HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 31


__ADS_3

Given 31


Kenzo berdiri pas di belakang Given dan itu dalam jarak yang terbilang sangat dekat.


Dua pria di belakang mereka tampak sedikit maju dan Kenzo memiliki firasat yang tak enak tentang dua pria itu.


Lalu Kenzo berbisik di telinga Given.


"Kau kiri, aku kanan," bisiknya.


Given mengerutkan keningnya seakan mengerti apa yang dimaksud oleh Kenzo.


Dan benar adanya, salah satu pria yang berbadan besar tampak akan memegang tangan Given tapi Kenzo memegang erat pergelangan tangannya dan membenturkan punggung pria itu ke dinding lift.


BRAK BRAK!!


Given menoleh ke arah kiri dan menarik tangan pria yang akan menyerang Kenzo lalu membanting tubuhnya di atas lantai lift.


BRAK!!


"Siapa pemilik apartemen jelek ini? Benar benar tak aman jika sampai pria pria seperti mereka memiliki unit apartemen di sini," ucap Kenzo.


"Hei, fokuslah pada pria ini, bukan apartemennya!!!" protes Given sembari menginjak tangan pria di bawahnya dengan sandal high heels nya yang tajam.


"SHIITTT!! LEPASKAN AKU!!" teriak pria di atas lantai itu.


Kenzo mencekik leher pria satunya lagi dengan lengan besarnya.

__ADS_1


TING


Pintu lift terbuka dan Kenzo membawa pria itu lalu menghempaskan tubuhnya di atas lantai.


Sedangkan pria satunya lagi, tak berkutik ketika Kenzo mengangkatnya juga dan mendorongnya ke luar.


Tak lama kemudian Given memanggil security dan dua pria itu ditangkap oleh security.


"Siapa mereka?" tanya Given karena tak pernah melihat kedua pria itu di sekitar apartemennya sebelumnya.


"Kami juga tak tahu, Nona. Nanti kami selidiki," sahut petugas security itu.


Lalu Given pun pergi dari sana dan Kenzo mengikutinya dari belakang.


"Berapa sewa apartemen ini? Apakah kau perlu mess mewah untuk tempat tinggalmu? Sepertinya di sini tak aman," ucap Kenzo.


"Tapi di sini tak aman sepertinya. Dua pria tadi lolos dari pengawasan security," sahut Kenzo sembari memencet remot kunci mobilnya.


"Aku sangat bisa mengatasinya," sahut Given.


"Hari buruk tak ada di kalender," jawab Kenzo.


"Kau mengkhawatirkanku?" tanya Given.


"Ya, kau pegawaiku yang cukup penting saat ini. Aku akan repot di perusahaan jika kau sampai tak masuk bekerja," jawab Kenzo.


"Ck," decak Given dan masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


Lalu Kenzo menyalakan mesin mobilnya dan kemudian melaju cepat menuju restoran sesuai instruksi dari Given.


Tak sampai lima belas menit, mereka tiba di sebuah restoran mewah. Mereka turun dari mobil dan Kenzo memberikan kunci mobilnya pada petugas valet.


Lalu Kenzo berjalan di belakang Given yang jalan terlebih dahulu menaiki tangga.


Given berhenti sebentar di depan pintu dan tampak menghela nafasnya perlahan.


Tanpa Given duga, Kenzo menggandeng tangan dan membawanya masuk ke dalam.


"Kau berdoa terlebih dulu di depan pintu?" tanya Kenzo.


"Jerk!!" bisik Given kesal.


Kenzo merasakan keringat dingin di tangan Given dan ia tahu apa yang dirasakan oleh Given saat ini. Itulah mengapa ia menggandeng tangan wanita cantik itu.


"Di sana," ucap Given pada Kenzo.


Kenzo melihat ke arah pandangan mata Given. Kenzo melihat Steven dan istrinya di sana.


Lalu mereka berdua berjalan menuju meja itu Steven dan senyum Given pun tersungging tipis ke arah Steven dan istrinya.


"Apakah aku perlu berakting?" bisik Kenzo di telinga Given sembari berjalan.


"Terserah kau saja asal jangan membuatku malu atau aku akan pergi dari perusahaanmu," jawab Given pelan di dekat telinga Kenzo.


Mungkin bagi orang awam, akan melihat mereka berdua seperti sepasang kekasih yang saling berbisik mesra, tapi dalam kenyataannya mereka lebih seperti kucing dan tikus yang selalu bertengkar.

__ADS_1


TO BE CONTINUE ...


__ADS_2