Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Senjata Mematikan


__ADS_3

Di Sekte Bintang Kutub di mana tempat Ji Xuan dan Ji Liang berada, keduanya telah berhasil menjadi murid internal sekte. Menjadi murid internal bukan berarti langsung mendapat ketenaran layaknya saat menjadi murid eksternal.


Karena mereka masih baru, selalu ada saja senior yang datang meminta biaya perlindungan.


Meski begitu, baik Ji Xuan maupun Ji Liang hanya acuh tak acuh pada senior yang bermulut besar itu.


Setiap murid internal akan mendapatkan jatah pil pengumpul Qi setiap bulan sebanyak 10 butir, tapi bagi mereka yang seorang alchemis, itu bukan hal yang patut mereka nantikan.


Karena Ji Xuan maupun Ji Liang baru saja menjadi murid internal, banyak para senior yang selalu datang mengetuk pintu mereka untuk mencari masalah, tapi diabaikan oleh keduanya.


Sekte di mana keduanya berada merupakan salah satu sekte besar dari 5 sekte yang berada di benua Weixian. Sekte tempat Ji Xuan dan Ji Liang belajar adalah Sekte Bintang Kutub yang berada di posisi ketiga di antara 5 sekte lainnya yang saat ini telah menjadi sekte no 2.


Sekte yang berada di peringkat pertama merupakan sekte Cahaya Surgawi yang telah dimusnahkan oleh Dark Lord dan Night Lord, hal itu tentu mengejutkan semua pembudidaya yang berada di benua Weixiang kecuali mereka yang berada dalam pelatihan pintu tertutup.


Karena Sekte Cahaya Surgawi telah musnah, maka secara otomatis mereka tidak lagi terhitung.


Sekte yang berada di peringkat kedua yang saat ini menjadi sekte nomor satu adalah Sekte Seribu Racun, di mana setiap muridnya diharuskan menguasai ilmu racun, karena mereka terkenal dengan racun mematikan, maka banyak yang memandang jelek sekte ini.


Sekte berikutnya yang berada di posisi keempat yang telah naik satu tingkat di karena kan Sekte Cahaya Surgawi telah lenyap merupakan Sekte Api Penyucian, dan di Sekte inilah Ji Hui, Ji Chen da Ji Jiu berada.


selanjutnya sekte yang berada di peringkat terakhir adalah Sekte Bulan Darah. Sekte ini sangat misterius, bahkan lokasi mereka tidak diketahui.


Murid sekte bulan darah memiliki ciri khusus yang menandakan jika mereka seorang murid.


Di pergelangan tangan mereka akan di berikan tato bulan sabit berwarna merah dengan seolah darah sedang menetes.


Brak


Brak


Ji Xuan yang sedang berkultivasi tiba-tiba membuka matanya saat mendengar pintunya yang sedang digedor oleh seseorang.


Dia menghela napas sejenak dan merapikan jubahnya, matanya yang biasanya penuh kelembutan saat menatap Hinata dan Ao Xue kini ibarat es yang telah beku selama ribuan tahun.


Dia berdiri dari Posisi lotusnya dan berjalan keluar untuk membuka pintu.


Blaaaar


Ji Xuan melompat menjauh begitu merasakan Qi Spiritual yang akan merobohkan pintu asramanya.


Dia memandang dingin sekelompok orang yang kini berada di depan asramanya, hal tersebut juga mengagetkan Ji Liang yang sedang tertidur di kamarnya karena mereka berada asrama yang sama.


"Kau Junior tidak tahu diri, aku telah memerintahkan mereka untuk mengambil biaya perlindungan, tapi kalian menolak."


Aura Ji Xuan menjadi sangat dingin memandang senior di depannya.

__ADS_1


"Biaya perlindungan? Sepertinya sekte kita tidak memiliki peraturan seperti itu."


Senior yang memiliki wajah yang cukup tampan, tapi masih kalah oleh ketampanan Ji Xuan menjadi sangat geram.


"Saudara Ye, tidak perlu membuang kata-kata pada orang tak tahu apa yang baik untuknya. lebih baik kita menyiksanya."


Salah satu bawahan pemuda yang disebut Saudara Ye tersebut mengusulkan membuat Ji Xuan memiliki pandangan meremehkan.


Di sekte tidak diizinkan pembunuhan sesama murid. Perkelahian pun sangat dilarang, karena kelompok ini terlalu sering menindas dan saudara Ye merupakan seorang murid dari salah satu guru yang cukup berpengaruh membuatnya semakin arogan dan melupakan peraturan dasar Sekte.


