HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 49


__ADS_3

Given 48


Setelah lukanya dijahit, Given sudah diperbolehkan pulang.


"Aku akan mengganti jas mu," ucap Given ketika mereka dalam perjalanan pulang ke apartemen Given.


"Tak perlu," sahut Kenzo.


Tak lama kemudian mereka sampai di apartemen Given dan Kenzo ikut turun dari mobilnya.


"Hei, kau tak perlu mengantarku. Aku baik baik saja," ucap Given.


Lalu Kenzo mengambil ponselnya dan memberikannya pada Given.


Given mengerutkan keningnya dan melihat pesan dari sang ayah pada Kenzo.


"Oh God ... Apa Daddy sudah gila? Aku tak akan membiarkan singa liar sepertimu menginap di apartemenku," ucap Given sembari melihat ke arah Kenzo yang hanya mengedikkan bahunya.


"Pergilah dan abaikan pesan dari daddy," kata Given.


"Tidak, aku akan menuruti perintahnya. Aku menghormatinya seperti menghormati daddy ku sendiri karena mereka berteman," sahut Kenzo.


"Tak masuk akal. Apa kau ingin mengambil kesempatan dari hal ini?" tanya Given.


"Mungkin saja," sahut Kenzo.

__ADS_1


"Ck, pergilah, Ken. Aku sedang tak ingin berdebat dan bertengkar. Aku ingin perasaanku kembali damai," kata Given.


"Aku tak akan mengganggumu dan aku serius kali ini," sahut Kenzo.


"Aku akan selalu emosi jika melihat wajah menyebalkanmu," jawab Given.


"Aku akan memakai topeng," sahut Kenzo yang membuat Given tersenyum tipis.


Lalu wanita cantik itu kembali berjalan, melangkah ke arah pintu lobby dan Kenzo berjalan di belakangnya.


*


*


Given menekan tombol pin pintu apartemennya dan kemudian masuk ke dalam bersama Kenzo.


Given berbalik dan senyum liciknya mulai terlihat.


"Apa yang kau rencanakan?" tanya Kenzo yang sudah sangat hafal senyum apa itu.


"Aku ingin berendam, isikan air di bath tub ku dengan air hangat," ucap Given.


Sudut bibir Kenzo sedikit terangkat dan kemudian mengangguk.


"Oke," sahut Kenzo yang merasa tak keberatan dengan hal itu meskipun ia merasa ini bukanlah akhir dari perintah Given pada dirinya.

__ADS_1


Kenzo kemudian melipat lengan kemejanya lalu membuka empat kancing kemejanya dan percayalah bahwa Given tak pernah bisa berpaling jika Kenzo melakukan hal itu.


'Ooohh ... Bisa bisanya otakku berpikiran mesum tentang pria menyebalkan ini,' batin Given yang mengikuti Kenzo berjalan di belakangnya.


Kenzo masuk ke dalam kamar mandi dan membuk kran air lalu memutarnya ke arah kanan untuk mencari kehangatan air yang sesuai.


Given membuka sepatunya dan kemuidan masuk juga ke dalam kamar mandi.


"Kau tinggal menunggunya penuh. Aku sudah memberi sabun di dalamnya," kata Kenzo sebelum keluar dan berpapasan dengan Given.


"Tugasmu belum selesai. Kau akan melayaniku selama di sini, bukan?" tanya Given.


Kenzo berhenti melangkah dan menghadap ke arah Given.


"Katakan," sahut Kenzo dengan suara beratnya yang tenang.


"Tangan kananku tak bisa bergerak sama sekali, jadi buka kan kancing kemejaku," ucap Given.


Kenzo mengangkat satu alisnya.


"Kau yakin meminta bantuanku untuk itu?" tanya Kenzo.


"Ya, aku bisa minta tolong pada siapa lagi selain dirimu di sini?" sahut Given yang merasa akan mempermainkan Kenzo lagi.


"Oke, aku suka pekerjaan itu," jawab Kenzo tersenyum miring penuh muslihat.

__ADS_1


Kenzo kemudian melangkah maju dan memegang pinggang Given lalu menaikkannya ke atas meja marmer wastafel.


"Kau terlalu pendek bagiku jadi aku harus mendudukkanmu di sini agar pekerjaanku lebih mudah dilakukan," kata Kenzo dengan mata tajamnya yang justru membuat Given merasa akan terjebak dengan permainannya sendiri.


__ADS_2