Hujan Dan Kamu

Hujan Dan Kamu
ULANG TAHUN PERUSAHAAN.


__ADS_3

💌 HUJAN DAN KAMU 💌


 


🍀 HAPPY READING 🍀


.


.


Usia perusahaan yang menembus tiga dekade merupakan perjalanan yang panjang dan patut mendapatkan apresiasi. Beberapa badai krisis pernah menerpa perusahaan ini. Dan sempat menggoyahkan namun berhasil dilewati dengan baik. Perusahaan telah berbenah, visi dan misi ditetapkan dan dijadikan motivasi untuk terus bekerja keras dan berinovasi. Kini, perusahaan terus menanjak naik semenjak dipegang Levin Horald. Ia selalu berusaha bersama seluruh lapisan karyawan meraih target tertinggi yang pernah ditentukan sebelumnya.


Bagi seluruh karyawan yang mencintai perusahaannya, Horald company anniversary menjadi salah satu event yang paling ditunggu-tunggu. Dibalik semarak kegembiraan ulang tahun, perayaan tidak akan sukses jika tidak dihandle dengan baik. Umumnya perusahaan besar menggunakan jasa event organizer favorit untuk merayakan ulang tahun Horald company. Perusahaan besar ini menyiapkan seluruh rangkain pesta termasuk temanya secara mandiri.


Levin sudah rapi menggunakan tuxedo serta rambutnya sudah disisir rapi. Hitam dan mengkilap. Tidak tertinggal pula sepatu Oxford limited dan jam tangan yang bermerek, turut menyempurnakan penampilannya. Tampan berwibawa dan berkuasa itu yang nampak dari sosok dari Levin di setiap langkahnya.


Levin Horald dan Desmond memasuki gedung Pencakar langit. Kedatangan mereka sudah ditunggu. Para manager personal, manager pemasar, dan manager pabrik serta para devisi sudah berjejer rapi untuk menyambut kedatangan Levin Horald, mereka menundukkan kepala menyambut direktur utama Horald company. Tamu istimewa hari datang menghampirinya, dengan ramah menjabat tangannya.


"Selamat malam, tuan Horald. Senang bertemu dengan anda kembali. Suatu kehormatan bagi kami menerima undangan penting dari perusahaan anda." ucap lelaki itu dengan senyum lebar, sambil menjabat tangan Levin dengan erat.


"Terima kasih tuan Berlando, kami sangat berterima kasih atas kehadiran anda memenuhi undangan kami. Senang bertemu dengan anda kembali." Jawab Levin dengan senyum ramahnya.


Mereka pun berjalan beriringan meninggalkan ruangan lobi, dan masih diikuti para manager dan para devisi yang akan mengikuti acara ulang tahun Horald company.


Levin sudah memikirkannya dengan baik.


Setiap undangan penting seperti ini agar kerjasama yang dilakukan Horald company tetap berjalan dengan baik. Di samping itu


Pertemuan ini juga untuk meningkatkan hubungan bisnis dan investasi dengan perusahaan yang ada di Inggris.


Ini adalah acara tahunan yang dilakukan perusahaan Horald company untuk berpartisipasi agar perusahaan dengan yang lainnya mendapatkan lebih dukungan untuk kontribusi diaspora di Inggris untuk menghadapi tantangan baru di dunia bisnis.


Tap...tap...


Tap...!


Levin memperlambat langkahnya saat melihat Alessa sedang berdiri di sana bergabung dengan karyawan lainnnya untuk menyambut kedatangan direktur utama sekaligus pemilik saham terbanyak di rumah sakit mitra. Debaran itu kembali menggelitik hatinya. Wanita yang kini berhasil mencuri hatinya.


DEG


DEG


DEG

__ADS_1


Debaran jantung Levin semakin kencang saat Alessa tersenyum sambil menundukkan kepalanya dengan singkat. Seperti gerakan slow motion, Levin terus memperhatikan Alessa. Ia tidak ingin melewatkan pemandangan itu.


GLEK!