Pemuda tersebut yang memiliki nama Ye Dui ingin menyerang Ji Xuan. Ji Xuan hanya memandang dengan datar dan acuh tak acuh.


Begitu serangan tersebut akan mengenainya, sebuah suara menginterupsi gerakan Ye Dui.


Ye Dui segera menjadi kaku dan memandang ke asal suara tersebut.


"Berhenti menggertak juniormu Ye Dui." Suara tersebut berasal dari seorang guru yang juga merupakan guru yang cukup berpengaruh di sekte tersebut.


"Guru Yun, ini hanya kesalahpahaman."


"Oh, jika sekali lagi aku memergokimu menggertak para juniormu. Aku tidak peduli siapa gurumu dan detik itu aku akan mengeluarkanmu dari sekte."


Dengan ketakutan, Ye Dui dan kawan-kawan segera melarikan diri, tidak berani memandang ke arah Ji Xuan.


"Hahahaha bukan apa-apa, seharusnya dia yang berterima kasih. Jika aku terlambat datang kemari, aku tidak yakin jika dia masih memiliki kehidupannya saat ini."


Setelah mengatakan itu, guru Yun segera menghilang di udara kosong meninggalkan Ji Xuan yang memandang datar di mana tempat guru Yun tadi berada.


...


Ao Xue memandang puas pada pistol yang berhasil dibuatnya serta semua amunisi yang telah selesai.


Dia memberikan satu pada Hinata, Hinata berbinar dan langsung memasukkan beberapa peluru.


"Tidak buruk, dan aku mulai bersemangat."


"Tentu saja Hua, aku akan membuat yang terbaik untuk kita dan membuat beberapa untuk pasukan kita."


Hinata mengangguk dengan seringai kejam di bibirnya.


"Tentunya pistol ini akan menjadi tanda pasukan kita."


Dark Lord dan Night Lord yang masih mengamati mereka dalam kegelapan mengerutkan dahi melihat senjata yang dipegang oleh kedua gadis mereka.


Hinata menaruh peredam suara dan membidik ke arah sasaran yang tersedia di kamarnya.

__ADS_1


Pissssuuuu


Tanpa suara apa pun, sebuah peluru dengan kecepatan tinggi mendarat tepat di tengah-tengah sasaran.


"Hahahahaha ini kereeen, sudah lama aku tidak memegang pistol."


"Jika si mesum datang, tinggal menembak kepala mereka saja ufufufufu."


Dark Lord dan Night Lord meneguk ludah mereka paksa melihat kecepatan peluru yang Hinata tembakkan.


"Senjata mengerikan macam apa itu?" Batin keduanya ngeri.


Ao Xue menyeringai dan mengarahkan pistolnya ke arah Hinata. Melihat itu, Hinata tertegun dan kemudian tersenyum.


"Lakukan!"


Begitu suara Hinata jatuh, Ao Xue langsung mulai menembak Hinata.


Melihat peluru yang mengarah padanya, Hinata tersenyum dan menghindari setiap tembakan yang dilancarkan Ao Xue.


dor


dor


dor


Peluru memang cepat, tapi Hinata juga tidak lambat. Rambut ungunya berkibar menambah kecantikannya.


Dia menyeringai dan mengarahkan pistolnya ke arah Ao Xue dan mulai menembaki Ao Xue. keduanya saling baku tembak menjadikan kamar Hinata sangat berantakan.


Meski pun kulit mereka tergores oleh peluru, tapi sama sekali tidak ada yang mengenai keduanya.


Aksi Hinata dan Ao Xue yang terbilang gila, membuat Dark Lord dan Night Lord memiliki ekspresi mengerikan.


"Hanya orang yang telah mengalami kematian yang tidak akan takut menghadapi kematian."


Memang benar, baik Hinata mau pun Ao Xue telah mengalami satu kali kematian dan itu tidak terlalu menakutkan untuk mereka, tapi mereka juga menghargai kehidupan kedua mereka.


Merasakan peluru di pistol mereka kosong, barulah keduanya berhenti dan saling tertawa.


"Hahahaja sensasi ini, sudah lama aku tidak merasakannya."


"Kau benar Hua, sensasi di mana peluru saling beradu adalah lagu yang sangat indah untuk kita dengar."


Tidak memedulikan luka di badan mereka akibat goresan peluru, mereka jatuh tertidur.

__ADS_1


__ADS_2