Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Ibu Kota Kerjaan Taiyang


__ADS_3

"Tentu saja aku bisa terbang."


"Benarkah?"


"Itu benar, binatang legenda sepertiku akan memalukan jika aku tidak bisa terbang."


Deg


Hinata mematung, dia menelan ludahnya secara paksa dan melotot takjub. Dia tidak menyangka jika jiwa yang membuat Zi Hua tidak bisa berkultivasi adalah Azure Dragon sang penjaga mata angin timur, tapi kenapa binatang legenda sampai terkurung di tubuhnya. Hinata sama sekali tidak mengerti.


"Kau Azure Dragon penjaga mata angin timur?"


Zi Long terdiam kaku dan langsung menutup mulutnya dengan cakar kecilnya. Dia tidak menyadari jika dia keceplosan hanya karena Hinata mempertanyakan kemampuan terbangnya. Zi Zi dan Zi Bai melangkah mundur dan memandang Zi Long dengan penuh hormat.


Awalnya mereka tidak tahu jika Zi Long adalah binatang legenda dan memperlakukannya layaknya teman. Ada rasa bangga di hati mereka, karena hidup bersama Qing Long yang legendaris..


"Maaf merahasiakan dari kalian semua, tapi ini demi kebaikan kita bersama, karena Zi Hua belum cukup kuat untuk mengetahui rahasia."


Hinata mengerti, tapi dia masih sangat takjub dengan berita tentang Zi Long.


"Meski kau adalah Azure Dragon, tapi namamu tetap Zi Long."


Tidak lagi membahas apa pun, Hinata menoleh melihat Ji Xuan yang saat ini memiliki wajah yang sangat datar.


"Gege ada apa dengan wajah seperti tembok itu?"


Ji Xuan tersenyum dan mengacak surai ungu Hinata.


"Tidak apa-apa, tapi seperti inilah aku yang dikenal oleh orang-orang di ibukota Kekaisaran."


Hinata mengangguk dan ekspresi wajahnya juga berubah sangat datar menyaingi wajah datar Ji Xuan, pandangannya juga menjadi sangat dingin, tidak ada lagi pandangan polos dan naif.


Auranya juga menjadi sangat dominan setara dengan aura yang dipancarkan Ji Xuan. Ji Xuan memandang Hinata dengan tatapan tertegun, dia baru melihat Hinata yang seperti ini. saat pertama kali melihatnya, Hinata adalah seorang gadis yang ceria dan tampak polos.


"Meimei, jika kau juga seperti ini. Gege jamin, tidak akan ada pria yang berani mendekatimu."


"Aku tidak peduli, tujuanku lebih besar dari sekadar mencari cinta seorang pria."


"Hehehehe"


Ji Xuan terkekeh lembut dan memeluk Hinata dari belakang.


"Gege akan membantumu mencari kedua orang tuamu."


"Terima kasih."


Jika orang luar yang tidak tahu hubungan keduanya yang sudah sepakat untuk menjadi sepasang saudara dan saudari. Mereka akan mengira jika keduanya adalah sepasang kekasih.


Hinata yang tidak pernah mengalami apa yang namanya pacaran atau diperlakukan lembut oleh kakak laki-lakinya tidak merasa ada yang aneh dengan tingkah mereka.


Ji Xuan pun sama, dia tidak pernah memiliki seorang adik perempuan, yang ada hanyalah beberapa kakak laki-laki dengan kepribadian berbeda.


Dia juga tidak pernah dekat dengan seorang gadis maka dari itu kedekatan keduanya tidak aneh di mata mereka. Baginya adalah memanjakan adik perempuannya adalah tugas yang paling utama.


Meski tingkah mereka layaknya sepasang kekasih, tapi perasaan mereka tidak lebih dari seorang saudara dan saudari.


Zi Long, Zi Bai, Zi Zi dan Xiao Hong yang mengerti tentang hubungan antara pria dan wanita, tidak tahu harus mengatakan apa tentang sikap keduanya yang layaknya sepasang kekasih.


"Xiao Hong percepat."


"Ya."


Xiao Hong menambah kecepatannya dan dalam 15 menit, mereka telah terbang di atas Ibukota Kekaisaran Taiyang.


Setiap warga yang melihat Xiao Hong, mereka langsung bisa menebak siapa yang berada di punggung Wyvren tersebut.


Namun, mereka tercengang karena sosok yang mereka kenal sedang memeluk pinggang seorang gadis kecil yang duduk di depannya.


