HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 42


__ADS_3

Given 42


Given datang sesuai jadwal kerjanya pagi ini dan tak terlambat lagi. Dia tampak menyunggingkan senyumnya dengan lebar pada siapa pun yang menyapanya pagi itu.


Pagi ini dia berusaha membuat dirinya tampat bahagia meskipun sebenarnya hatinya sedang gusar karena boss nya.


Given masuk ke dalam ruangannya dan masih ada dua orang pegawai di sana yang tak lain adalah Alba dan Veronica.


"Morning, Girls," sapa Given yang kemudian menuju ke arah mejanya.


"Hello, Princess. Kau terlihat sangat senang sekali. Apakah semalam ada malam panas yang kau lewati?" tanya Alba yang melihat Given baru masuk ke ruangan kerjanya.


"Hmm ..." sahut Given tersenyum.


Alba dan Veronica yang ada di ruangan itu mendekati Given.


"Kami ingin mendengar ceritanya," kata Alba antusias.


"Tidak, it's a our secret," jawab Given tertawa kecil.


"Oooh ... Kau membuat kami penasaran, Given," sahut Veronica.


"Ayo kita bekerja karena kupingku akan panas jika Bos kita marah marah lagi padaku karena aku tak becus bekerja," kata Given.


"Jika dia marah, kau cukup memberikannya ciuman panas agar dia bungkam," sahut Alba.

__ADS_1


Veronica dan Given tertawa mendengar hal itu.


"Ya, kau benar. Aku akan melakukan hal itu untuk membuatnya berada di bawah kendaliku," jawab Given.


"Jika tak mempan, buka lebar lebar pahamu, Darling," sahut Alba.


"No way," jawab Given tertawa pelan.


"Wait ... Pakaianmu cukup menggoda hari ini," kata Veronica yang baru menyadari bahwa memakai baju yang potongan dadanya sedikit rendah.


"Benarkah? Bagaimana menurut kalian?" tanya Given sembari memutar tubuhnya di depan Veronica dan Alba.


"So hot. Aku yakin pria itu akan semakin tergila gila padamu," jawab Alba.


"Benarkah?" sahut Given.


Given hanya mengedikkan bahunya dan kemudian duduk di kursinya.


*


*


Seharian itu, Given dan Kenzo sama sekali tak bertemu di perusahaan. Given sibuk dengan pekerjaannya hingga ia tak sempat makan siang di luar dan hanya makan burger saja yang dibawakan oleh Alba siang tadi.


"Girl, ayo, waktunya pulang," ucap Cheryl yang duduk di depan Given.

__ADS_1


"Sedikit lagi," sahut Given.


"Hei, waktumu masih banyak besok," sahut Alba yang menutup laptopnya.


"Aku akan secepatnya berhenti dari sini, jadi aku akan selalu lembur dalam satu minggu ke depan," jawab Given yang masih fokus di depan laptopnya.


"What?? Bukankah kau memutuskan untuk terus bekerja di sini?" tanya Alba.


"Tidak, aku akan berhenti bekerja untuk sementara waktu. Sudah waktunya aku menikmati gajiku untuk menyenangkan diriku," jawab Given.


"Kau akan travelling sendirian?" tanya Veronica.


"Ya, dan itu akan sangat menyenangkan," jawab Given.


"Aku tak percaya hal ini. Kau pasti akan bepergian dengan Tuan Kenzo, iya kan?" tanya Cheryl yang kemudian melihat jari Given.


"Hei, apa apaan kau ini?" tanya Given.


"Aku mencari cincin pertunaganmu dengan Tuan Kenzo. Siapa tahu kalian berencana akan menikah dan itu sebabnya kau akan berhenti bekerja," sahut Cheryl.


Given tertawa dan melihat ke arah teman temannya yang tampak tak sabar mendengar respon darinya.


"Tidak, aku benar benar ingin travelling dan menyegarkan pikiranku serta berpetualan liar dengan banyak pria. Aku sudah bosan menjadi gadis baik baik," jawab Given.


"Kau nakal, Darling," ucap Alba dan membuat mereka tertawa bersama.

__ADS_1


"Oke, bye," ucap Veronica berpamitan dan dilanjutkan oleh Alba serta Cherly yang juga keluar dari ruangannya.


To be Continue ...


__ADS_2