
Hinata yang dipeluk oleh pemuda berambut perak dan menghilang meninggalkan Ao Xue, sangat terkejut saat mendapati dirinya kini berada di dalam kamarnya.
Ketika pemuda itu melepas pelukannya, Hinata langsung menjaga jarak dan menatap sosok berambut perak dengan tajam.
"Siapa kau?"
Dia sering dipeluk oleh Ji Xuan dan dia merasakan keamanan di samping kakak kelimanya itu.
Namun, saat dipeluk oleh pemuda di depannya ini, Hinata hanya merasakan bahaya datang menghampirinya.
"Tidak perlu begitu galak pada calon suamimu." Wajah Hinata menjadi jelek dan gelap.
"Siapa kau?" Hinata tidak menanggapi apa yang dikatakan pemuda itu, tapi dia masih bertanya dengan pertanyaan yang sama.
Benar saja dugaan sang pemuda, jika gadis yang diklaim sebagai miliknya ini sangat bangga, meski pun dia tahu tidak bisa menang jika mengadu kekuatan, tapi gadisnya sangat tidak mau tunduk.
"Hua, jangan keras kepala!" Hinata semakin geram, apalagi pemuda ini mengetahui namanya.
Hinata tidak tahu siapa pemuda di depannya, tapi dia memiliki perasaan berbahaya. Hinata tanpa menunda lagi langsung mengeluarkan senjatanya yang berbentuk sabit besar.
Pemuda itu mengerutkan dahinya saat melihat senjata Hinata, kemudian dia tersenyum kecil.
"Senjatamu tidak akan bisa melukaiku, jadilah baik oke?" Seolah tahu jika diremehkan, sabit besar itu bergetar karena marah.
Sejak dia memilih tuan, tidak ada yang boleh meremehkannya dan meremehkan tuannya.
Pemuda berambut perak itu mendekati Hinata langkah demi langkah, Hinata menjadi sangat waspada dan mempererat genggamannya pada senjatanya.
"Berhenti di sana!" pemuda berambut perak hanya memandang Hinata dengan sedih, perasaan berbahaya yang dirasakan Hinata juga hilang entah ke mana.
"Hua, aku tidak akan menyakitimu, jadi bersikaplah baik." Hinata terus mengawasi pemuda di depannya, hingga dia sadar jika pemuda itu telah berada di belakangnya dan memeluknya dengan mesra.
"A..aap.aa ya...ng ka..ka...u Laa...kuka...aan?" Karena tindakannya yang lembut, hingga membuat Hinata menjadi gugup dan jika dia gugup, sudah pasti Hinata juga akan tergagap.
"Biarkan aku memelukmu sebentar oke?" Karena tidak ada lagi perasaan berbahaya itu, Hinata menyimpan kembali senjatanya. Tindakannya secara otomatis tidak pernah lepas dari pandangan pemuda yang kini memeluknya.
"Hua ikutlah denganku dan mencari kedua orang tua kandungmu, aku akan melindungimu dari bahaya apa pun." Hinata menegang dan berbalik menatap mata pemuda yang masih asyik dengan kegiatan memeluk dirinya.
"Aku akan mencari mereka dengan kekuatanku sendiri, selama aku masih Zi Hua, aku tidak akan berlindung di bawah sayap siapa pun." Ucapannya sangat tegas dan penuh wibawa.
Pemuda itu tersenyum, memang beginilah gadisnya. Jika saja Hinata tadi menjawab ingin mengikutinya dan berlindung di belakangnya, sudah dipastikan dia akan merasa kecewa.
__ADS_1
"Jadilah kuat dan temukan mereka, aku dan keempat sahabatku akan menunggu kalian dan mengawasi kalian tumbuh."
"Siapa sebenarnya kau?"
"Orang-orang di alam Nirvana ini menyebutku Night Lord dari 5 Demon Lord. Yang saat ini bersama Ao Xue adalah Dark Lord, tapi untukmu, kau bisa memanggilku dengan namaku, oke?"
"Siapa namamu?"
"Yuan Haocun, kau harus mengingat nama suamimu ini." Night Lord atau Yuan Haocun tersenyum kecil, dia membalikkan tubuh Hinata menghadapnya.
Yuan Haocun terkekeh melihat penampilan Hinata yang mulai dari rambut, alis bahkan pakaiannya semua berwarna ungu. Perlahan dia menundukkan kepalanya dan mencium bibir mungil Hinata.
Hinata tentu sangat terkejut hingga tak bisa berkata-kata dan bereaksi.
"Siaaaaal, Ciuman pertamaku." Hinata hanya bisa menangis bombai di dalam benaknya.
