Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Petunjuk


__ADS_3

Setelah mengumpulkan semua herbal yang dibutuhkannya, Hinata dan Ao Xue segera kembali ke Ibukota Kekaisaran. Sepanjang perjalanan mereka menunggangi binatang kontrak mereka.


Setelah memasuki kota, Ao Xue dan Hinata mengembalikan binatang kontrak mereka ke dalam ruang dimensi khusus binatang kontrak untuk Ao Xue sedangkan Hinata, dia mengembalikan Zi Bai ke dalam ruang antariksa.


Mereka menelusuri jalanan ibukota hingga mencapai Istana dan mereka menyelinap masuk. Saat mereka sampai di istana bulan, mereka mendapati beberapa anggota baru yang saat ini sedang dilatih untuk menjadi kuat.


Hinata segera memasuki kamarnya kemudian memasuki ruang antariksa dan mulai menyuling pil yang dibutuhkan olehnya. Tidak lupa dia juga menyuling pil pengumpul Qi untuk para anggota baru.


Dia menyuling pil menghabiskan waktu 5 hari di dalam ruang antariksa, ketika dia keluar, hari telah gelap. Maklum saja, karena perjalanan dari hutan mistik sekitar 2 sampai 3 jam.


Ketika dia keluar, dia melihat Haocun yang tengah duduk di ranjangnya sambil membaca sesuatu dengan serius.


Hinata tersenyum melihat hal itu, dia berjalan mendekati Haocun kemudian mengambil sesuatu yang dibacanya dan duduk di pangkuan sang tunangan.


"Sudah lama?"


"Baru 2 jam." Haocun menatap Hinata lama, dia merasa ada sedikit perubahan pada tunangannya ini.


"Apa yang salah? Apakah wajahku terlihat aneh?"


Haocun masih mengamati Hinata hingga tangannya menyentuh kening di antara alis Hinata.


"Kau tidak aneh, hanya saja aku ingin tahu sejak kapan kau menjadi nona muda dari Sekte Bulan Darah?"


Hinata akhirnya mengerti, dia mulai menceritakan semuanya yang terjadi di hutan mistik.


Ctak


Haocun kemudian menyentil dahinya, membuat Hinata memberengut jengkel.


"Kenapa menyentilku?"


"Tidak apa-apa, beruntung di dalam darahmu mengalir darahku hingga tidak mengubah seluruh Gen milikmu menjadi Gen dari Keluarga Zhu, tapi meski begitu, kau telah menjadi Putri Kandung Zhu Jian dan adik dari Zhu Tian Mo itu."


"Ya aku tahu, lagi pula menjadi nona muda Sekte Bulan Darah tidaklah buruk. Aku bisa mengikuti turnamen dalam waktu satu setengah tahun lagi."


"Oh jadi kau juga akan menjadi peserta? Bagus kalau begitu, aku juga membawa pesan dari Yun. Dia mengatakan jika dirinya membutuhkanmu saat persalinannya."


"Baik, tidak masalah, aku akan membantunya melahirkan, tapi aku membutuhkanmu untuk membawaku ke tempat Yun jika dia akan melahirkan."

__ADS_1


"Tenang saja, suamimu ini akan melakukan apa pun untukmu." Haocun kemudian mengambil sesuatu yang dibacanya tadi dan memberikannya pada Hinata.


"Bacalah!" Hinata mengernyit saat membaca informasi yang diberikan Haocun.


Dia membacanya dengan perlahan dan teliti, bahkan expresi wajahnya juga berubah-ubah saat membaca tumpukan informasi yang diberikan Haocun.


"Ayah dan ibu terakhir terlihat di benua Beiling dan langsung menghilang tanpa meninggalkan jejak? Sebenarnya siapa musuh yang mengejar ayah dan ibu?"


"Huahua jangan terlalu banyak berpikir! Setidaknya informasi ini menunjukkan di mana terakhir ayah dan ibu mertua terlihat. Terlebih batu jiwa mereka masih bersinar terang, masih banyak waktu untuk menemukan mereka."


Hinata memeluk Haocun dan mengangguk. Dia tidak terburu-buru, lagi pula dia belum cukup kuat untuk pergi mencari orang tuanya.


"Cun, apakah kau tahu di mana guru berada saat ini? Beberapa bulan ini dia tidak pernah muncul setelah membawa Spirit soul Water dalam jumlah besar bersamanya."


