
Lesca Thor 89
"Kau yakin kita akan pergi ke pesta Burton?" tanya Thor.
"Ya, dia sahabatku dan tak masalah jika bertemu dengan banyak mantan mu di sana," jawab Lesca sembari merias wajah cantiknya.
Thor mengecupi punggung Lesca yang terbuka di mana kini Lesca duduk di atas pangkuan Thor sembari berdandan.
"Kapan kau akan mengganti bajumu, Honey?" tanya Lesca sambil memakai lipstiknya.
"Sebentar lagi," jawab Thor yang masih enggan melepaskan pelukannya pada sang istri.
"Kau membuat gerakku terbatas. Aku tak bisa berdandan," ucap Lesca.
"Aku suka wangimu. Membuatku ingin bercinta kilat denganmu," sahut Thor.
Lesca tertawa pelan.
"Burton benar, kau sudah benar benar gila padaku," ucap Lesca.
"Hmm," sahut Thor dan menggigit kecil bahu Lesca.
"Don't disturb me, please," ucap Lesca.
"I can't," sahut Thor yang masih ingin bermanja ria bersama sang istri.
Lalu Lesca melepaskan tautan tangan Thor yang melingkar di perutnya.
"Given saja tak seperti ini," ucap Lesca.
__ADS_1
Thor tertawa pelan.
"Given lebih suka memegang ini," sahut Thor sembari memegang dada Lesca.
"Oh God ..." Lesca melepas tangan Thor yang semakin nakal meraba tubuhnya yang hanya memakai handuk itu.
Lalu Lesca beranjak dari pangkuan Thor dan berjalan menuju ke arah walk in closet di mana gaunnya sudah siap di sana.
"Honey, kau memindah gaunku?" tanya Lesca ketika tak melihat gaun yang sudah disiapkan tadi di sana.
"Gaun itu terlalu terbuka dan aku tak suka kau memakainya," jawab Thor.
"Terbuka? Itu hanya__"
"Itu sangat terbuka, Sayang. Dadamu hampir terlihat semuanya dan aku tak suka," jawab Thor memotong ucapan Lesca.
"Tapi itu gaun yang baru kubeli," ucap Lesca.
Lesca berdecak dan mencebik kesal.
Meskipun begitu Lesca tetap mengikuti perintah Thor.
Akhirnya Lesca memakai baju hitam yang membuat kaki jenjangnya terlihat indah dengan model bagian atasnya sedikit tertutup.
Lesca membuka sedikit belahan baju di bagian dadanya itu dan ketika Thor melihatnya, pria itu menaikkannya kembali resleting di bagian itu.
"Honey ..." Lesca melihat ke arah Thor.
"Kau akan tetap cantik meskipun tertutup," ucap Thor tersenyum dan mengecup bibir bergincu merah itu.
__ADS_1
"Dan di pesta akan banyak wanita yang membuka pakaiannya lebih vulgar dari pada yang kupakai. Dan kau akan melihat hal itu," sahut Lesca.
"Aku tak akan berpaling darimu. Sungguh," ucap Thor sembari mengancingkan kemejanya.
Rambutnya yang basah membuat penampilang pria itu tampak seksi dan Lesca tak bisa mengabaikannya.
Lesca mendekatinya dan mencium lehernya.
"Kau ingin bercinta sebentar?" tanya Thor.
Lesca tertawa kecil.
"Setelah pesta saja," jawab Lesca.
"Di dalam mobil? Itu akan seru," sahut Thor sembari memasang celananya.
"Boleh juga," jawab Lesca.
"Kau memakai baju yang pas agar aku tak terlalu susah membuka bagian bawahnya," ucap Thor.
Lesca kembali tertawa dengan ucapan Thor yang selalu vulgar itu.
"Aku akan melihat Given sebentar. Tadi dia sudah tidur," ucap Lesca mengecup bibir Thor dan berjalan keluar dari kamar.
"Hmm, nanti aku tunggu di ruang tamu," jawab Thor.
Lesca memasuki kamar sang putri yang berada tepat di sebelahnya.
Dan Given tampak sudah tertidur lelap. Ada pelayan yang menunggunya selama Lesca dan Thor pergi ke pesta.
__ADS_1
Lalu Lesca kembali menutup pintu kamar sang putri dan menunggu di ruang tamu.