I Love U! Suami Dadakan

I Love U! Suami Dadakan
BAB 27 - Anta Reza


__ADS_3

Pria preman itu mengangguk sangat pelan hingga nyaris tak kentara sebelum memerintahkan Kak Anta untuk melepaskan tangannya.


"Singkirkan ta------" Preman itu menggumam sambil meronta-ronta tanpa sedikit pun mampu membebaskan diri dari lengan sekokoh baja milik Kak Anta.


"Kau ku tangkap dan ku penjarakan karena berani menyerang istriku. Katakan pada nyonya Willis, beruntung istriku tidak sampai membuatnya kritis. Aku sudah baik hati karena tak menanggapi panjang perlakuan tak menyenangkannya terhadap Istri dan anakku. Jadi, kalau memang mau baik-baik saja, jangan coba-coba menyentuh mereka lagi."


Sang Preman itu memang terlihat sekuat banteng, tetapi Kak Anta berhasil menaklukannya dengan ketepatan jurus pelatih karate. Kak Anta bahkan tidak tampak terengah-engah. Dan pria preman memohon-mohon sambil merintih.


Kak Anta memerintahkan aku untuk menelpon Rambo. Hingga kemudian setelah panggilan itu ku layangkan, tak perlu memakan waktu lama, Rambo datang bersama dengan mobil polisi.


Pria preman mengumpati Kak Anta di sepanjang perjalanan menuju mobil. Dengan spontan, Kak Anta mengeluarkan jurus jitu lainnya, memaksa pria itu masuk ke kursi tengah mobil polisi.


Tatapanku yang menyorot heran bertemu dengan mata Kak Anta yang tajam. Dia terlihat sangat mengesankan dipandang dari segala sudut. Aku harus mengakui aku begitu terpesona dan merasa amat sangat terlindungi.


Sesudah Rambo dan mobil polisi pergi, Kak Anta mendekatiku, "Kamu baik-baik saja?" pandangan Kak Anta tetap lurus kepadaku. Ketika dia menatapku dengan cara seperti itu, aku merasa nyaris sulit bernapas.


"Berkat kakak, aku baik-baik saja," kataku dengan suara bergetar.

__ADS_1


"Aku terkesan dengan caramu menyikut orang itu tadi."


"Tapi itu tidak bisa menghentikannya, aku tidak tahu cara bela diri yang benar seperti kakak." Aku menatapnya dengan mata menyipit.


"Itu bisa dimengerti. Kamu tidak dibesarkan sebagai anak jalanan yang tinggal di lorong gelap, yang berkelahi demi sebidang tempat. Dan harus menggantung hidup dengan orang lain, selamanya terjerat hutang budi."


Aku menatap Kak Anta dengan terkejut. "Apa Kakak pernah menjadi anggota geng begitu?"


"Tidak. Cuma aku pernah hidup sendirian." Dia tersenyum, Namun di balik wujudnya yang Kuat dan tegar, terdedah ekspresi penuh duka. Perasaan yang enggan dia bagi untuk orang lain, Aku memaklumi, karena setahuku Kak Anta dari kecil sudah hidup tanpa orang tua. Pasti banyak kesusahan yang dia alami saat itu, dan itu terlalu menyakitkan untuk dibagi.


"Sudahlah, semoga tidak ada lagi orang yang menyerangmu. Dia itu anak nyonya Willis, mungkin ibunya itu yang minta untuk membalasmu."


Apapun yang Kak Anta alami ketika kecil dan remaja telah membuatnya menjadi pria dewasa yang sangat mengesankan. Aku menyadari tidak ada seorang pun yang bisa menandingi suamiku ini.


"Kania... "


"Ya, kak?"

__ADS_1


"Kemarin kamu mengatakan, kalau membenci mantan kekasihmu sampai ke akar-akar. Apa alasannya? Dia yang bersalah, tetapi mengapa kamu mau menghakimi mereka semua?"


Aku tersenyum tipis setelah mendengar pertanyaannya dengan topik yang tiba-tiba itu.


"Keluarganya tahu kalau aku mengandung anak Petra, tetapi mereka sama jahatnya, tak ada satu pun yang beritikad baik untuk menemui ayahku atau menekan Petra untuk bertanggungjawab. Yang terjadi malah sebaliknya, Merekalah yang menyuruh Petra untuk memintaku menggugurkan kandungan."


Kak Anta mendengus, lagi-lagi melempar muka dari ku setiap mendengar sesuatu tentang Petra dari mulutku. Aku kembali merasa gelisah, apakah aku telah berbuat salah? Tapi tiba-tiba tanpa ku sadari dia meraih tanganku yang bersebelahan dengannya dan menggenggamnya erat-erat.


Sontak aku mendongak, Ku pandangi wajahnya lekat-lekat... Ku pikir, Kak Anta ini memiliki kehidupan yang terlalu kompleks sebagai manusia biasa.


Selain kecerdasan dan wajahnya yang mengesankan, Kak Anta juga penuh kasih sayang. Dibutuhkan pria yang sangat bertanggungjawab dan berhati besar sepertinya untuk bisa menyambut kehadiran orang asing di rumahnya dan menjalin hubungan intim dalam hidupnya. Dari yang sudah kulihat dan rasakan, aku akhirnya bisa melanjutkan hidup, menyesuaikan diri dan mulai kembali menata diri. Itu semua berkat Kak Anta.


Dia telah berperan dengan sangat baik dalam dunianya. Dia adalah sosok yang tercipta sebagai pelipur lara bagi manusia hilang arah dan menyelamatkan jiwa mereka yang tenggelam dalam ratapan suram. Pelindung jiwanya adalah kecerdasan dan Karakternya yang selalu diasah terus menerus hingga berkilauan, dia telah ditempa sedemikian rupa dan bekerja keras untuk itu.


Dengan segala kelebihannya itu, tak pelak dialah figur dari wujud kesempurnaan Tuhan karena menciptakan makhluk sepertinya. Sama seperti kita, dia memiliki sisi terdalam yang tak semua orang mampu menyelaminya, bagian rahasia yang mesti ia jaga dan simpan baik-baik dan sisi itu adalah bagian yang menjadi daya tariknya...


Kak Anta memang belum memiliki pengalaman menjadi seorang ayah. Tetapi, aku meyakini bahwa anak mana pun akan sangat beruntung memiliki dirinya sebagai ayah.

__ADS_1


Dan anakku ini adalah salah satu dari anak yang beruntung itu ...


"Ayo pulang!" Ujarnya.


__ADS_2