Xiao Hong tidak berhenti di gerbang kota dan langsung terbang menuju istana Kekaisaran, membuat Hinata tertegun dan berbalik menatap Ji Xuan.


Xiao Hong mendarat di halaman istana kekaisaran dan para penjaga dengan cepat berlutut.


...


Di aula utama kekaisaran. Kaisar, permaisuri, selir Yun dan selir An serta 4 pangeran lainnya sedang menunggu kedatangan Ji Xuan.


"Aku mendengar Xuan'er membawa seorang gadis."


Mereka semua tersenyum mendengar apa yang dikatakan kaisar.


"Jika memang seperti itu, maka itu bagus."


"Selir ini setuju dengan apa yang dikatakan yang mulia permaisuri."

__ADS_1


Selir An terlihat mengangguk dan tersenyum lembut.


Meski raja memiliki 3 istri, tapi mereka semua rukun begitu pun dengan para pangeran, tidak ada persaingan di antara mereka.


Bagi mereka posisi putra mahkota adalah tanggung jawab besar yang harus dipegang oleh pangeran yang memang bertanggung jawab.


Kaisar sendiri tidak terlalu ambil pusing, tapi yang menjadi beban dan keinginannya adalah memiliki seorang putri karena semua anaknya adalah pangeran.


Putra mahkota tampak tersenyum misterius sambil mengipasi dirinya dengan kipas di tangannya.


"Sebaiknya kita jangan berspekulasi tentang saudara kelima. Bisa jadi gadis yang dibawa olehnya adalah calon adik perempuan kita, bukankah ayah kekaisaran dan ibu kekaisaran menginginkan seorang anak perempuan."


Seisi ruangan merasa tercerahkan dengan ucapan putra mahkota.


"Jiu'er apa kau mengetahui sesuatu?"


Putra mahkota bernama Ji Jiu merupakan putra pertama Kaisar, beberapa hari sebelumnya, dia menerima pesan dari Ji Xuan, jika dia mengangkat seorang gadis menjadi adik perempuan mereka.


Sejujurnya dia sangat penasaran dengan gadis yang dapat membuat Ji Xuan yang sangat membenci gadis, membawanya sebagai adik perempuan.


"Beberapa hari yang lalu Xuan mengirim pesan jika dia membawa seorang gadis menjadi adik perempuan kami."


3 pangeran lainnya tercengang dengan apa yang dikatakan oleh putra mahkota. Mendengar kabar itu, Kaisar, permaisuri, Selir Yun dan Selir An sangat bahagia dengan ucapan putra mahkota.


Mereka masih terus melanjutkan perbincangan mereka tentang gadis yang akan menjadi keluarga mereka.


Penjaga yang menjaga di depan pintu aula utama kekaisaran mengumumkan kedatangan Ji Xuan.


Mereka semua memandang ke arah pintu melihat Ji Xuan berjalan di depan, di belakangnya seorang gadis dengan surai ungu dan mata ungu serta kecantikan yang luar biasa mengikuti. Hinata berjalan dengan tegak tanpa kehilangan keanggunannya sebagai seorang gadis bangsawan.


Tidak ada kecacatan di setiap langkah Hinata, dia yang biasa bertindak ceroboh dan sesuka hati di hadapan Ji Xuan, tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah tampilan seorang gadis bangsawan yang telah menerima pendidikan sejak dini.


Ji Xuan tidak menyadari perubahan Hinata di belakangnya, tapi Kaisar dan yang lainnya tampak tertegun dengan sikap Hinata.


Meski gaun yang dikenakannya tidak layak untuk seseorang gadis bangsawan dikarenakan gaun itu hanya mencapai lututnya dengan kaus kaki hitam panjang yang menutupi paha hingga betisnya.


Karena Hinata juga menyukai drama kerajaan cina di kehidupan pertamanya dia sedikit paham dengan etiket yang tidak jauh berbeda dengan apa yang dipelajarinya sebagai seorang pewaris klan.


Ji Xuan berbalik melihat Hinata, dia takut jika Hinata tidak tahu etiket dan dia langsung tercengang dengan sikap elegan dan keanggunan Hinata.


"Ji Xuan menyapa Ayah kekaisaran dan ibu kekaisaran semoga diberi umur panjang."


Setelah menyapa Kaisar dan Permaisuri dia melihat ke arah selir Yun dan Selir An.


