HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 36


__ADS_3

Given 36


"Kau tahu? Aku sedang ingin memukul sesuatu malam ini," ucap Given sambil masih saling bertatapan dengan Kenzo.


"Memukulku?" tanya Kenzo.


"Sangat menyenangkan bisa memukulmu dan membuat hidungmu patah," sahut Given dan masih menatap mata tajam itu.


Kenzo hanya tersenyum miring dan mereka masih saling bertatapan.


"Kau tampan juga," ucap Given lirih.


"Kau mulai terpesona padaku?" tanya Kenzo yang kini jarak wajah mereka semakin dekat.


"Aku tak semudah itu terpesona pada seorang pria tampan karena itu bukan point utamaku," jawab Given.


"Jadi seleramu seperti Steven yang tak tegas itu?" tanya Kenzo seolah seperti mengejek Given.


"Yang pasti seleraku bukan pria sepertimu," jawab Given.


"Ck ck ck ... Kita lihat saja nanti," sahut Kenzo.


"Begini, bukankah sejak awal kau tak suka kudekati atau mendekat padaku? Mengapa kau selalu menempel padaku? Kau mulai menyukaiku?" tanya Given.


Kenzo tertawa kecil mendengar hal itu.


"Kau pegawaiku yang masih sangat berguna bagiku. Jadi aku akan selalu menempel padamu meskipun sebenarnya ini bukan gayaku," jawab Kenzo.

__ADS_1


"Oh ya? Kau terlalu meremehkanku, Tuan Angkuh," sahut Given yang semakin mendekatkan wajahnya pada Kenzo dan menatap mata tajamnya itu.


"Fiiuuhh ... Kau tetap tak menyerah sepertinya. Aku tak akan mudah takluk pada siapa pun," sahut Kenzo.


"Aku belum merasakan apa pun padamu," ucap Kenzo lirih dan melihat bibir Given.


"Aku juga," sahut Given.


TIN TIN


Bunyi klakson itu membuat mereka berdua memundurkan tubuhnya hingga akhirnya Given keluar dari mobil Kenzo.


"Tunggu saja, kau tak akan bisa meremehkanku," kata Given menantang dan menutup pintu mobil Kenzo.


Lalu Kenzo menjalankan mobilnya kembali karena di belakangnya ada mobil yang akan lewat.


"Oke, let's see," gumam Kenzo dan melajukan mobilnya menuju ke mansionnya.


*


*


Given segera bangun dan cepat cepat mandi untuk berangkat ke kantor.


"Wait, untuk apa aku terburu buru? Biar saja aku terlambat agar di akan cepat memecatku," gumamnya sambil menyikat giginya.


Given keluar sebentar dan menyalakan musiknya dengan sedikit keras.

__ADS_1


Given kembali lagi ke dalam kamar mandi dan berlama lama di dalam sana sambil menyanyi di bawah shower.


Setelah satu jam berada di kamar mandi, Given keluar hanya dengan menggunakan handuknya.


"OH MY GOD!!! KAUUUU!!" teriak Given ketika melihat Kenzo sudah ada di ambang pintu kamarnya.


"Apa kau pikun, Given? Hari ini kita ada meeting penting dan ini untuk kedua kalinya aku harus menjemputmu kemari. Aku bahkan seperti asisten yang menjemput bos nya," sahut Kenzo.


"Meeting? Ah ya, aku lupa," jawab Given sambil mengingat ingat.


"Tapi kau tetap tak boleh masuk seenaknya. Wait, aku sudah mengganti kode pin pintuku, lalu mengapa kau masih bisa masuk?" tanya Given.


"Itu keahlianku," jawab Kenzo.


"Kau mantan perampok?" sahut Given sambil berjalan masuk ke dalam walk in closet.


Lalu Kenzo berjalan dan Given menoleh ke arahnya.


"Stop di sana dan keluarlah. Kau mau menggantikan bajuku?" ucap Given dengan wajah kesalnya.


"Jika kau mau, why not? Tak akan kutolak," sahut Kenzo.


"Ternyata kau mesum juga. Kupikir kau pabrik es," ucap Given.


"Keluar sekaran dan aku akan segera bersiap siap," lanjut Given.


"Oke, jangan terlalu lama atau aku akan__"

__ADS_1


"Aku sudah tahu ancamanmu. Pergilah dan biarkan aku memakai baju dengan tenang," ucap Given.


Lalu Kenzo berbalik dan keluar dari kamar Given.


__ADS_2