
LescaThor 60
"Ada apa?" tanya Thor pada Lesca.
"Bam mobilku bocor dan aku sedang menelepon temanku di rumah sakit untuk menjmeputku," jawab Lesca.
"Naiklah, aku akan mengantarmu," kata Thor.
Lesca akhirnya masuk ke dalam mobil Thor. Lalu Thor melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Lesca melihat jam di ponselnya.
"Bisakah lebih cepat lagi? Ada operasi yang harus kulakukan sebentar lagi," kata Lesca.
Thor langsung menginjak pedal gasnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa menjawab ucapan Lesca.
Lalu ponsel Lesca berbunyi dan dia mengangkatnya.
"Lima menit lagi aku sampai. Siapkan semuanya," kata Lesca pada seseorang di seberang telepon.
"Keadaannya tak stabil, Dokter. Semuanya menurun," jawab sang perawat.
"Aku akan datang sebentar lagi. Panggil semua dokter yang bertugas pagi ini," kata Lesca.
"Dokter Simon dan Dokter Bernard sudah turun tangan," jawab perawat.
"Baiklah, sebentar lagi aku akan sampai," jawab Lesca dan menutup sambungan teleponnya.
*
__ADS_1
"Bisakah lebih cepat lagi?" kata Lesca menoleh pada Thor.
"Lihatlah di depan cukup ramai. Kau mau aku menabrak mobil di depan?" kata Thor sedikit membentak.
"Tak perlu membentakku!!" Sahut Lesca ikut emosi.
"Oh my ... Aku tak membentakmu dan justru kau yang membentakku," jawab Thor.
"Aku berhenti di sini saja. Sudah dekat dan aku bisa berlari ke sana," kata Lesca.
"Up to you," sahut Thor dan menepikan mobilnya.
Lalu Lesca keluar dari mobil dan berlari di trotoar.
"Mengapa dia selalu membuatku kesal?" gumam Thor.
Entah mengapa Thor selalu kesal jika melihat lesca karena selalu mengingatkannya dengan peristiwa masa lalu mereka.
*
"Kau akan menikahinya, Thor?" tanya Rex yang kini duduk bersama Thor di beranda depan.
"Hmm," jawab Thor sambil fokus pada laptopnya.
"Kau serius?" tanya Rex lagi.
"Hanya demi Given dan mommy juga pasti menyuruhku untuk menikahinya," kata Thor.
"Kau masih membencinya?" tanya Rex.
__ADS_1
"Susah kuungkapkan dengan kata - kata," jawab Thor santai.
"Sudahi rasa bencimu padanya. Setidaknya dia sudah melahirkan anakmu dengan selamat, bukan? Ingat Thor, kala itu dia masih 19 tahun dan masih sangat labil. Berbeda denganmu yang sudah matang," kata Rex mengingatkan sang kakak.
Thor hanya diam dan tak menanggapinya apa pun.
"Thor ..." ucap Rex lagi.
"Aku sedang fokus bekerja dan jangan menggangguku," jawab Thor.
"Kau belum memeriksakan lukamu ke rumah sakit, Thor," kata Rex mengalihkan pembicaraan.
"Lukanya sudah mulai mengering," jawab Thor.
"Itu masih berdarah dan kau membiarkannya," kata Rex.
"Kau cerewet sekali, Rex. Ini bukan pertama kalinya aku terluka. Semakin lama kau menjadi seperti mommy saja," jawab Thor.
"Ck, dan kau semakin keras kepala seperti mommy juga," sahut Rex.
"Akan kuadukan kalian pada Aunty Lara," kata Lemony yang sudah ada di pintu depan.
Thor dan Rex tertawa pelan. Rex menarik tangan Lemony dan mendudukkan wanita itu di atas pangkuannya.
"Masuklah ke kamar jika ingin bermesraan. Jangan di sini," ucap Thor ketika Rex mulai mencium bibir Lemony.
Rex tak menggubris ucapan Thor dan tetap mencium Lemony di beranda.
"Oh God ..." ucap Thor dan membawa laptopnya ke dalam rumah.
__ADS_1
*
Siang menjelang, Thor bersiap untuk menjemput Given dan akan memenuhi janjinya untuk mengajak sang putri ke taman bermain.