Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Pembunuh Bayaran


__ADS_3

"Xia'er, menurutmu apakah Hua'er akan berada di sekte yang merupakan sekte besar."


"Aku tidak tahu, berharap saja dia berada di salah satu sekte besar agar kita bisa bertemu dengannya.”


Keduanya terus berbincang mengenai Zi Hua yang akan mengikuti pertandingan antara sekte atau tidak.


Tok..


Tok..


Tok..


Mendengar suara pintu asrama mereka diketuk. Bai Wei Xiang segera berdiri membuka pintu.


"Agh Senior Xu, Senior Lu dan Senior Yin. Silakan masuk."


Ketiga sosok itu segera masuk. Mereka juga menjaga jarak agar tidak bersentuhan langsung dengan kedua gadis itu.


"Ada perlu apa?"


Qi Lan Xia yang muncul dengan minuman dan makanan kering langsung bertanya.


"Apakah kalian tidak memiliki kesibukan?"


Qi Lan Xia berbalik melihat Bai Wei Xiang.


"Kebetulan kami lagi kosong dan tidak ada rencana apa pun."


"Jadi maukah kalian bergabung dengan kami untuk melakukan misi?"


"Misi? Misi apa?"


Lu An Ran segera mengeluarkan kertas misi dan memperlihatkan pada kedua sahabat itu.


"Monster air yang meresahkan warga? Bagaimana menurutmu Xiang'er?"


"Kau kan yang selalu mengambil keputusan." Qi Lan Xia merasa jengkel. Memang benar dia yang selalu mengambil keputusan. Salahkan Bai Wei Xiang yang terlalu malas untuk peduli.


"Baiklah kami ikut."


"Itu bagus, siapkan keperluan kalian. Kita akan berangkat besok."


"Jangan khawatir Senior."


Setelah mendapatkan jawaban dari Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang, ketiga senior itu segera pamit.


Qi Lan Xia dan Bai Wei Xiang segera mempersiapkan apa saja yang akan mereka perlukan saat menjalankan misi.


...


Hinata dan Ao Xue saat ini telah berada di istana. Mereka memperhatikan pelatihan calon anggota death Flower.


"Bagaimana kalau kita mengecek pengerjaan Cafe dan Rumah Harta."


"Ide bagus Xue."


Mereka bersiap dan menggunakan pakaian yang sama dengan rakyat. Merasa penampilan mereka tidak mencolok, mereka pun menyelinap lagi keluar dari istana.


Tidak menggunakan kereta dan gerbong, hanya berjalan kaki di sekitar kota.


Menurut mereka, kota saat ini masih sangat bersih, udaranya pun sejuk tidak segersang di abad 21.


Mereka pertama-tama berjalan ke arah lokasi Rumah Harta yang juga akan menjadi markas utama Death Flower yang bergerak di Benua Weixiang.

__ADS_1


Ini baru hari kedua, para pekerja juga bekerja dengan rajin. Mereka mengikuti desain yang di gambar oleh Hinata.


Berawal dari membangun fondasi yang masih sementara dalam pengerjaan.


Keduanya tersenyum, ternyata pekerja yang dicari oleh Haocun dan Yuwen sangat rajin. Jadi Rumah Harta dapat berdiri sesuai jadwal yang mereka rencanakan.


Selama berada di Sekte bulan darah, mereka berjanji akan tinggal dan berlatih di sekte sebelum berangkat ke benua Beiling.


Mereka diberi waktu untuk menyelesaikan urusan selama 4 bulan. Jadi semua harus telah siap sebelum mereka pergi.


Puas mengamati proses pembangunan Rumah Harta, Mereka segera pergi melanjutkan perjalanan menuju Caffe.


Hal yang sama juga berlangsung, membuat keduanya tersenyum puas.


...


Halaman di pinggiran Hutan Kabut.


Naruto menatap Hongli, Haocun dan Yuwen dengan antusias.


"Benarkah? Hua yang akan membantuku melahirkan."


"Ya itu yang dia katakan." senyum di bibir Naruto semakin lebar. Dia mengelus perutnya dengan lembut


"Lalu apakah kalian telah memberitahu jika aku akan menikah setelah melahirkan?"


"Tidak. Jika waktunya telah ditentukan, kami akan memberitahu mereka.”


Haocun dengan cepat membantah dan mengemukakan alasannya. Naruto mengangguk dan memandang Hongli.


"Li jadi kapan kita menikah?"


"Jika kau sudah pulih pasca melahirkan."


"Baik, kapan itu?"


"Oke."


Ketiga pemuda itu tersenyum kecil memandang Naruto yang memiliki perut buncit.


...


