
Givken 66
Given dan Ken melanjutkan perjalanannya yang sudah setengah perjalanan itu. Mereka selalu mampir di kota yang mereka lewati untuk menikmati suasana kota dan beberapa aktivitas penduduknya yang menarik untuk Given.
Kenzo hanya mengikuti saja keinginan sang istri karena pada dasarnya Kenzo tak terlalu suka berjalan jalan terlalu lama.
"Kau bosan, Sayang?" tanya Given ketika ia melihat ekspresi Kenzo yang datar ketika pria itu menemaninya berbelanja.
"Tidak, biasa saja," jawab Kenzo.
Given tersenyum dan menghadap ke arah Kenzo.
"Apa yang kau sukai? Adakah tempat yang kau sukai? Kita ke sana jika kau mau," ucap Given sembari memegang pinggang Kenzo.
"Aku hanya suka di kamar bersamamu," sahut Kenzo.
Given tertawa pelan lalu mengecup bibir Kenzo.
"I love you. Ayo kita cari hotel di dekat sini," jawab Given berbisik di telinga sang suami tampannya.
Kenzo tersenyum mendengar ucapan Given yang menggodanya itu.
"Ayo," jawab Kenzo yang jelas saja tak akan menolak hal itu.
Kenzo kemuidan menarik tangan Given keluar dari toko itu.
"Kau semangat sekali," sahut Given.
"Kita sudah beberapa jam tak bercinta dan aku sudah merindukanmu," jawab Kenzo.
__ADS_1
Given tertawa pelan mendengarnya dan mereka berjalan ke hotel yang kebetulan ada di seberang toko itu. Meskipun hanya hotel kecil, tapi arsitekturnya yang vintage membuatnya terlihat indah dan artistik.
Kenzo memesan kamar hotel yang berada di lantai tiga dan setelah itu mereka menaiki lift mini ke atas. Kenzo memagut bibir Given di dalam lift tersebut dan Given menyambutnya hingga punggungnya menempel di dinding lift.
TING
Pintu lift terbuka dan mereka pun pergi ke kamar mereka dengan langkah tergesa. Sesekali Kenzo kembali menyesap bibir sang istri hingga mereka menemukan kamar yang disewanya.
BRAK!!
Kenzo menutup pintunya dengan cepat dan keras karena ia menutupnya menggunakan kakinya.
"Pemilik hotel ini bisa mengusirmu karena kau bisa membuat pintunya rusak," ucap Given.
"Aku bisa membeli hotel ini," sahut Kenzo dan mengangkat Given ke atas ranjang yang tak terlalu besar itu tapi terlihat nyaman.
Given tertawa dan Kenzo dengan cepat membuka pakaian Given. Dan Given pun ikut membuka pakaian Kenzo hingga mereka segera menuntaskan hasrat mereka hari itu sebelum melanjutkan perjalanan lagi.
*
*
Given menatap ke arah Kenzo ketika mereka baru saja menyelesaikan ritual percintaan panas mereka. Wanita itu mengusap lembut pipi Kenzo.
Kenzo kemudian memegang tangan Given dan mencium telapak tangannya.
"Apakah kita harus bermalam di sini saja?" tanya Given.
"Terserah kau saja. Aku mengikuti semua maumu," jawab Kenzo dan menarik pinggang Given agar lebih mendekat padanya.
__ADS_1
Given memeluk Kenzo dan mengecupi lehernya.
"Baiklah, kita menginap semalam saja. Aku mendengar ada pesta rakyat malam ini di dekat sini. Kita ke sana saja," ucap Given mendongak ke arah wajah Kenzo.
"Oke," sahut Kenzo dan mengecup bibir Given yang masih memerah dan membengkak akibat lumataaannya tadi.
*
*
Given dan Kenzo tampak berjalan bersama keluar dari hotel menuju ke tempat di mana pesta rakyat diadakan.
Mereka bergandengan tangan dan beberapa turis serta warga lokal tampak berbondong - bondong ke arah lapangan kota.
"Lumayan ramai. Aku suka sekali suasana ramai," ucap Given.
Kenzo tampak biasa saja menanggapinya karena ia sebenarnya tak terlalu suka tempat ramai dan Given tahu hal itu.
"Kita hanya sebentar saja di sana," ucap Given tersenyum dan mencium pipi Kenzo.
Kenzo tersenyum dan merangkul bahu istri cantiknya dan mereka berjalan menuju lapangan.
*
*
Yuuukk pantengin novel author yang baru
Judul LOVE AT THE OZ INN (Cinta di penginapan Oz)
__ADS_1
cerita dari Grey Stone Robert (Anak Blue - Honey) dan Ozira Olsen