"Tenang, dia baik-baik saja untuk saat ini, tapi dia telah mengangkat dua orang murid di benua Xiling."


"Hah?" Sesaat kemudian Hinata tersenyum lebar. Dia akhirnya tahu jika Spirit Soul Water mungkin diberikan pada adik seperguruannya.


Melihat Hinata yang sangat bahagia, Haocun tidak bisa menahan untuk tidak mencium tunangannya itu.


Keduanya berciuman cukup lama, kali ini binatang kontrak Hinata juga tidak berkomentar jika Hinata tidak berpengalaman.


"Ne Cun, bagaimana kalau kita pergi ke Sekte. Aku ingin melihat ayah baruku itu, dan memperkenalkanmu sebagai tunanganku."


Haocun tampak berpikir dan menatap Hinata lama.


"Bukan ide buruk, tapi lokasi Sekte Bulan Darah sangat rahasia, bahkan kami 5 demon Lord tidak mengetahui lokasi tepatnya.”


"Tenang, aku memiliki caraku, tapi kita harus mencari Xue dulu."


"Jangan ganggu mereka untuk sekarang, biarkan mereka yang datang mencari kita."


"Maksudmu Yuwen Gege sedang bersama Xue?"


"Begitulah, ingatlah untuk memperkenalkan aku pada ayah baru itu jika aku suamimu." Haocun menggendong Hinata dan membawanya keluar untuk menunggu pasangan lainnya sebelum pergi. Sedangkan Hinata merona mendengar jika Haocun ingin diperkenalkan sebagai suami.


Keduanya menunggu Ao Xue dan Yuwen keluar. Beberapa saat kemudian yang ditunggu keluar dengan rona merah menghiasi wajah Ao Xue serta ada beberapa bercak kemerahan di lehernya.


"Uhm, apa yang aku lewatkan?" Goda Hinata sambil berpura-pura bertanya membuat Ao Xue bertambah merona.

__ADS_1


"Diam, ini semua kesalahannya." Ao Xue yang digoda hanya bisa berpura-pura marah sambil menyalahkan Yuwen


"Wifei, bukankah kau sendiri yang memulainya duluan. Beruntung aku masih bisa menahan dan tidak memakanmu."


Mendengar hal itu, wajah Hinata pun ikut merona, hingga menyembunyikan wajahnya di pelukan Haocun.


"Jika kalian terus saling menggoda, kapan kita akan pergi ke sekte untuk bertemu calon ayah mertua baru?"


Ao Xue dan Yuwen saling memandang, mereka juga memiliki rencana untuk pergi ke sekte dan ingin mengajak Hinata dan Haocun, tapi tidak di sangka jika Haocun yang mengajak mereka terlebih dahulu.


Yuwen mengusap bercak kemerahan di leher Ao Xue dan beberapa saat kemudian, tanda-tanda itu akhirnya menghilang.


"Ayo kita berangkat sekarang!"


Hinata yang masih dalam pelukan Haocun mengeluarkan token identitas sebagai nona muda. Hal yang sama juga dilakukan oleh Ao Xue.


Keduanya mengalirkan Qi spiritual mereka dan dalam sekejap mereka menghilang bersama pasangan mereka yang memang saling memiliki kontak fisik.


...


Muncul 4 sosok secara mendadak di depan gerbang Sekte Bulan Darah, petugas yang memiliki tugas jaga menatap ke arah 4 sosok yang muncul itu.


Tidak ada keterkejutan karena kemunculan mereka yang mendadak. Penjaga itu memandang 4 sosok dengan tenang.


"Selamat datang kembali Nona Muda." 4 sosok yang tidak lain adalah Hinata, Haocun, Ao Xue dan Yuwen memandang penjaga itu heran.


"Apakah Mo Gege sudah pulang?"


"Menjawab Nona muda, Tuan muda sampai saat siang tadi."


Hinata mengangguk dan tersenyum, dia memandang Ao Xue dan dua pemuda yang bersama mereka.


"Baik, antarkan kami ke kediaman ayah!"


"Silakan ikuti saya nona."


Penjaga itu memimpin jalan dengan Hinata dkk berada di belakangnya. Karena mereka datang malam hari, mereka tidak bisa mengamati situasi dan pemandangan sekte.


Mereka berjalan di koridor dan kadang berbelok entah kiri atau kanan, hingga mereka sampai di kediaman yang tampak sederhana dengan pohon-pohon rindang menghiasi di sekitar kediaman itu.

__ADS_1


*Aska


__ADS_2