
Setelah kelahiran si kembar, dan keadaanku pun mulai membaik meski belum bisa bangkit untuk duduk. Sudah ramai orang-orang yang datang untuk menjenguk.
Salah satunya ada Mbak Isma, suaminya, emak dan Abah. Mereka datang untuk melihat kondisi ku dan si kembar, Angkasa (Kakak) dan Samudera (Adik). Oh, ya aku hampir lupa! Kak Anta sudah beri tahu aku tentang nama anak kami;
Angkasa Naufal Ananta (Kakak) dan Bintang Samudera Ananta (Adik).
Sungguh nama yang sangat indah dan aku pun menyukainya.
"Bagaimana Kania keadaannya?" sapa Mbak Isma.
"Baik Mbak, syukurlah." Kataku pelan, maklum masih lemas. "Mbak, Mas (sapaku pada suaminya) maaf untuk kejadian kemarin. Aku sudah buat kekacauan di acara kalian, padahal itu momen sekali seumur hidup."
"Ngomong apa?! sudah jangan dipikirkan, itu malah nambah cerita pernikahan kami loh. Bakal jadi kenangan indah untuk aku, kamu dan anak-anak, kan mas?" Katanya sambil melirik sang suami.
Suaminya mengangguk dan tersenyum ramah sekali.
__ADS_1
"Anak kalian kembar, cakep cakep semua. Aku sudah menduganya sih waktu pertama kali lihat. Agak tidak mungkin kalau hamilnya cuma satu anak hihi. Selamat ya!" Ujar Mbak Isma lagi.
"Terima kasih, Mbak." aku tersenyum.
"Siapa namanya?"
"Angkasa Naufal dan Bintang Samudera..."
Tak tinggal, aku juga berterima kasih pada Istri Pak Omar dan Bu RT tentunya. Karena berkat bantuan mereka, mungkin aku dan Kak Anta belum tentu bisa melewatkan momen kelahiran si kembar jagoan dengan lancar.
Dan yang pasti tak boleh juga ku lewatkan adalah mengucapkan Terima kasih pada dokter Rani dan Kak Rambo yang selalu senang hati kami repot kan selama proses kehamilan. Dari Rania sampai Angkasa dan Samudera.
Demikianlah hari-hari berlalu. Aku akhirnya diperkenankan dokter untuk pulang. Di tengah keheningan malam, dalam kamar, aku berdoa sambil menengadah tangan; Ku rapalkan doa dan puji syukur pada Tuhan untuk semua nikmat yang telah diberikannya.
Tiap kali aku mengenang masa-masa yang telah ku lalui bersama Kak Anta selama tiga tahun ini, aku merasakan betapa besar kasih sayang Tuhan untukku, di balik kesalahan masa lalu yang telah ku perbuat namun Tuhan tak kehilangan cara untuk menyadarkan ku dari kesalahan dan keterpurukan.
__ADS_1
Momen yang ku lalui saat hamil Rania, sampai aku melahirkan dia, banyak sekali hal besar yang terjadi. Saat-saat dimana Kak Anta masih belum mencintaiku, gangguan dari masa lalu yang masih mengejar cinta Kak Anta, bahkan sampai kami hampir bercerai. Sungguh aku tak menyangka bisa melewati semua itu dan tetap bertahan pada garis edar ku di langit, puncaknya saat cinta kami teruji ketika Kak Anta mengalami musibah kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Ku pikir itulah puncak cerita ini.
Namun rupanya salah, cerita kami belum selesai, di mana rupanya aku dan Kak Anta masih diberikan lagi kepercayaan oleh Tuhan setelah menunggu hampir tiga tahun lamanya, akhirnya Angkasa dan Samudera hadir dalam hidup kami.
Dalam masa perkembangan Rania banyak juga peristiwa yang terjadi. Oh, tepatnya kejadian sebelum aku hamil lagi, saat itu Petra datang koar-koar minta bertemu dengan Rania, sampai mengancam ini itu, bicara kalau mau tanggung jawab dan lain-lain. Padahal semua itu tidak lebih karena dia merasa iri dengan kebahagiaan keluarga kami, dan iri lihat kemajuan Kak Anta, suamiku, Kakak sepupunya.
Momen itu pun bisa kami lewati, selain momen kami berdua rupanya masih ada kisah lain yang kami saksikan dalam cerita ini. Yaitu kisah cinta dua sejoli dengan sifat yang seru dan riuh; Kak Rambo dan Marwah. Namun tragisnya kisah cinta mereka tidak seceria tawa dan sifat mereka. Kisah cinta itu harus tertunda dan berakhir dalam perpisahan beberapa waktu. Pendirianku tidak berubah pada mereka, aku masih berharap mereka bersatu! bagaimana kalian?
Terakhir, aku mendengar dari Kak Anta. Kak Rambo masih setia menanti dan mencari Marwah meski tiga tahun telah berlalu. Waktu yang cukup lama, tapi apakah waktu bisa terus menjamin? bagaimana jika mereka tidak kunjung bertemu? arkhh!!! Persoalan yang sangat berarti. Jujur saja, aku capek berprasangka terus.
Pada saat yang sama, ketika ku pandangi Kak Anta yang tidur pulas di samping Rania, setelah sibuk mengurus Angkasa dan Samudera. Aku kembali ber positif asa, dimana aku berpikir untuk terus berusaha menyayangi mereka dan terus melengkapi keluarga kami. Momen ini membuatku tiba-tiba teringat sebuah kata yang selalu diucapkan Kak Anta, dan tak akan pernah bisa ku lupakan seumur hidup :
'Kalau aku sudah pilih kamu, selamanya akan tetap kamu'
Dan dia sudah membuktikannya.
__ADS_1
Demikianlah cerita ini berakhir, tak ada yang istimewa, hanya kisah cinta seorang gadis yang hampir gagal mengarungi hidup ditemani seorang pria dingin dan kesepian, namun berjiwa sangat besar. Kami hidup bersama sampai 3 tahun lamanya, membentuk keluarga penuh cinta dan sama-sama berharap dapat terus bahagia. Meski cobaan pasti akan terus datang. Cerita yang singkat, banyak peristiwa yang memang tak bisa ku tuliskan semuanya secara rinci dalam cerita ini. tapi sedikitnya aku berharap agar bisa memberi inspirasi dan pelajaran hidup bagi siapa pun yang membaca.
...Karunia Avisha dan Anta Reza, 2023....