
Lesca Thor 94
Lesca keluar dari ruangannya dan tak melihat Thor di luar.
Lesca berjalan ke arah pintu luar dan tak menemukan Thor juga di sepanjang lorong.
Lalu Lesca menuju ke arah meja perawat dan melihat arah pandangan para perawat yang berjaga di sana.
Lesca melihat Thor di cafe dekat pintu keluar. Pria itu tampak meminum kopinya sembari melihat ke arah ponselnya.
"Ehem ..." ucap Lesca yang membuat mereka menoleh pada Lesca.
"D-dokter," sahut salah satu perawat.
"Tolong semua pasienku di arahkan ke dokter lain yang bertugas hari ini," ucap Lesca.
"Baik, Dokter," jawab perawat itu.
Lalu Lesca berjalan menuju sang suami yang tampak mempesona meskipun hanya duduk saja.
"Ayo," ucap Lesca di samping Thor.
"Kau sudah selesai?" tanya Thor.
"Hmm," jawab Lesca.
"Oke, ayo," sahut Thor tersenyum dan menaruh ponselnya di kantong celananya.
__ADS_1
Thor beranjak berdiri dan menggandeng tangan Lesca.
Ketika berjalan menuju pintu keluar, Thor melihat Duncan keluar dari ruang emergency dengan wajah babak belurnya.
Thor tersenyum miring melihat pria itu. Lesca yang melihat hal itu merasa tak nyaman dengan apa yang terjadi pada Duncan.
Lesca berjalan lebih cepat agar tak terjadi keributan lagi.
"Tak perlu cepat cepat, Sayang. Kita akan seharian di kamar setelah ini," kata Thor yang tentu saja didengar oleh Duncan.
Duncan menggenggam tangannya dengan menahan kekesalannya dan hanya bisa melihat kepergian Lesca bersama Thor.
"Aku harus menemuinya besok," kata Lesca.
"Untuk apa?" tanya Thor menghentikan langkahnya ketika mereka sudah ada di samping mobil Bugatti hitam milik Thor.
"Tak perlu. Memukulnya merupakan sebuah hiburan untukku," jawab Thor tersenyum.
"Ini tak lucu," sahut Lesca.
"Burton tak mungkin tak menceritakan tentang kita. Dia saja yang tak terima kenyataan tentang hubungan kita," jawab Thor dan membuka pintu mobil untuk Lesca.
"Masuklah, kita ke perusahaan," kata Thor.
Lalu Lesca masuk ke dalam mobil dan begitu juga Thor.
Lesca, Thor dan Duncan kembali menjadi topik hangat di rumah sakit itu.
__ADS_1
Dan mereka baru mengetahui bahwa Thor adalah seorang konglomerat yang memberikan banyak dana bantuan untuk rumah sakit itu selama beberapa tahun belakangan.
Sedangkan Duncan adalah dokter baru yang notabene suka pada Lesca sejak di bangku kuliah.
Beberapa pegawai rumah sakit tampak tertarik membicarakan hal yang menurut mereka sangat menarik itu.
Tapi mereka tak berani bersikap acuh lagi pada Lesca karena nasib rumah sakit itu ada di tangan Thor.
*
Lesca dan Thor tiba di perusahaan dan kedatangan mereka menjadi pusat perhatian para pegawai karena ini adalah pertama kalinya Lesca datang ke perusahaan.
Senyum Lesca memgembang ketika tiba di pintu lobby. Lesca sadar bahwa banyak yang melihat ke arahnya dan dia hanya menanggapinya dengan senyum ramahnya.
"She's so beautiful," celetuk pelan pegawai pria yang kebetulan melewati lobby dan berpapasan dengan Lesca serta Thor.
"Sssttt," ucap teman di sampingnya sambil menyikut tangannya.
Lesca dan Thor masuk ke dalam lift dan naik ke atas ruangan Thor.
Thor merengkuh pinggang Lesca dan mendekatkan tubuhnya.
"Aku akan meeting sebentar lagi. Kau tunggu di ruanganku," kata Thor.
"Aku tak suka menunggu," jawab Lesca.
"Aku hanya sebentar saja," sahut Thor dan mengecup bibir merah itu.
__ADS_1