I Love U! Suami Dadakan

I Love U! Suami Dadakan
BAB 10 - Lelaki Busuk


__ADS_3

Ekspresi muram membayangi wajah cantik Mbak Isma sebelum pergi meninggalkan rumah ini. bibir yang membuatku terpesona itu melekuk tanpa kegembiraan.


Aku mengambil napas dalam-dalam. pada akhirnya aku masak sendiri, "Ayam goreng, sayuran bening dan kecap." selera makan Kak Anta bahkan jauh lebih mudah dari yang aku pikirkan.


Ku siapkan semua bahan dan berusaha memasaknya dengan baik. Menghangatkan nasi, lalu menggoreng ayam yang sudah ku taburi garam dan serbuk bawang putih. sayur bening juga, sudah masak lebih dulu.


"Rasanya enak," kataku bangga.


Demikianlah, pertarungan sengit ku di dapur berakhir. semua pun sudah ku siapkan dengan rapi di meja makan, tinggal menunggu Kak Anta pulang saja. senyum simpul ku menghiasi rumah sepanjang waktu berlalu di dermaga penantianku. Rasanya tidak sabar melihat reaksi Kak Anta saat melihat apa yang sudah ku siapkan untuknya. Begitu tidak sabarnya, sampai aku terus mengawasi pintu depan.


...****************...


Namun, agaknya aku harus mengundur lagi asa untuk segera makan bersama Kak Anta, ketika aku tersadar; mataku mengerjap-ngerjap mencari kejelasan saat pandanganku buram. akhirnya setelah puas memusatkan perhatian, ku dapati jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. rupanya, aku tertidur karena bosan menunggu Kak Anta seharian. dia ternyata tidak pulang siang tadi.


"Gawat buahnya jadi di kerumuni lalat begini," aku segera mengipas-ngipasi piring semangka potong yang ku taruh dekat sayur. "Sudah tidak segar lagi," kataku sambil menghela napas panjang.


Ku pikir Kak Anta mungkin berdinas keliling kota malam hari ini, seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya. aku jadi senyum-senyum kecil karena kembali teringat nostalgia yang belum lama terjadi antara aku dan dirinya. karena dinas malam seperti itu biasanya makan waktu yang agak lama, jadi ku putuskan untuk berjalan keluar menuju toko buah dekat rumah, membeli semangka yang baru.


Namun sialnya, semua toko termasuk tempat ku berbelanja sayur tadi pagi juga sudah tutup. aku coba jalan lebih jauh lagi sedikit, sampai keluar menuju jalan raya. dan pencarian ku ini untungnya membuahkan hasil, 10 meter dari tempat ku berdiri ada mobil pickup yang menjual buah-buahan kaki lima.

__ADS_1


Aku segera berjalan menuju pick up tanpa menoleh kemanapun lagi, tetapi situasi menjadi buruk saat; "Pilih yang paling bagus saja!" aku memandang sekilas pada seorang Pria yang melontarkan kata-kata itu pada penjual buah yang berdiri di samping pick up nya. aku tertegun karena pandanganku menangkap sosok pria berambut pirang gelap yang pasti baru tiba beberapa menit terakhir tadi.


Bertubuh jangkung dan kulit putih agak kekuningan dengan bahu tegap yang dibalut kaus berwarna Cream, pria itu tidak lain adalah pria yang pernah menjalin hubungan denganku, pria yang menghamili dan tega meninggalkan ku sendiri tanpa kabar. pria itu terlalu jauh dariku sehingga aku tidak bisa membaca raut wajahnya dengan jelas, tetapi kehadirannya saja sudah cukup membangkitkan getar-getar emosi yang merambat di sekujur tubuhku.


Aku mengerang dalam hati, Tangan ku kepal kuat-kuat. ku tatap dia lekat-lekat, tidak diragukan lagi dia adalah Petra, segera ku dekati dia dengan mata terbelalak.


"Kemana saja kamu pria b4jingan?!" Ku tampar dia dengan emosi yang meluap-luap. "Setelah pergi ke toilet, sampai sekarang kamu tak ada tanggung jawab apa pun padaku."


"Kania?"


"Kamu kemana saja Petra?! kamu meninggalkan aku begitu saja setelah membawa ku kabur dari rumah."


"Kamu ini kenapa sih?!"


"Kenapa? kamu masih bertanya?" aku mengambil napas dalam-dalam, "Aku hamil, tapi di mana tanggung jawab kamu? kamu bahkan tidak mau menemui ayahku! brengsek ya kamu. aku menanggungnya sendirian, keluargaku jadi berantakan, aku berhenti sekolah. dan kamu? kamu bisa santai begini beli buah?"


Sejenak Petra mengamati ku dengan tatapan yang sulit ditebak. "Jaga ucapanmu ya, Kania!! kamu tidak lihat ini di mana? jalan raya, lihat sekeliling banyak orang. jangan coba-coba buatku malu."


Alis gelap dan melengkung Petra menyatu. ia menaikan nada bicaranya, setelah itu mendadak berbalik menjauhiku.

__ADS_1


"Petra!!! kamu tetap harus bertanggung jawab, anak yang ku kandung ini adalah anakmu juga." Erangan terlontar dari bibirku, dan hampir orang di sekitar mendengarnya, karena jika tidak, Petra tidak akan mengatup rapat bibir ini.


Setelah aku diam, Petra melepaskan tangannya. dia berdiri seraya berkacak pinggang dengan gaya angkuh yang menantang. "Kamu tidak berpikir, ya? Aku kan sudah bilang lebih baik gugurkan, aku juga tidak siap untuk menjadi ayah dan menikah denganmu."


"Kamu saja yang bodoh, kita melakukannya kan karena sama-sama suka, kenapa sibuk minta pertanggungjawaban? kamu jangan serakah Kania! lagi pula kamu itu sudah menikah! suami kamu Polisi, masa depanmu itu sudah terjamin. kurang apa lagi? sedangkan aku ini masih pelajar, harus meraih masa depan dulu!"


Aku terdiam, menatapnya dengan mata terbelalak. masalahnya bukan pada reaksi Petra yang tiba-tiba ketahuan busuknya, dia yang rupanya kasar dan angkuh. tetapi pada alasan;...


"Kenapa kamu bisa tahu kalau aku sudah menikah? dari mana kamu tahu kalau suamiku polisi?"


Ini lebih dari sekadar dugaan. tidak ada alasan yang tepat atas apa yang dia ucapkan padaku barusan. aku bahkan tak menebar undangan kemana pun... dan jawabannya, hanyalah dia sendiri yang tahu.


...****************...


Halo ini Author 🙋


Kak Anta memang banyak misteri, tapi cerita sahabatnya ini ga kalah seru bestie... jangan lupa mampir.


__ADS_1


__ADS_2