
Given 20
"Hubungi dia untuk menyelesaikan urusannya dulu di kantor ini sampai kita menemukan pegawai penggantinya," kata Kenzo pada salah satu staf divisi keuangan yanv bernama Brenn.
"Baik, Tuan," jawab Brenn.
Lalu mereka membicarakan beberapa hal penting beberapa menit sebelum Kenzo kembali melanjutkan pekerjaannya.
*
*
Ponsel Given berbunyi ketika dirinya baru saja keluar dari kamar mandi. Given lun segera mengangkat ponselnya.
"Halo, Brenn. Ada apa?" tanya Given.
"Bos baru menyuruhmu masuk sampai kami menemukan penggantimu," jawab Brenn.
"Tidak, aku sudah mengundurkan diri dan jadwalku sangat padat," sahut Given.
"Dia akan menuntutmu karena melanggar kontrak kerja," jawab Brenn.
"Bagaimana bisa?" tanya Given.
"Dia membaca dengan teliti perjanjian kerjamu," jawab Brenn.
"Oh my ... Dia benar benar menyebalkan," sahut Given dengan kesal.
"Wait, kau sudah kenal bos kita yang baru?" tanya Brenn.
__ADS_1
"Ya, aku berhenti karena pria menyebalkan itu. Aku tak ingin bertemu dengannya lagi," jawab Given.
"Kalian berpacaran?" tanya Brenn penuh tanda tanya.
"Kau gila?? Aku tak akan mau berpacaran dengan pria mengerikan itu," jawab Given.
"But he's hot. Dan dalam sehari ini para wanita di perusahaan ini membicarakan bos tampan kita itu. Aku bahkan kalah pamor," kata Brenn.
"Bos kita? No, dia bukan bos ku," jawab Given.
"Come on, Given. Bantulah kami sebelum kami menemukan penggantimu. Please ... Kami benar benar kesulitan dengan pekerjaanmu itu," mohon Brenn.
"Akan kupikirkan," jawab Given akhirnya karena pada dasarnya Given tak ingin menyusahkan teman teman partner kerjanya akibat pengunduran dirinya yang mendadak itu.
"Oke, jangan terlalu lama memikirkannya dan datanglah besok ke perusahaan, oke?" kata Brenn.
"Hmm," jawab Given dan menutup sambungan teleponnya.
Tapi di sisi lain, ia juga tak ingin membuat teman teman kerjanya kesulitan akibat harus melanjutkan beberapa pekerjaannya yang belum selesai.
*
*
Malam harinya, Given mendatangi sebuah gym langganannya karena akan melakukan kick boxing bersama pelatihnya yang selalu rutin dilakukannya setiap 2 kali seminggu.
"Hello, Beautiful," sapa penjaga gym yang ada di depan meja resepsionis.
"Halo, Marcia," jawab Given tersenyum ramah seperti biasanya.
__ADS_1
"Apakah malam ini ramai?" tanya Given.
"Tak terlalu. Tapi ada pendatang baru dan dia sangat tampan," jawab Marcia seperti biasanya jika melihat pria tampan.
Given hanya tertawa pelan dan masuk ke dalam gym. Dia hanya melihat tak lebih dari enam orang di dalam gym itu.
Given membuka jaketnya dan melakukan pemanasan sebelum memulai olah raganya malam ini.
Lalu mata indahnya tertumbuk pada seorang pria dengan tato singa di punggungnya. Dan Given tahu siapa pemilik tato itu.
Tak lama kemudian, pria itu menoleh dan melihat ke arah Given.
'Dia lagi. Ck ... Kurasa akhir akhir ini aku selalu sial karena bertemu dengannya,' batin Given dan menuju ke treadmill.
Kenzo terlihat berjalan menghampiri Given dan ikit berlari di treadmill yang ada di sebelah Given.
"Sudah ada yang menghubungimu tadi, bukan? Selesaikan tanggung jawabmu sebelum keluar dari perusahaan," kata Kenzo sambil berlari.
"Akan kupikirkan," jawab Given.
"Aku tak menunggu keputusanmu karena kau harus melakukan hal itu sebelum berhenti bekerja di perusahaanku," kata Kenzo.
"Aku melakukan hal itu hanya untuk stafku. Bukan karena takut ancaman tuntutan darimu," jawab Given.
"Aku sama sekali tak berencana menuntut putri sulung keluarga Robert," sahut Kenzo dan entah mengapa Given kesal dengan ucapan Kenzo.
Lalu Given menghentikan treadmill nya.
"Hari ini pelatihku tak masuk. Bisakah kau menjadi partner tinjuku malam ini? Aku benar benar ingin memukulmu," ucap Given.
__ADS_1
Kenzo menghentikan treadmill nya dan menoleh ke arah Given.
"Dengan senang hati," jawab Kenzo dengan mata tajamnya.