Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Death Flower & Penatua Mo


__ADS_3

Setelah memberi tanda pada 200 orang yang kini resmi menjadi anggota Mafia di bawahnya, Naruto tersenyum lebar, senyum yang secerah mentari membuat 200 orang tersebut bahkan dua orang Alchemis yang diberikan oleh Hongli terpesona.


"Tato rubah yang ada di lengan kalian merupakan identitas kalian, tanda yang terlihat sederhana itu tidak dapat ditiru oleh siapa pun, karena aku juga menulis nama rahasia kalian yang hanya aku dan 2 orang lainnya yang akan tahu, karena karakter yang aku buat adalah Karakter rahasia kami. Tanda tersebut juga berfungsi untuk menyampaikan Informasi kepadaku jika kalian tertangkap oleh lawan."


200 orang itu sangat gembira mendengar penjelasan Naruto, Naruto melihat semua orang itu dan dia tersenyum menunjuk pada 10 orang tertentu yang memiliki luka minim.


10 orang itu maju dan Naruto memandang penuh kepuasan.


"Mulai saat ini, kalian adalah pemimpin kelompok. Setiap kelompok akan memiliki anggota 20 orang termasuk kalian sendiri."


"Kelompok Pertama disebut Kitsu, mereka akan bertugas di barisan terdepan untuk menerima tugas membunuh. Kelompok Kedua disebut Inu, mereka akan bertugas sebagai pelacak dan pencari Jejak. Kelompok Ketiga disebut Hebi, tugas utama Hebi adalah mencari Informasi. Kelompok keempat disebut Kuma, bertugas untuk melindungi markas utama. Kelompok kelima Tori, Tori bertugas di bagian medis untuk mengobati saudara dan Saudari yang terluka. Kelompok Keenam disebut Yūrei, mereka akan bertugas menjadi penjaga bayangan sewaan untuk orang penting. Kelompok ketujuh adalah Karasu yang akan bertugas menjadi Alchemis. Kelompok Delapan adalah Heron yang bertugas di bagian persenjataan. Kelompok Sembilan adalah Tora, Tora bertugas di bagian bisnis Kedai dan mengumpulkan semua informasi dari para pengunjung dan kelompok terakhir adalah kelompok Nekomata, kelompok ini juga memiliki tugas mengelola bisnis Rumah Harta. Rumah Harta sendiri merupakan Rumah Lelang yang akan melelang barang-barang langka. Untuk nama kelompok kita, aku sudah mendapat nama yang cocok dan itu merupakan dari sahabatku yang juga nantinya akan terlibat dalam organisasi Mafia ini. Organisasi Mafia kita akan dikenal sebagai Siwang Hua (死亡花): Death Flower yang akan mengguncang alam Nirvana ini."


"Horrrrraaaaaa"


200 orang berteriak dengan semangat mendengar segala penjelasan Naruto. mereka tidak sabar untuk menjadi kuat dan membuat nama mereka ditakuti serta di hormati oleh setiap penghuni alam Nirvana.


Kedua Alchemis yang senantiasa menemani Naruto semakin kagum pada Naruto, tidak salah tuan mereka memilih gadis yang mendominasi ini, bahkan 200 orang yang dipilihnya dari awal tidak ada yang berkhianat


Mulai hari itu, Siwang Hua terbentuk dan 200 personil utama memulai latihan kerasnya. Naruto memandang langit dan tidak bisa percaya jika dia dan sahabatnya bekerja sama untuk membentuk organisasi. 200 orang tersebut hanyalah awal dari segalanya dan seiring berlalunya waktu, Siwang Hua akan Memiliki banyak personil dan menyebar di seluruh benua di alam Nirvana.


...


2 orang gadis yang berada di asrama yang sama memandang langit malam tanpa bintang. Mengingat kejadian sebulan lalu saat perekrutan dan Festival Turnamen membuat keduanya tersenyum dan juga memiliki ekspresi jengkel.


Bahagia karena mereka berada di bawah guru yang sangat ketat dan memanjakan mereka hingga memberikan mereka sumber daya yang tak terbatas. Jengkel karena menemui beberapa orang arogan dan selalu mencari masalah.


Sebulan Lalu.


