenyum dan kemudian berbalik dan keluar dari ruangan itu.


CEKLEK ...


Rex keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang nenek.


"Apakah dokter sudah memeriksa nenek?" tanya Rex.


"Ya, baru saja. Dan keputusannya nanti siang apakah nenek boleh pulang hari ini atau tidak. Sejauh ini kondisi nenek sudah membaik dan stabil," jawab Lemony.


"Apa yang nenek rasakan saat ini?" tanya Rex memegang tangan Leny.


"Nenek ingin pulang dan merawat tanaman nenek di rumah. Tidak bisakah dipercepat karena nenek tak betah di rumah sakit," sahut Leny.


Rex tertawa pelan.


"Aku akan merayu dokternya agar nenek bisa pulang secepatnya," sahut Rex.


Leny tersenyum dan mengusap pipi Rex.

__ADS_1


"Terima kasih, Tampan," jawab Leny.


Lemony dan Rex tersenyum melihat sang nenek yang sudah terlihat sehat kembali seperti sedia kala.


*


*


Menjelang siang, Rex membawa Leny pulang dari rumah sakit setelah dokter mengizinkannya pulang.


Hari ini, Lesca memang sedang libur karena ingin menghabiskan waktunya dengan keluarganya yang ingin berbelanja kebutuhan bulanan.


Lima belas menit kemudian Rex, Lemony dan Leny tiba di rumah.


Mobil Rex memasuki halaman rumah yang sangat lebar itu.


Mereka melihat ke arah paviliun di mana Lesca dan keluarganya tampak akan pergi dengan menaiki mobil.


"Ke mana mereka, Sayang?" tanya Leny.


"Siapa mereka?" tanya Rex melihat ke arah orang - orang itu.


"Seorang dokter yang baru bekerja di kota ini. Dia membawa keluarganya kemari dan menyewa paviliun itu sembari menunggu rumah dinasnya diperbaiki," jawab Lemony.


Rex hanya mengangguk saja dan kemudian menghentikan mobilnya di depan rumah.


Lalu Rex membantu menurunkan Leny dan memapahnya.


"Aku sudah baik - baik saja, Nak. Bahkan aku sudah bisa berlari," kata Leny.


Rex hanya tertawa pelan dan tetap menggandeng serta memapah Leny.

__ADS_1


"Beberapa hari lagi adalah hari pertunangan kami. Jadi aku ingin nenek baik -baik saja karena aku ingin mengajak nenek berdansa," sahut Rex.


Leny tertawa mendengar hal itu.


"Baiklah.Bagaimana jika kita menari tango?" ucap Leny.


"Oke," sahut Rex singkat dan Lemony tertawa di belakang mereka.


*


*


Setelah makan siang, Rex menelepon sang kakak dan menanyakan di mana lokasinya sekarang.


"Thor, kau di mana?" tanya Rex menelepon sang kakak.


"Aku sudah di Dingle. Aku akan menginap di hotel tengah kota. Di sini suasananya lumayan ramai dan aku bisa membeli kebutuhanku di dekat sini," jawab Thor.


"Jadi kau tak menginap di rumah nenek?" tanya Rex.


"Tidak, aku di sini saja hari ini, sembari mencari gadis cantik di kota ini yang katamu cantik - cantik. Besok aku akan ke sana," jawab Thor.


"Ck, baiklah," sahut Rex dan menutup sambungan teleponnya.


*


Thor berhenti di sebuah restoran kecil untuk makan siang. Setelah cukup lama di sana, Thor keluar dari restoran dan kembali menaiki motornya.


Thor melajukan motornya dengan kecepatan pelan karena jalan cukup ramai.


CIIITTTT !!!!

__ADS_1


Thor mengerem motornya dengan sangat mendadak ketika tiba - tiba ada seorang gadis kecil menyeberang di depannya.


"SHIITT!!" umpat Thor di balik helmnya.


__ADS_2