Kini Bai Wei Xiang, Qi Lan Xia, Lu An Ran, Xu Han Ming dan Yin Xu Jian berdiri di depan pintu gerbang sekte.


"Apakah desa Ling jauh dari Sekte?"


Desa Ling merupakan tujuan kelima orang itu. Di mana misi mereka berada yaitu membasmi monster air yang meresahkan warga di desa tersebut.


"Tidak jauh Junior Bai, kita hanya membutuhkan waktu dua hari jika berkuda."


"Senior Lu, itu jauh tapi tak masalah."


"Sudahlah jangan menunda lagi, kita sebaiknya segera berangkat."


Mereka melangkah menuju bagian tunggangan, mengambil lima kuda dan langsung berangkat.


Qi Lan Xia maupun Bai Wei Xiang sangat penasaran dengan monster air yang meneror para warga itu.


Kuda mereka berlari kencang meninggalkan sekte angin musim semi.


Setelah dua jam perjalanan, mereka singgah untuk mengistirahatkan kuda mereka.


Tempat mereka beristirahat juga cukup terpencil dan tidak ada desa di sekitar.

__ADS_1


Mereka beristirahat sejenak, memberikan kuda minum agar tidak menyiksa tunggangan mereka.


Ketika mereka akan melanjutkan perjalanan, tiba-tiba sekelompok orang berpakaian hitam mengelilingi mereka.


Xu Han Ming dan Yin Xu Jin segera menjadi waspada dan mengambil posisi melindungi tiga gadis di kelompok mereka.


"Pembunuh bayaran?" Qi Lan Xia mengernyit begitu pun dengan Bai Wei Xiang.


"Siapa yang mereka incar?" Itulah yang mereka pikirkan. Tidak mungkin pembunuh bayaran ini mengincar mereka kan?


Keduanya dengan kompak melirik ke arah Lu An Ran yang memiliki keringat dingin.


"Kalian serahkan gadis Lu itu?"


Salah satu dari pembunuh bayaran segera memerintahkan mereka untuk menyerahkan Lu An Ran.


"Aku tidak akan menyerahkan Ran'er pada kalian." Yin Xu Jin segera membantah mereka.


"Kalau begitu jangan salahkan kami karena kejam."


Segera para pembunuh bayaran menyerang kelompok Bai Wei Xiang.


"Heh, ingin membunuh teman kelompokku? Mimpi saja kalian.l."


Mengeluarkan pedangnya, Bai Wei Xiang menghilang dari tempatnya.


Krash


Satu pembunuh bayaran langsung jatuh bersimbah darah. Mata Bai Wei Xiang menyipit, Qi Lan Xia juga menyeringai kejam.


"Senior, mereka ada lebih dari 50 orang dan kita hanya berlima. Bagaimana menurutmu."


Pandangan Xu Han Ming menjadi dingin, aura pembunuh darinya juga semakin pekat.


"Ingin membunuh wanitaku, dalam mimpimu."


Tubuh Xu Han Ming diselimuti petir, auranya juga sangat mengerikan. Yin Xu Jin bahkan telah mundur, dia segera menarik Lu An Ran untuk menjaga jarak.


"Ugh, mereka memprovokasi Ming. Tidak ada akhir bagus bagi mereka."


Keduanya juga mengalihkan pandangan pada Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia yang tengah menikmati pembunuhan mereka.


Pertempuran sengit ketiga sosok tersebut melawan lebih dari 50 pembunuh bayaran membuat Yin Xu Jin dan Lu An Ran terkagum.


Tidak sampai satu jam, para pembunuh bayaran semua tumbang tanpa tersisa.


Di mana kepala mereka terpisah dari badan, isi perut mereka keluar dan pandangan mengerikan lainnya.


Xu Han Ming juga telah tenang, dia segera menghampiri Yin Xu Jin dan Lu An Ran.


Pandangan dingin yang ditujukan pada pembunuh dalam sekejap berubah hangat dan lembut.


"Ran, apakah kau baik-baik saja?"


"Ya."


Di sisi lain, Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia menyipitkan mata mereka memandang pemandangan tersebut.


"Percuma berlatih jika ujung-ujungnya menggunakan punggung orang lain untuk berlindung."


Rasa hormat kedua sahabat itu seketika menghilang saat memandang Lu An Ran dan Yin Xu Jin.


"Kalian berdua harus lebih sering mengandalkan diri sendiri dari pada berlindung dibalik punggung orang lain." Setelah mengatakan hal itu, Qi Lan Xia meninggalkan ketiganya dan mengambil kudanya.

__ADS_1


Dia dan Bai Wei Xiang langsung pergi meninggalkan 3 sosok yang masih terdiam.


*Aska


__ADS_2