Setelah mencari penginapan, Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia berniat mencari restoran yang memiliki hidangan enak.


Saat keduanya ingin memasuki restoran, mereka melihat seorang pria sepuh dengan pakaian compang-camping juga ingin memasuki restoran tersebut, tapi dihalangi oleh pelayan yang memandang remeh pada pria sepuh itu.


Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia hanya menggeleng saja melihat pelayanan tersebut.

__ADS_1


"Biarkan aku masuk, aku memiliki uang untuk membayar."


"Sudah aku katakan, pengemis tua sepertimu dilarang masuk, karena bau tubuhmu akan mengganggu pengunjung lainnya."


"Tapi aku punya uang."


"Aku bilang tidak ya tidak."


Pengemis tua itu akhirnya ingin pergi, tapi Bai Wei Xiang mendekatinya.


"Kakek bisa makan bersama kami."


Qi Lan Xia memandang dingin pada pelayan tersebut. saat dia melihat nama restoran tersebut, dia segera tersenyum penuh sarkasme.


"Hao, jadi seperti ini pelayanan di salah satu restoran kalian? Sepertinya harus segera membersihkan rumput liar." Qi Lan Xia mengangkat tangannya dan muncul seorang penjaga bayangan berpakaian hitam.


"Pergi dan katakan pada manajer untuk segera memecat pelayan seperti dia."


"Ya, Nyonya."


"Hanya karena pakaian pria sepuh itu layaknya pengemis hingga dia dilarang untuk makan di sini?"


"Kau gadis dari mana asalmu, hingga berani menegurku."


"Oh, kau akan tahu sebentar lagi."


"Jangan terlalu sombong..."


plak


Belum selesai pelayan tersebut berbicara, sebuah tamparan mendarat di pipinya. Tamparan tersebut berasal dari manajer restoran yang paling membuat terkejut.


Hal tersebut sampai menarik perhatian pengunjung dan orang yang kebetulan lewat.

__ADS_1


"Beraninya kau berbicara seperti itu pada Nyonya masa depan, apa kau tidak ingin hidupmu?"


"Tuan."


"Diam! mulai saat ini kau dikeluarkan."


Dengan penuh kebencian, gadis bernama Lin akhirnya pergi. Manajer terus membungkuk meminta maaf pada Qi Lan Xia.


"Sudahlah, ajari pelayan yang lain untuk menghormati seorang yang lebih tua, jangan memandang dari pakaian saja. Bisa jadi orang yang kau singgung merupakan orang kuat yang mampu menghancurkan restoran ini dalam sekejap."


"Ya, bawahan mengerti."


Qi Lan Xia memberi senyum hangat pada Bai Wei Xiang yang sedang menghibur pria sepuh itu.


"Kakek, Xiang'er. Ayo masuk!"


Senyum hangat Qi Lan Xia sangat berbeda dengan senyum dingin yang tadi ditunjukkannya.


Manajer langsung membawa mereka ke ruang pribadi yang berada di lantai 3 di mana hanya pemilik yang dapat menempati ruangan tersebut.


Tidak lupa meminta dapur untuk menyiapkan makanan terenak dan cukup banyak.


Pria Sepuh memandang kedua gadis muda di depannya penuh rasa syukur, sudah lama tidak ada yang memperlakukannya seperti ini saat dia berpenampilan layaknya pengemis.


"Dua gadis, apakah kalian tidak merasa jijik pada pria tua ini."


keduanya tersenyum dan memang sedikit heran karena tidak ada rasa jijik saat bersama pria sepuh itu.


"Bagi kami semua orang sama tidak peduli apa derajat dan pangkat mereka. Kami akan berperilaku sesuai dengan cara mereka memperlakukan kami."


"hahahaha gadis baik."


Setelah tertawa penuh kebahagiaan, Pria sepuh tersebut dalam sekejap mengubah penampilannya yang sangat kotor menjadi yang paling bersih dan cukup gagah membuat kedua gadis memandang dengan tercengang.

__ADS_1


"Perkenalkan aku Mo Jun, tapi orang mengenalku dengan sebutan Penatua Mo, maukah kalian menjadi murid ketiga dan keempatku?"


__ADS_2