
Lesca Thor 91
Thor mendorong pelan tubuh Lesca ke dinding kamar hotel yang dipesannya baru saja.
Pria itu membuka resleting depan baju Lesca di bagian depannya dan seketika baju itu terbuka hingga akhirnya jatuh ke lantai.
Lesca tertawa kecil dan Thor kembali mencium bibir merah yang menggoda itu. Thor mengangkat tangan Lesca dan menempelkannya ke dinding di atas kepalanya.
Thor menciumi leher jenjang itu dan tangannya kembali bermain di area pangkal paha Lesca yang sudah tak tertutup apapun lagi.
"Aaahhh ..." Lesca melenguh panjang dan tubuhnya seakan lemas jika Thor tak menahan pinggangnya.
Lesca membuka jas dan kemeja Thor dengan cepat. Lesca pun menciumi dada dan leher Thor dengan tangan yang masih bergerak membuka kancing celana Thor.
Lalu Thor mengangkat Lesca dan membawanya ke atas ranjang hotel.
Ya, mereka sudah berada di dalam kamar hotel di mana pesta Burton diadakan.
Thor memilih memesan kamar hotel dari pada melakukannya di dalam mobil karena membuatnya tak leluasa bergerak.
Mereka sama sama melakukan hal ini dengan penuh gairah yang tak seperti biasanya.
Lesca bergerak liar, begitu juga dengan Thor.
Tubuh Thor bergerak maju mundur ketika mengangkat kaki indah Lesca ke atas dadanya.
Suara lenguhan keduanya seakan saling berkejaran dan bersahutan di kamar hotel yang hening itu.
Setelah cukup lama bergulat, Lesca dan Thor pun menyelesaikan pergulatan panas itu.
"Minggu depan kita berangkat bulan madu," ucap Thor lirih dengan masih memeluk tubuh polos sang istri.
__ADS_1
"Hmm," jawab Lesca sembari mengusap rambut Thor.
"Kau sudah bilang pada mommy tentang hal ini?" tanya Lesca.
"Ya, Mommy masih berada di Paris menemui Aunty Thea. Besok lusa akan ke Swiss," jawab Thor.
"Ayo, kita pulang. Ini sudah menjelang tengah malam," ucap Lesca beranjak dari ranjang yang sudah berantakan itu.
*
*
Kini Thor dan Lesca sudah berada di mobil dalam perjalanan pulang ke mansion mereka.
"Pria itu menyukaimu?" tanya Thor.
"Hmm," jawab Lesca apa adanya.
"Sejak kapan?" tanya Thor.
"Sejak aku hamil," jawab Lesca.
"Jadi dia teman kuliahmu?" tanya Thor.
"Ya, dia pria yang baik dan selalu membantuku," jawab Lesca.
Thor melihat ke arah Lesca.
"Aku tak suka mendengarnya," ucap Thor.
"Sorry," jawab Lesca dan mengecup bibir Thor.
__ADS_1
"Kau memberi harapan padanya?" tanya Thor.
"Tidak pernah, karena fokusku hanya belajar dan juga Given," jawab Lesca.
"Besok aku akan memastikan dia tak ada di rumah sakit Burton," ucap Thor.
"Kita bicarakan ini besok, oke?" sahut Lesca.
"Aku tak ingin dia bekerja di rumah sakit yang sama denganmu," kata Thor dengan tegas.
"Kami tak akan sering bertemu karena jurusan kami berbeda," ucap Lesca.
"Tapi kalian tetap akan bertemu, kan?" sahut Thor.
"Oh my ... Kau sangat pencemburu, Honey," jawab Lesca.
"Ya, aku sangat posesif dengan apa yang sudah menjadi milikku," sahut Thor.
"Kita bicarakan hal ini besok saja, please," kata Lesca.
"Tidak, aku akan menegaskannya sekarang. Kau tak boleh bekerja di satu rumah sakit yang sama dengannya. Jika Burton tetap mempekerjakannya maka dia tahu konsekwensinya," jawab Thor.
"Kau mengerikan," sahut Lesca.
"Kau keberatan?" tanya Thor.
"Entahlah," jawab Lesca.
Thor menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Honey, mengapa kau berhenti?" tanya Lesca.
__ADS_1
"Aku ingin menegaskan ini padamu. Jika dia bekerja di sana, maka kau harus mencari rumah sakit lain atau aku bisa membuatkanmu sebuah rumah sakit sendiri," jawab Thor.
'Huuufffttt ..." Lesca hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keposesifan suami tampannya itu.