Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Ibu Kota Kerajaan Chu


__ADS_3

Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia memandang Bai Fu Wan dan 7 pemuda yang saat ini sedang terikat, mereka bahkan tidak bisa melawan, karena Zi Hao dan Yun Yi telah melemahkan mereka.


Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia memiliki ekspresi jijik melihat mereka, bahkan mereka ingin memuntahkan isi perut mereka.


"Bagaimana rasanya saat kalian berada dalam keadaan tak berdaya seperti ini?"


Nada Bai Wei Xiang dipenuhi jijik dan kemarahan, kedelapan sosok inilah yang berperan penting dalam kematian mereka di kehidupan pertama mereka.


"Saudari, bukankah aku selalu baik padamu? Kenapa kau memperlakukanku seperti ini?"


"Baik padaku? Dengan memberiku sisa makanan dan meninggalkanku dengan pakaian tipis saat musim dingin atau membiarkan aku jatuh ke kolam hingga hampir meninggal? Menurutmu itu baik padaku."


"Saudari, itu bukan aku, aku sangat menyayangimu."


"Oh, tapi aku hanya membalas sesuai dengan apa yang pernah kau lakukan padaku."


Bai Wei Xiang mengambil belati, sedangkan Lan Xia mengeluarkan racun yang sangat berbahaya.


Xiang dengan ganas menggores wajah cantik yang selalu dibanggakan oleh Bai Fu Wan.


"Dulu kau bahkan melukai aku lebih dari ini, ini tidak seberapa."


Perlahan adegan penyiksaan yang dilakukan Bai Fu Wan di kehidupan sebelumnya memasuki benak Bai Fu Wan membuatnya menyesali semua.


Racun di tangan Qi Lan Xia tidak lain adalah afrodisiak dengan dosis tinggi yang di mana jika seseorang mengonsumsinya, maka tidak ada rasa puas sampai orang tersebut memasuki kematian tidak peduli apa jenis kelaminnya.


Qi Lan Xia dengan jijik meminumkan mereka semua racun tersebut dan detik berikutnya dia keluar dan memuntahkan semua isi perutnya.


"Sangat menjijikkan."


Zi Hao hanya memijat tengkuk kekasihnya dan memberinya minum.


Puas memuntahkan isi perutnya, dia kembali masuk dan menonton pertunjukan. Bai Wei Xiang dan Yun Yi tengah duduk dan menatap datar pemandangan di depan mereka.


Penyiksaan yang tidak kenal ampun dan terbilang kejam dialami 8 sosok tersebut, hingga saat kematian menjemput mereka, secara perlahan ingatan saat mereka memperkosa dan menyiksa Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang terlintas layaknya film-film pendek.


Mereka akhirnya mengerti jika mereka hanya menerima pembalasan seseorang yang merangkak dari jurang neraka untuk membalas dendam.

__ADS_1


Qi Lan Xia tidak memiliki ekspresi apa pun, setelah melihat musuhnya telah meninggal mereka akhirnya lega.


"Apakah sekte mereka telah di hancurkan?"


"Xiang kalian bisa tenang, sekte itu sudah rata dengan tanah, sekarang apa rencana kalian?"


"Entah, kapan sekte yang kalian maksud akan merekrut siswa baru?"


"Seminggu dari sekarang."


Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia mengangguk dan berpikir sejenak.


"Di kota mana itu?"


"Ibu Kota Kekaisaran Chu."


Keduanya langsung terdiam, karena jarak dari kota Wei ke Ibu Kota Kekaisaran Chu sangatlah jauh.


"Hao, itu sangat jauh. Bagaimana caranya kami sampai di sana tepat waktu?"


"Bukankah kami ada di sini?"


Karena tidak ada lagi kebutuhan untuk tinggal di kota Wei, Zi Hao dan Yun Yi membawa kekasih mereka dan menghilang di udara tipis.


...


Di bawah pohon rindang dan lebat, 4 sosok muncul dari ketiadaan.