Levin menelan salivanya gugup. Perasannya benar-benar campur aduk saat ini. Ia membuang napas panjang lewat mulut sambil mengepalkan tangannya dengan erat.


"Apakah cinta ini semakin besar untukmu Alessa? Kenapa debaran-debaran ini semakin membuncah dan semakin membuatku sulit untuk bernapas."


Alessa tampak cantik dan elegan malam ini. Rambutnya dibuat dengan gaya Sleek Low Ponytail dan anting panjang menyempurnakan penampilannya. Lehernya terlihat jenjang dengan kalung perak yang terlihat mengkilap dan manis melingkar. Tidak seperti biasa, Alessa yang selalu menggunakan jas putih panjangnya. Gaun merah darah menjuntai hingga ke lantai begitu pas di tubuhnya. Belahan di sisi memperlihatkan betapa seksi kaki wanita itu. Belum lagi bahu yang terbuka. sungguh pun Levin terdiam dalam waktu yang lama. Pandangannya tak mau lepas dari wanita cantik itu.


Ah seandainya Alessa tahu bahwa ia mencintainya. Mungkin Levin akan menjadi lelaki paling bahagia di dunia ini.


"Silakan lewat sini, tuan." ucap Desmond melangkah lebih dulu mendahului Levin dan tuan Berlando.


Levin sesaat mengerjap lalu mendehem untuk menetralkan konsentrasi dan suaranya.


"Oh, baik. Terima kasih Desmond." ucapnya kemudian.


Desmond membukakan pintu itu.


CEKLEK!


Pintu terbuka. Daun pintu langsung di dorong Desmond agar terbuka lebih lebar. Ia menahannya dan segera mempersilakan para tamu masuk. Levin tersenyum kepada tamu yang sudah datang lebih dulu.


"Selamat malam, tuan Horald." Ia mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Selamat malam juga pak. Senang bertemu dengan anda." Levin ikut tersenyum.


"Saya sudah banyak mendengar tentang anda. Anda lelaki pekerja keras dan banyak disukai para karyawan lainnnya." Ucap salah satu pria yang tersenyum kepada Levin.


"Terima kasih atas pujiannya pak, semua ini berkat kerjasama yang baik dengan mereka, tanpa mereka juga saya tidak ada apa-apanya." Kata Levin mempererat jabatan tangannya.


"Usaha memang tak mengkhianati hasil, tuan Horald."


Levin tersenyum. "Benar pak, jika kita lakukan dengan sungguh-sungguh pasti usaha kita tidak akan mengecewakan." jabatan tangan mereka terlepas.


Levin kembali berjalan menyalami tamu undangan yang lain. Selesai menjabat tangan, mereka pun membicarakan seputar bisnis, yang marak diperbincangkan atau pun pendapat-pendapat lain terkait investasi, modal, pasar yang bersinabungan dengan hal itu.


Tepat pukul tujuh malam. Acara pun di mulai. Pemotongan kue ulang tahun yang ke 31 setinggi 2 meter menggunakan pedang yang dihias bunga pun berlangsung dengan baik. Levin pun memotongnya dan membagi-bagikannya. Semua tamu undangan bisa merasakan kemeriahan acara pesta ulang tahun sambil menyanyikan happy birthday.


Usai pemotongan kue ulang tahun. Levin diberi kesempatan untuk memberikan kata sambutannya di acara ulang tahun perusahaan Horald company. Levin berjalan ke arah podium yang tersedia di dalam ruangan itu.


Levin tersenyum dan sedikit menundukkan kepalanya untuk memberi hormat. Suasana seketika hening. Ia pun memulai pidato singkatnya.

__ADS_1


"Selamat malam semuanya," ucapnya membuka kata sambutan.


"Terima kasih buat tamu undangan yang telah hadir malam ini. Sangat bangga rasanya di hari yang berbahagia ini untuk ke 31 kalinya kita dapat berkumpul bersama merayakan ulang tahun perusahaan kita tercinta...." Levin berhenti di ujung kalimatnya. Matanya sudah berkaca-kaca. Mungkin ini adalah air mata kebahagiaan, karena sejauh ini perusahaan Horald company masih dipandang baik oleh berbagai negara. Ia kemudian menegakkan badannya dan tersenyum lagi.