Ciuman yang awalnya lembut menjadi sangat menuntut agar mendapat balasan, tapi Hinata yang tidak tahu caranya berciuman hanya diam saja, tidak membalas membuat Yuan Haocun merasa frustrasi.
Tatapan Hinata sangat datar memandang Pemuda yang menciumnya, dia ingin mendorong pemuda itu menjauh, tapi kekuatannya tidak mampu mendorong Yuan Haocun.
"Huahua balas ciumannya, jangan mau kalah dari bajingan laknat itu." Zi Bai berbicara di benak Hinata membuat Hinata mengernyit tak suka.
"Aku akan mengirim cara berciuman ke dalam benakmu." Suara Zi Long sukses membuat Hinata gemetar ketakutan.
Hinata ingin menangis, tapi tidak ada air mata yang keluar dan dengan sangat terpaksa dia mulai membalas ciuman Yuan Haoucun. Meski agak kikuk dan canggung hingga wajahnya menjadi merah layaknya tomat.
Karena telah mendapat balasan, Yuan Haocun melepaskan ciumannya dan terkekeh pelan sambil mengacak surai ungu Hinata yang tidak memiliki aksesoris apa pun.
"Hua, kau hanya milikku dan kau tidak diizinkan untuk mendekati pria lain. Jika bersama 5 pangeran, aku mengizinkan mereka untuk merawatmu, toh mereka hanya menganggapmu sebagai adik kecil mereka."
Hinata terdiam mencerna apa yang baru saja terjadi dan tatapannya kembali menjadi datar.
"Keluar kau dari kamarku bajingan mesum!"
"Aku masih ingin memelukmu." Hinata menatap tajam pada Yuan Haocun, jika tatapan bisa membunuh, maka Haocun sudah mati berkali-kali.
"Hua bisakah kau tidak terlalu galak padaku?"
"Haruskah aku bersikap baik pada seorang cabul sepertimu yang mencuri ciuman dari gadis lemah sepertiku di saat aku tengah tak sadarkan diri, hmmp?"
Owgh ternyata Hinata tahu jika tidak hanya kali ini Yuan Haocun menciumnya.
__ADS_1
"Oke, aku minta maaf."
"Pergilah, aku ingin kembali ke halaman untuk bersantai bersama Ao Xue."
"Kita akan pergi bersama." Yuan Haocun kembali memeluk pinggang Hinata dan menghilang kembali ke tempat di mana dia membawa Hinata.
Ao Xue memandang pemuda di depannya seolah dia sedang di dianiaya, sedangkan pemuda di depannya terkekeh pelan.
"Istri, nama suamimu ini Zhang Yuwen, kau harus mengingatnya di hatimu, mengerti?" Ao Xue tidak menjawab dan hanya menatap pemuda yang memanggilnya Istri.
Hingga Hinata dan Yuan Haocun kembali muncul bersama Hinata, sontak membantu Ao Xue yang memiliki sikap teraniaya untuk berdiri.
"Xue, ada apa denganmu?"
"Bajingan mesum itu mengklaimku sebagai istrinya."
"Kau memang istriku kan?"
"Kita tidak pernah menikah dasar bajingan mesum."
"Owg baiklah, 2 hari lagi aku akan mengirim hadiah pertunangan dan menikahimu di hadapan ayah kerajaan serta ibu kerajaanmu."
Ao Xue kembali memandang Hinata berharap mendapat pertolongan.
"Tentu aku juga akan melakukan hal yang sama untukmu Hua." Hinata hanya dapat menghela napas kasar.
"Jika ingin melamar kami setidaknya bawakan kami Ponsel, Kamera, mobil dan pesawat. Sekarang pergilah! aku ingin bersantai dengan Ao Xue."
Mendengar ucapan Hinata, Aoxue menyeringai. Secara tak langsung Hinata menolak lamaran 2 orang pemuda yang ingin menikahi mereka.
Kedua pemuda itu bahagia, tapi sesaat kemudian dia mengerutkan dahi, karena mendengar hal asing yang diinginkan Hinata.
"Bisakah memberitahuku apa itu?"
Hinata menatap mereka dengan meremehkan.
"Bukankah Anda adalah Night Lord, tidak mungkin hal kecil semacam itu kau tidak tahu, jika memang seperti itu, pergi cari tahu sendiri apa benda itu."
"Kami akan pergi mencari benda yang kalian inginkan sebagai tanda cinta kami untuk kalian." Akhirnya Yuan Haocun dan Zhang Yuwen pergi dan mencari apa yang diinginkan gadis mereka.
Setelah kepergian keduanya, Hinata dan Ao Xue tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Rasakan, biar pun kalian mencarinya sampai ujung dunia, kalian Tidak akan menemukan benda tersebut."