"Ji Xuan juga berharap agar Ibu Selir Yun dan Ibu Selir An diberi kesehatan."


"Gadis yang rendah ini menyapa Yang mulia Kaisar semoga diberi umur panjang."


"Juga menyapa yang mulia permaisuri semoga sehat selalu serta selir terhormat agar selalu diberi kesehatan."


Meski agak berbeda dengan etiket pada umumnya, tapi Kaisar dan permaisuri dapat memastikan jika etiket yang dilakukan Hinata tidak jauh berbeda dengan etiket yang sering dilakukan seorang bangsawan ketika memasuki Istana.


Putra mahkota, pangeran kedua, pangeran ketiga, pangeran keempat serta Ji Xuan merasa ingin tahu dengan etiket yang dilakukan Hinata.


Menurut mereka cara seperti itu sangat elegan.


"Bangun."


Ji Xuan dan Hinata langsung berdiri dalam posisi tegak tanpa mengurangi kesopanan mereka.


"Xuan, apakah dia adalah wangfei masa depanmu?"


"Ibu kekaisaran, Hua meimei bukanlah Wangfei masa depan anak ini, tapi dia adalah adik perempuanku."


"Hahahahaha kami tahu itu."


Kaisar tertawa terbahak-bahak melihat respon Ji Xuan dan memandang Hinata yang tampak datar tidak memiliki ekspresi apa pun membuat kaisar sweatdrop.


"Nak, siapa namamu?"


"Menjawab yang mulia, yang kecil ini bernama Zi Hua."


"Nama yang bagus persis dengan penampilanmu. Karena Ji Xuan menganggapmu sebagai adik perempuannya, maka kami tidak punya pilihan selain mengangkatmu menjadi anak perempuan kami dan panggil aku Ayah Kekaisaran."


Hinata tercengang dan langsung berterima kasih.


"Terima kasih, ayah kekaisaran."


"Panggil permaisuri, ibu kekaisaranmu dan kedua selir dengan ibu selir."


"Ya."


"Dan mereka adalah kakak laki-lakimu. Putra mahkota bernama Ji Jiu, pangeran kedua Ji Chen, pangeran ketiga Ji Hui dan pangeran keempat Ji Liang."

__ADS_1


Para pangeran memberi senyum dan menyapa Hinata. Hinata menilai mereka dengan cermat dan tersenyum cerah.


Dia mengeluarkan 8 botol porselen dan memberikannya pada keempat kakak laki-lakinya yang lain sebagai hadiah pertemuan.


Kaisar dan permaisuri kembali tertegun melihat senyum Hinata, mereka tidak berharap Hinata yang tadinya sangat datar bisa tersenyum seperti itu, membuat mereka linglung.


"Jiu Ge, Chen Ge, Hui Ge, Liang Ge. Di sini adalah Channel Opening Pil dan Red Cleansing Pil, Zi Hua memberikannya sebagai hadiah pertemuan."


Keempat pangeran itu tertegun, dengan apa yang diberikan Hinata pada mereka. Meski mereka bukan seorang alkemis, tapi mereka tahu jika resep pil tersebut telah lama hilang. Mereka tidak sopan dan langsung mengambilnya.


Putra mahkota mengeluarkan jepit rambut giok dan memberikan kepada Hinata sebagai hadiah pertemuan mereka.


Pangeran kedua Ji Chen memberikan kalung kristal merah pada Hinata sebagai hadiah pertemuan.


Pangeran ketiga memberikan Hinata sebuah cambuk yang merupakan persenjataan tingkat High dan merupakan salah satu senjata kesayangan miliknya.


Pangeran keempat memberikan gelang giok ungu pada Hinata dan membuat Hinata berseri-seri.


Dari situ mereka bisa menebak jika Hinata menyukai warna ungu persis dengan penampilannya.


Hinata berterima kasih dan menyimpan semua hadiah kemudian dia berbisik pada Ji Xuan.


"Ge, tampaknya anggota kekaisaran akan bertambah lagi selain aku."


"Apa maksudmu?"


Hinata tersenyum jahil dan kembali berbisik.


"Ibu kekaisaran tampaknya sedang mengandung dan usia kandungannya sudah 2 minggu, ibu Selir Yun juga sama dan usia kandungannya 10 hari dan ibu selir An juga dengan usia kandungan sudah seminggu."