"Maaf saya terharu." Ucap Levin. Alessa ikut tersenyum di sana. Ia menunduk sejenak, lalu menatap ke arah lelaki yang berdiri di atas podium itu.


"Sudah 31 tahun berdiri hingga saat ini, perusahaan Horald company senantiasa bergerak untuk terus maju dan selalu selaras dengan kebutuhan jaman. Melalui berbagai upaya yang telah dilakukan sejak awal perusahaan berdiri, sampai hari ini sudah ratusan bahkan ribuan keluarga yang ekonominya menjadi terbantu dan menjadi sejahtera berkat komitmen Horald company yang ingin tumbuh besar dan sukses bersama para karyawannya..." Levin kembali menahan sejenak kalimatnya. Semua orang ikut tersenyum dan menatap ke arah Levin. Mereka masih menunggu direktur utama itu melanjutkan kata-katanya.


"Buat kalian semua, rasanya di hari ulang tahun perusahaan yang ke 31 tahun ini, tidak muluk-muluk, karena sumbangsih yang luar biasa dari kalian semua, baik itu sumbangsih tenaga dan juga pikiran yang kalian berikan, saat ini di usia perusahaan menginjak 31 tahun, kita telah meraih berbagai prestasi dan menjadi salah satu perusahaan terbaik. Harapan saya, semoga kedepannya perusahaan yang telah menjadi rumah bagi kita bersama ini dapat semakin bertumbuh menjadi perusahaan yang semakin unggul di bidangnya. Terima kasih saya ucapkan untuk kalian semuanya dan selamat menikmati hidangan yang tersedia." Levin keluar dari podium, lalu menundukkan tubuhnya sembilan puluh derajat.


Tepuk tangan terdengar di dalam ruangan itu. Tatapan haru terpencar dari wajah setiap orang yang mendengarkan perkataan Levin Horald. Acara makan malam pun berlangsung dengan iringan lagu yang dinyanyikan tamu undangan.


Begitu selesai berjabat tangan dan mengucapkan selamat atas kesusksesan Horald company. Dan berbagai sesi foto berlangsung dengan baik. Para tamu undangan akhirnya pulang satu persatu. Yang tertinggal beberapa karyawan Horald company untuk mengisi acara hiburan.


Levin tersenyum saat melihat Alessa sedang sibuk mengutak-atik handphonenya. Ia pun melangkah membawakan dua gelas berisikan wine di tangannya.


"Kamu cantik sekali malam ini, dokter Alessa." ucapnya beserta segurat senyum.


"Eh?" Alessa terkejut saat melihat Levin sudah berdiri di depannya.


Levin menatap Alessa dari ujung kepala sampai ke ujung kaki. Tangan Levin mengulur memberikan gelas yang berisikan wine kepada Alessa. "Ini untukmu,"


"Ah ..terima kasih, tuan." Alessa merasa tidak nyaman saat semua mata tertuju ke arah mereka.


Tiba-tiba lampu berubah menjadi temaram dan semua tamu hening. Lampu sorot dari berbagai arah tertuju ke podium. Seorang lelaki berdiri di sana. Mata Alessa membelalak saat melihat siapa pria yang berdiri di atas podium itu.


"JORDAN?" ucapnya tanpa mengeluarkan suara. Jantungnya berdetak kencang di dalam rongga dadanya. Perasaannya tiba-tiba tidak enak. "Apa yang dia lakukan di sana?" batin Alessa.


Sementara Levin diam tanpa ekspresi di sana. Matanya menatap lurus sambil menyesap wine yang ada di tangannya.


"Alessa, maukah kau menikah denganku?"


DEG!


BERSAMBUNG.....


^_^


Tolong dukung ya my readers tersayang. Ini Novel kedelapan aku 😍


Salam sehat selalu, dari author yang cantik buat my readers yang paling cantik.


^_^

__ADS_1


__ADS_2