HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 30


__ADS_3

Lesca Thor 30


Lesca terbangun di pagi hari karena rasa mualnya di perutnya.


Dia segera berlari ke kamar mandi karena merasa akan muntah.


Lesca muntah dan mengeluarkan semua isi perutnya ketika sudah sampai di kamar mandi.


Cukup lama Lesca muntah dan itu membuat tubuhnya lemas.


Setelah beberapa menit, Lesca mencuci wajahnya di wastafel dan bercermin.


Lesca terpaku memandang wajahnya sendiri.


"Tidak, ini tak mungkin," gumamnya sambil menggelengkan kepalanya.


"No no no ... Ini tak boleh terjadi. Aku masih sangat muda dan ini tak boleh terjadi," gumamnya panik.


Lalu Lesca keluar dari kamar mandi. Lesca mengambil ponselnya dan melihat tanggal di ponselnya.


Dia baru sadar bahwa dirinya sudah telat datang bulan cukup lama. Hal itu semakin membuatnya panik.


Wajahnya memucat dan tangannya bergetar serta keluar keringat dingin.


Lesca terduduk di atas karpet dan pandangannya kosong.


Kepalanya kembali menggeleng.


"Ini tak boleh terjadi," bisiknya dengan suara bergetar.

__ADS_1


TOK TOK TOK ...


Terdengar suara ketukan dari pintu kamarnya dan lamunan Lesca tersadara.


Lesca mengusap kasar wajahnya dan kemudian beranjak berdiri.


Wanita muda itu pun membuka pintu kamarnya dan melihat sang pelayan membawa nampan penuh makanan.


"Ya, Bi?" tanya Lesca lemas.


"Nyonya dan Tuan sudah berangkat bekerja dan bibi disuruh mengantarkan makanan ini untuk Nona Lesca," ucap wanita paruh baya itu.


"Taruh saja di meja makan. Aku akan makan di sana saja. Sebentar lagi aku keluar," jawab Lesca.


"Baiklah, Nona. Apakah nona baik- baik saja? Wajah nona sangat pucat," ucap bibi.


"Ya, aku baik- baik saja. Hari ini persidangan jadi aku sedikit gugup," jawab Lesca.


Lalu Lesca pun masuk kembali ke kamarnya.


Dia kembali mondar mandir dan berpikir apa yang harus dilakukannya jika benar dia hamil.


Lalu Lesca mengambil jaket dan tasnya.


Lesca keluar dari kamar dan menuju halaman depan tanpa makan terlebih dulu.


Lesca naik ke dalam mobilnya dan keluar dari halaman rumahnya.


Pikirannya sedikit kalut dan membuatnya hampir saja menabrak pejalan kaki yang akan menyeberang jalan.

__ADS_1


"SHIITT!!!" umpatnya keras dan kakinya menginjak rem dalam- dalam.


Lesca menenangkan dirinya dan kembali melajukan mobilnya.


Tak lama kemudian, Lesca tiba di depan sebuah apotek.


Dia keluar dari mobil dan masuk ke dalam apotek.


Lesca membeli alat test pack kehamilan.


Setelahnya, Lesca kembali ke rumahnya. Lesca melajukan mobilnya cukup kencang karena dia ingin secepatnya tahu dengan pasti apakah dirinya sedang hamil atau tidak.


*


Lesca langsung menggunakan alat itu begitu tiba di rumah.


Tubuh Lesca langsung lemas ketika melihat hasil dari test pack itu.


Lesca terduduk di keramik dingin kamar mandi dan memegang kepalanya.


"Bagaimana ini?" gumamnya berbisik dan air matanya mengalir.


"Aku tak boleh hamil. Ya, aku tak boleh hamil karena masa depanku masih sangat panjang. Oh my ... Apa yang harus kulakukan??" gumam Lesca frustasi.


Lesca memeluk lututnya dan menutupi wajahnya dengan lengannya.


Cukup lama Lesca ada dalam posisi seperti itu. Hingga akhirnya dia beranjak berdiri lalu mandi di bawah shower yang mengalir air dingin.


Air itu membasahi puncak kepalanya sampai ujung kakinya. Dia ingin berpikir lebih tenang lagi tentang hal ini.

__ADS_1


Sudah terpikirkan beberapa cara yang akan ditempuh Lesca untuk mengatasinya masalahnya itu.


__ADS_2