Ji Xuan tercengang dan memandang Hinata tak percaya. Wajah datarnya telah lama hilang menampilkan raut wajah kagum dan kebahagiaan secara bersama.


"Kau yakin?"


"Sangat yakin, meskipun aku bukanlah dokter ahli, tapi hanya sekali melihat aku bisa mengetahuinya."


Seisi aula penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Hinata dan Ji Xuan. Pembicaraan mereka tampak sangat serius dan yang membuat mereka tertegun adalah wajah Ji Xuan yang tampak dipenuhi kebahagiaan dan rasa tak percaya.


"Ehem."


Kaisar berdehem sehingga membuat keduanya salah tingkah. Hinata tidak membuang waktu dan mengeluarkan 3 botol giok yang berisi Recovery Soul Water dan maju memberikan kepada Permaisuri, Selir Yun dan selir An.


"Ibu Kekaisaran ini hadiah pertemuan dari Zi Hua untuk Ibu Kekaisaran dan calon saudara kerajaan yang berada di dalam kandungan ibu Kekaisaran."


Permaisuri tertegun mendengar apa yang dikatakan Hinata. Dia merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya, Kaisar juga terkejut sejenak, tapi dengan cepat pulih dan tertawa bahagia.


"Ibu Selir Yun, hadiah Zi Hua untukmu dan juga calon adik kerajaan yang berada dalam kandunganmu."


Hinata tidak memberi kesempatan untuk pulih dan langsung memberikan hadiah kepada selir An.


"Hadiah yang di berikan Zi Hua untuk ibu Selir An juga sama dengan Ibu Kekaisaran dan Ibu Selir Yun. Zi Hua berharap calon adik kerajaan dan ibu Selir An diberi kesehatan."


Bang


Keempat pangeran sangat terkejut dan ada raut kebahagiaan di wajah mereka. Mereka tidak bisa mengendalikan kebahagiaan mereka, sehingga apa yang mereka pegang terjatuh.


Kaisar yang sangat bahagia mendengar jika permaisuri hamil bertambah bahagia dengan kehamilan 2 selirnya.


Para kasim dan pelayan istana juga turut bahagia. Hingga salah satu kasim langsung bergegas mencari dokter kekaisaran.


Ketiga wanita itu menarik Hinata ke dalam pelukan mereka. Mereka sangat bahagia, karena setelah sekian lama, mereka akhirnya kembali dinyatakan hamil.


"Hahahaha Zi Hua, tak perlu memberi Ayah kekaisaran hadiah pertemuan. Dengan berita kehamilan ketiga ibumu, merupakan hadiah terbesar dalam hidupku."


Kaisar sangat bahagia dengan berita mengejutkan itu. Semua pangeran tersenyum dan memberi selamat kepada orang tua mereka.


"Nak, apakah yang kau katakan adalah kenyataan?"


Hinata tersenyum lembut dan mengangguk.


"Zi Hua sedikit mengetahui ilmu kedokteran. Dengan sekali pandang, Zi Hua bisa mengetahui jika ibu kekaisaran dan kedua ibu selir sedang mengandung. Wajar jika Ibu Kekaisaran dan kedua ibu selir belum menyadari, karena usia kandungan kalian belum genap sebulan."


Tepat setelah Hinata menyelesaikan ucapannya, seorang kasim tiba membawa dokter kekaisaran untuk memeriksa Permaisuri, Selir Yun dan Selir An.


Dokter Kekaisaran mengambil nadi ketiga wanita itu dan tersenyum memberi tahu pada Kaisar jika memang ketiganya sedang mengandung.


Dengan berita menggembirakan tersebut bersamaan dengan kedatangan Hinata ke Istana sebagai Tuan Putri pertama. Kaisar merasa jika Hinata pembawa keberuntungan dan Kasim pribadi Kaisar menyetujui pemikiran tersebut.


Kaisar menghadiahkan Hinata dengan murah hati dan memberi Hinata salah satu istana yang sangat indah padanya, serta meminta semua putranya untuk memilihkan Hinata pelayan pribadi.


Hinata tampak canggung dengan perlakuan Kaisar yang sangat memanjakannya. Hinata juga mendapat gelar putri peringkat pertama Putri Rui.


...

__ADS_1


Note:


Aska ganti ya, Hinata bukan putri keenam, tapi merupakan putri pertama. Namun, peringkatnya merupakan anak keenam dalam keanggotaan kerajaan.


__ADS_2