"Di depan sana adalah gerbang untuk memasuki Ibu Kota Kerajaan Chu, kalian bisa pergi sendiri kan?"


Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia tersenyum dan mengangguk.


"Jangan khawatirkan kami."


"Baiklah, jaga diri kalian baik-baik."


Setelah mengecup kening kekasih mereka, Zi Hao dan Yun Yi menghilang menyisakan Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia.

__ADS_1


Kedua gadis itu akhirnya melangkah menuju pintu gerbang Ibu Kota Kekaisaran.


Bisa dilihat jika banyak yang sedang mengantre untuk memasuki gerbang, membuat Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang mengernyit.


Hingga giliran mereka pun tiba, keduanya diperiksa dengan saksama dan membayar 1 koin emas masing-masing, baru mereka diperbolehkan memasuki kota.


Jika Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang mengenakan lencana Alchemis dan persenjataan, bisa dipastikan mereka tidak perlu mengantre atau pun membayar biaya masuk kota.


Melihat suasana kota yang semarak, membuat kedua gadis itu tidak bisa tidak bertanya-tanya, hingga mereka menghentikan satu warga untuk ditanyai.


dari warga itulah mereka mengetahui jika 2 hari lagi akan ada festival turnamen untuk mencari bakat muda. Festival turnamen ini juga bisa menjadi ajang untuk unjuk kemampuan agar langsung mendapat tiket memasuki Sekte Angin musim semi yang akan mengadakan perekrutan sekitar seminggu lagi.


Bahkan ada rumor jika ada beberapa tetua dari Sekte Angin Musim Semi telah tiba di Ibu Kota Kekaisaran, untuk menyaksikan pertandingan yang akan diadakan 2 hari lagi.


Dalam festival turnamen ini, semua lapisan masyarakat boleh ikut dan tidak ada pengecualian asal kalian bisa membayar biaya pendaftaran sebesar 5 Koin emas per orang.


"Kira-kira di mana kita bisa mendaftar?"


"Nona muda, kalian hanya perlu menuju Paviliun harta karun, di sana pendaftaran dibuka dan besok adalah kesempatan terakhir untuk mendaftar."


Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia sangat bersyukur, karena mereka tidak terlambat, bermain sebentar tidak masalahkan.


Mereka berterima kasih pada warga tersebut dan memberinya 10 koin emas, karena telah berbaik hati memberi mereka informasi, warga itu tersenyum bahagia, hingga melihat kedua nona muda itu dengan penuh arti.


Tidak lama setelah itu, warga yang terlihat biasa itu perlahan berubah menjadi seorang penatua yang memiliki martabat dan aura yang sangat tinggi dan menenangkan.


"Dari aroma tubuh keduanya, aku bisa menebak jika mereka merupakan seorang Alchemis dan master persenjataan, tapi aku penasaran siapa guru mereka? bakat ini harus bisa masuk ke dalam sekte angin musim semiku, tapi aku juga masih harus melihat kemampuan mereka." Gumamnya seraya membelai dagunya.


Jika Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia melihat ini, mereka hanya akan memutar bola mata mereka dengan bosan.


Oh ayolah, mereka tidak memiliki seorang guru, dan mereka mempelajari semua dari Harimau Putih dan Kura-kura Hitam yang merupakan binatang kontrak mereka.


Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia yang tiba di depan gerbang Paviliun harta karun menaikkan alisnya, pasalnya tidak banyak antrean untuk mendaftar di festival turnamen.


"Mungkin karena biaya pendaftarannya cukup mahal."


"Mungkin kau benar Xia'er, ayo jangan buang waktu! Setelah ini kita masih perlu mencari penginapan."

__ADS_1


Keduanya berjalan menuju meja pendaftaran, yang saat ini duduk seorang gadis cantik dan pemuda tampan yang tidak lain adalah seorang pangeran dan seorang putri. Meski begitu, tidak ada yang mengetahui jati diri mereka disebabkan karena pakaian mereka yang sederhana.


__ADS_2