I Love U! Suami Dadakan

I Love U! Suami Dadakan
BAB 06 - Pria Malang dan Gadis Menyedihkan


__ADS_3

"Kenapa berdiri di situ?" tanya Kak Anta kepadaku tiba-tiba. suaranya itu terdengar lantang dengan nada serak basah memperkuat aura maskulinnya. mendengarnya sontak aku berbalik badan untuk menyeka air mata, entah mengapa aku malah bersedih begini.


"Maaf kak, sudah satu jam Kak Anta di kamar, jadi aku ke sini untuk memastikan."


"Sudah lama?"


"Tidak, aku baru saja datang mungkin sekitar 2 atau 3 detik dari kakak sadari tadi." jawabku bohong sambil cengengesan.


Aku agak merinding saat Kak Anta melewati ku di muka pintu. tetapi aku berharap, dia tidak menyadari kebohongan yang ku lakukan. entah apa yang akan terjadi, ku rasa kami akan semakin canggung jika dia tahu aku mendengar doa-doa nya barusan. aku yang sudah tahu tentang perasaannya, tapi masih tebal muka untuk hidup berdampingan dengannya.


Mungkin tidak adil jika memilih jalan hidup yang ditawarkan kak Anta, sedangkan jauh di dalam hati kecilnya ia masih menyimpan nama gadis lain, mengorbankan masa depan dan cintanya hanya untuk seorang anak yang di campakkan ayah kandungnya.


aku melirik sekilas ke arah Kak Anta yang baru saja menikmati makan malam miliknya. Kak Anta pasti memiliki tinggi sekitar 190 sentimeter. dengan rambut yang masih menggumpal-gumpal karena basah, ditambah kemeja hitam yang lengannya di gulung seperempat ke atas, Kak Anta ini sangat sulit untuk tidak menarik perhatian, pikirku, beruntunglah Mbak Isma bisa memiliki hati dari pria baik yang kaku dan keren ini.


"Setelah makan malam ini, kamu bisa kan temani aku ke rumah Isma? dia perempuan yang tadi pagi ke sini."


"H-hah? maaf bagaimana kak?"

__ADS_1


"Temani aku ke sana, kalau ada kamu tidak akan ada salah paham. kita baru menikah, aku tak ingin ada masalah, bisa kan?"


"Bisa Kak."


...****************...


Malam berlatar legam penuh kelabu sedangkan jauh di sana bintang berkitar, berserakan di sekitar bulan. persis seperti hatiku yang di kelilingi rasa takut dan gelisah, bagaimana aku akan menghadapi keluarga dari mantan kekasih Kak Anta?


Tetapi, benakku kini dipenuhi sesosok bayangan berambut cokelat gelap yang memukau, sehingga jalanan yang sepi dan sunyi ini sama sekali tidak menggangguku. Aku mengikuti langkah kaki Kak Anta yang panjang. kami ke rumah Mbak Isma dengan jalan kaki, memang lingkungan mereka dekat sekali. Rumah Kak Anta di ujung, sedangkan Mbak isma ada di pangkal jalan.


Tidak lama kemudian sampailah kami di pangkal jalan, Kak Anta tiba-tiba menggandeng tanganku masuk ke sebuah rumah sederhana yang hampir semua ornamen dinding rumahnya terbuat dari kayu kualitas tinggi.


Begitu kami memasuki ruangan, setelah sebelumnya dibukakan pintu oleh seorang pria ubanan yang perawakannya menurutku sekitar setengah abad, perempuan lain berdiri dari kursi. usia mereka nampak tak jauh berbeda, sepertinya mereka adalah orang tua mbak Isma, dalam pikiranku.


"Mak," kak Anta bersalaman dengan mereka sebelum duduk di depan meja.


Aku mengikuti tindakan Kak Anta. "Aku diberitahu Isma kalau kamu mau datang kemari. jadi, dia istrimu itu?" ucap Bapak tua itu sambil melirikku.

__ADS_1


Dia membentangkan kedua tangannya di sandaran kursi, sambil kakinya saling menindih"Katakan saja. situasinya bagaimana. karena mau bagaimana pun juga, putriku pernah menjadi tunangan kamu sebelum akhirnya kandas, karena kamu tiba-tiba menikah dengan orang lain."


Mata mas Anta menajam. "Maaf Abah, saya tidak memiliki masalah apa pun dengan Isma. hanya saja, saya sudah tidak mampu menunggunya. Abah tahu sendiri kalau usia saya sudah 28 tahun, hampir berkepala tiga. tetapi, Isma masih melanjutkan pendidikannya di luar kota. jadi saya sudah bulat untuk membatalkan pertunangan karena sudah memiliki istri."


"Mana bisa begitu Reza, kamu dulu datang pada saya untuk serius dengan Isma. kamu juga sudah setuju kalau Isma menyelesaikan pendidikan dulu sebelum menikah. kalian sepakat untuk itu. tapi kenapa sekarang kamu ingkar?"


Kak Anta terdiam beberapa saat, kemudian menjawab; "Maaf Abah. tetapi niat saya malam ini bersama istri hanya untuk menyampaikan itu saja. saya minta maaf bila kata-katanya menyakitkan. hubungan kami memang lebih baik berakhir.


"Kamu tidak tahu sehancur apa putriku karena keegoisan kamu ini, dia menangisi kamu dan hubungan kalian semalaman. bahkan karena kamu akan ke rumah ini, aku dan Emak harus susah payah merayu nya agar dia mau diam di kamar. katakan Reza, salah putriku ada di mana? sampai hati kamu menyakiti hatinya."


Tiba-tiba mas Anta bangkit sambil menarik lenganku, jadi mau tidak mau aku juga ikut berdiri mengikutinya. "Maaf Abah, Emak. tujuan saya kemari hanya untuk menyampaikan alasan mengapa kami harus selesai. jadi sekarang kami pamit pulang. maaf karena penyampaiannya kurang menyenangkan hati Emak dan Abah." katanya.


Mas Anta bergegas menarik ku menuju pintu depan. Tiba-tiba di luar, sudah turun hujan yang agak deras. tetapi tidak mengurangi tekad mas Anta untuk segera membawaku pulang meninggalkan rumah wanita pujaan hatinya. namun rupanya, di belakang sana... Mbak Isma muncul di tengah-tengah kedua orang tuanya.


"Mas... Reza," katanya sambil terisak.


Aku mendongak menatap wajah kak Anta yang datar, dia hanya diam di tempat dan enggan menoleh ke belakang. "Kak..?"

__ADS_1


Kak Anta tetap diam, hingga akhirnya memilih terus berjalan tanpa memperdulikan Mbak Isma yang terisak, berharap Kak Anta kembali.


Aku menyadari, semua alasan yang di sampaikan kak Anta di depan kedua orang tua Mbak Isma hanyalah kebohongan semata. persis seperti alasannya mau menikahi aku. tetapi satu yang dapat ku pastikan, hujan menutupi air mata kak Anta malam ini...


__ADS_2