HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Bab 97


__ADS_3

Lesca Thor 97


Thor mendekati Lesca dan menarik pinggangnya.


"Given kemari," ucap Lesca dengan tangan yang tampak membenarkan letak dasi Thor.


"Di mana dia sekarang?" tanya Thor.


"Bersama Paman Ben di cafetaria," jawab Lesca.


"Ayo kita pulang," kata Thor.


CUP


Thor mengecup bibir merah Lesca dan menggandeng tangannya.


Mereka berjalan keluar ruangan lalu turun ke lobby melalui lift khusus.


TING


Lesca dan Thor keluar dari lift dan menyusuri lobby laku berbelok ke kanan ke arah cafetaria.


Tampak beberapa pegawai mengerubungi Given yang sepertinya sedang asyik bercerita.


"Apa yang putrimu lakukan, Honey?" Gumam Lesca dan mempercepat langkahnya menuju Given.


"Sayang," panggil Lesca pada Given.


Given menengok ke arah Lesca dan memanggilnya.


"Mommy!!" Panggil Given dengan senyum cantiknya dan mata indahnya yang berbinar.


Para pegawai yang mengerubungi Given memberi jalan pada Given untuk menghampiri Lesca.


Lesca tersenyum pada para pegawai itu dan begitu juga sebaliknya.


"Kau sudah membeli kue?" tanya Lesca.

__ADS_1


"Ya, lihatlah," jawab Given memegang sebuah bungkusan plastik di tangan kanannya.


"Mereka yang membelikannya untukku," kata Given menunjuk pada para pegawai itu.


"Sayang, kau tak meminta pada mereka, kan?" tanya Lesca.


"Tidak, Nyonya. Kami yang membelikannya. Dan kami tak tahu bahwa gadis cantik ini adalah putri Tuan Thor," jawab salah satu pegawai wanita.


"Terima kasih," sahut Lesca tersenyum.


"Apa yang kau bicarakan tadi, Sayang?" tanya Thor pada Given lalu menggendongnya.


"Aku bercerita tentang sekolahku," jawab Given.


Thor tersenyum.


"Kita ke kakek sekarang?" tanya Thor.


Given mengangguk lalu melambaikan tangannya pada para pegawai tadi.


"Bye, Uncle, Aunty. Thank you," ucap Given tersenyum.


Lalu mereka bertiga beserta sang supir berbalik pergi menuju pintu keluar.


"Keluarga yang sempurna. Bolehkah aku iri?" Celetuk salah satu pegawai.


"Boleh, karena aku pun iri melihatnya," sahut pegawai yang lain.


"Kau melihat mata cantik itu? Benar benar gen terbaik," celetuk yang lainnya.


"Ya, terlalu indah untuk berpaling. Masih kecil saja sudah begitu cantik. Aku tak menbayangkan bagaimana jika dia beranjak dewasa."


"Tuan Thor akan mengurungnya di mansionnya mungkin," jawab pegawai itu.


Dan pembahasan itu masih berlangsung sampai mereka masuk kembali ke ruangan kerjanya.


*

__ADS_1


*


Thor, Lesca dan Given pergi ke rumah Franklin. Given tak henti hentinya bercerita sepanjang perjalanan tentang kegiatan di sekolahnya.


Lesca dan Thor mendengarkan cerita putri tunggal mereka yang terlihat sangat excited itu.


Dua puluh menit kemudian, mereka tiba di rumah Franklin.


Given keluar dari mobilnya dan langsung berlari ke halaman depan menuju beranda depan rumah sang kakek.


"Di mana anak laki laki itu?" Gumam Thor melihat ke sekeliling perumahan di dekat sana.


"Mungkin dia sedang sekolah," jawab Lesca.


"Mungkin saja. Aku akan bertanya pada Daddy saja," kata Thor sambil mencium tangan Lesca.


Mereka berjalan ke arah rumah dan masuk. Sedangkan Given sudah masuk terlebih dulu.


"Haaiiiii, cucu cantikku sudah datang," sambut Natasha mencium Given.


Franklin pun beranjak dari sofa dan mencium Given.


"Sepertinya kau betah di sini, Dear," ucap Franklin tersenyum.


"Dia ingin bermain dengan Steven," jawab Lesca.


"Steven? Steven siapa?" tanya Natasha.


"Anak laki laki yang sering kemari. Given yang menceritakan hal itu," kata Lesca.


"Aaah ... Anak tampan itu? Dia masih sekolah," jawab Natasha.


"Kalau begitu, tinggalkan Given di sini. Nanti daddy akan mengantarnya pulang," jawab Franklin.


Lesca mengangguk.


__ADS_1



__ADS_2