HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT

HOT AFFAIR AT JUST ONE NIGHT
Season 2 - 54


__ADS_3

Given 54


"Morning," sapa Given ketika melihat Kenzo baru bangun dari tidurnya karena semalam pria itu menginap di apartemen Given.


"Morning," sahut Kenzo dengan suara seraknya sembari bersandar di kursi sofa, tempat dirinya tidur semalam.


Mata pria itu melihat ke arah Given yang sedang berada di dapur.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Kenzo.


"Membuat pancake. Kau mau?" kata Given.


"Tidak, aku harus segera ke perusahaan," jawab Kenzo dan beranjak dari kursinya.


Pria itu berjalan menuju dapur dan mendatangi Given lalu mengecup bibirnya.


"Aku pergi dulu," ucap Kenzo.


"Hmm, semua dokumennya sudah kusiapkan di meja," jawab Given tersenyum.


"Kau ternyata sangat manis," sahut Kenzo.


"Aku cukup jinak jika kau tak menyenggolku," kata Given dan membuat Kenzo tersenyum.


Lalu pria itu kembali mencium bibir Given dan memagutnya sedikit lama hingga akhirnya dia pun berpamitan.


"Be careful," ucap Given.


"Hmm, bye. Nanti aku akan kemari lagi setelah pulang dari perusahaan," jawab Kenzo.

__ADS_1


"Ya," sahut Given tersenyum.


Lalu Kenzo pun pergi dari sana. Dia juga memastikan bahwa Steven sudah tak ada di sekitar apartemen Given pagi itu.


Kenzo bahkan sampai menyuruh anak buahnya untuk mengawasi apartemen Given dan tampaknya Steven belum pulang kembali ke Amerika karena tak ada datanya di bandara untuk kepulangannya hari ini.


*


*


Given hanya seharian saja di rumah dan tak melakukan apa pun kecuali menonton televisi.


"Aku bosan dan benar benar bosan. Ini level tertinggi dari rasa bosanku. Aku akan ke supermarket di seberang saja dan membeli beberapa bahan makanan," gumam Given.


Lalu Given pun mengganti bajunya dan kemudian keluar dari kamar apartemennya. Karena sudah lama tak berbelanja, Given akan sedikit lama menghabiskan waktu di supermarket.


Given berjalan santai dan memasukkan tangannya ke dalam coat nya karena angin cukup dingin.


Dan beberapa menit kemudian, Given pun tiba di supermarket. Beberapa anak buah Kenzo tampak berjaga di depan supermarket dan Given tak tahu tentang hal ini.


*


*


Given memilih banyak barang serta bahan makanan yang akan dibelinya meskipun ada beberapa barang yang tak terlalu dibutuhkannya.


Hanya untuk mengusir rasa bosannya itu, Given menghabiskan waktu yang cukup lama di supermarket.


"Given," panggil Steven yang ternyata sudah ada di samping Given dan itu membuat Given terkejut.

__ADS_1


Given melihat ke arah Steven.


"Kakak? Kau di sini?" tanya Given.


"Aku ingin menemuimu sejak kemarin tapi pria itu menghalangiku," jawab Steven.


"Kenzo maksudmu?" tanya Given.


"Ya, dia bahkan memukulku," jawab Steven.


"Dia hanya menjagaku," sahut Given.


"Ada apa?" tanya Given.


"Bisakah kita bicara sebentar saja?" tanya Steven.


"Bukankah aku sudah bilang bahwa sebaiknya kita tak bicara atau bertemu lagi? Aku menghormati perasaan Lillia," sahut Given.


"Kami sudah bercerai. Maksudku aku sudah mengajukan cerai dan sedang dalam proses pengadilan," jawab Steven.


"What??" sahut Given kaget.


"Aku tak mencintainya, Given. Kau tahu itu. Aku menikahinya karena kesalahan yang kami buat malam itu. Aku hanya mencintaimu," kata Steven.


PLAK


Given menampar keras pipi Steven dan menatapnya tajam.


"Kau pikir aku akan salut padamu setelah melakukan hal itu pada Lillia? Dia wanita yang baik, Kak. Dan kau sangat beruntung bertemu dengannya. Dan kesalahan itu sudah menjadi benih di dalam rahim Lillia yang akan menjadi anakmu. Kau tak memikirkan hal itu? Kau benar benar egois," marah Given.

__ADS_1


__ADS_2