
Given 29
Given pulang dari kantor menjelang malam dan ketika di koridor ia berpapasan dengan Kenzo.
"Ck, dia lagi," gumamnya berbisik.
Lalu mereka berdiri bersebelahan di depan lift menunggu pintu lift terbuka.
Tak ada kata sapaan atau pun obrolan sama sekali.
TING
Pintu lift khusus pejabat perusahaan terbukan dan Kenzo menarik tangan Given untuk masuk juga ke sana.
"Ck, apa apaan kau ini!!" bentak Given.
"Bukankah kita harus cepat ke tempat gym?" sahut Kenzo.
"Tidak, aku tak ke sana malam ini. Aku akan bertemu dengan temanku," jawab Given.
Dan Kenzo pun tak bertanya lagi karena ia tahu dengan siapa Given akan pergi.
TING
"Kau tak membawa mobil. Aku akan mengantarmu," kata Kenzo dengan nada dinginnya seperti biasa.
"Aku lebih suka naik taksi daripada bersamamu," jawab Given.
Kenzo menarik tangan Given dan membuat Given tak bisa berkutik karena banyak mata yang melihat ke arah mereka.
__ADS_1
"Aku bos yang bertanggung jawab. Kau datang bersamaku jadi aku akan mengantarmu pulang," kata Kenzo.
Given hanya berdecak dan mencebik sembari mengikuti langkah kaki sang bos yang berjalan menuju mobil Bugatti hitamnya.
*
*
Given tampak hanya diam saja di dalam mobil. Dia memikirkan pertemuannya dengan Steven dan istrinya nanti.
Given sebenarnya malas menghadapi situasi seperti itu, tapi dia dan Steven sudah sepakat akan tetap bersahabat meskipun Steven sudah menikah.
Apalagi Given harus menghadapi Steven sendirian tanpa ada yang menemaninya.
Dia masih belum siap melihat kemesraan Steven dan istrinya nanti. Hatinya menjadi galau.
Karena melamun, Given tak sadar bahwa mobil sudah sampai di depan lobby apartemennya.
Given kemudian tersadar dan melihat ke arah Kenzo.
"Aku akan bekerja di perusahaanmu tapi dengan satu syarat," kata Given.
"Katakan," sahut Kenzo.
"Temani aku malam ini untuk makan malam bersama temanku," jawab Given.
"Hanya makan malam saja?" tanya Kenzo.
"Ya, hanya makan malam saja dan aku akan memikirkan untuk tetap bekerja di perusahaanmu," sahut Given.
__ADS_1
"Mengapa tak mengajak temanmu yang lain?" tanya Kenzo.
"Kau tak mau? Ya sudah, aku tak mau bekerja di perusahaanmu lagi," kesal Given dengan ucapan Kenzo.
Given membuka pintu mobil.
"Baiklah, aku tak perlu pulang lagi karena aku tetap akan memakai baju ini," kata Kenzo.
Lalu Given menoleh ke arah Kenzo.
"Hmm, tunggulah di sini. Aku tak mau kau masuk ke apartemenku," sahut Given.
"Aku bukan supirmu. I'm your Boss. Dan kau menyuruhku menunggu di mobil? Yang benar saja," kata Kenzo.
"Ck, baiklah, Tuan. Silahkan masuk ke apartemenku tapi kau harus bersikap sopan. Kau mengerti, Tuan?" sahut Given.
"Apakah aku pernah bersikap tak sopan? Kau yang memancingku untuk bersikap seperti itu padamu," jawab Kenzo.
"Uuuurrgghh ... Cepat turunlah," kesal Given dan mereka berdua turun dari mobil bersama.
"Banyaklah tersenyum jika bertemu dengan temanku nanti." ucap Given sambil berjalan ke arah lift.
"Tidak, tugasku hanya menemanimu ke restoran menemui temanmu. Bukan beramah tamah dengan mereka. Aku akan tampak seperti orang bodoh jika terlalu banyak tersenyum," jawab Kenzo.
Given benar benar ingin menonjok pria di sebelahnya itu. Tapi ia masih membutuhkan bantuan pria menyebalkan itu. Given mengambil ponselnya di tas untuk melihat pesan dari Steven.
Lalu mereka masuk ke dalam lift dan karena melihat ke arah ponsel, membuat Given tersandung oleh pembatas lift di kakinya.
Kenzo menangkap tubuh Given yang pas berada di depannya dan membuat mereka berpelukan.
__ADS_1
"Kau sengaja ingin memelukku?" tanya Kenzo.
"Cih," sahut Given kesal dan melepaskan pelukan Given di pinggangnya.