Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Identitas Misterius


__ADS_3

Setelah mereka semua mengisi perut mereka, mereka kembali ke penginapan.


Beberapa orang dari sekte berbeda memberi selamat pada Ai Chen dan Yu Shen. Meski mereka bersaing, tapi mereka masih bersaing dengan sehat, karena mereka berpikir mereka semua dari benua yang sama.


Namun, jika itu sekte dari benua lainnya, mereka mungkin akan menyimpan dendam.


Hei, kita bahkan tidak berteman, dan tidak tinggal di tanah yang sama, jadi tentu kita akan membenci orang yang memprovokasi.


Hinata dan Ao Xue tidak tinggal lebih lama untuk mengobrol dengan yang lainnya, tapi ketika dilangkah keduanya, dia melihat sepasang muda mudi yang sudah lama tidak dia lihat.


Ya, orang itu adalah Tang Hao dan Nalan Qing Yu. Dia tidak menyangka setelah beberapa tahun tidak melihat mereka, kedua orang itu masih setia bersama.


Dia hanya menghela napas untuk jiwa Zi Hua, karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


Tidak lagi memperhatikan keduanya, dia mengikuti langkah Ao Xue, tapi baru saja melangkah, dia mendengar ada yang memanggilnya.


“Zi Hua?”


Nada suara itu penuh tanda tanya yang menandakan jika orang yang memanggilnya dirinya mungkin tidak mengenali dirinya.


Dia berbalik dan menatap Nalan Qing Yu.


“Ada apa?”


Tang Hao dan Nalan Qing Yu terkejut, tapi ada kelegaan di wajah Nalan Qing Yu.


“Syukurlah, akhirnya aku menemukanmu.”


Mengatakan itu, dia melangkah mendekati Hinata, tapi Hinata masih tenang. Dia ingin tahu mengapa ada kelegaan di wajah cantik Nalan Qing Yu ketika mengetahui jika dia tidak mengenali orang yang salah.


Sebenarnya Nalan Qing Yu ingin menyapa Hinata ketika dia melihatnya untuk pertama kalinya, tapi Hinata tidak pernah melihat ke arahnya.


Maka dari itu dia ragu, dia takut menyapa orang yang salah. Selain itu, dia melihat jika Hinata dekat dengan beberapa orang berpengaruh dari 3 sekte lainnya.


“Aku akhirnya menemukanmu.”


Hinata mengernyit, tapi ketika melihat Nalan Qing Yu mengeluarkan kotak dari tas penyimpanan, dia agak bingung.

__ADS_1


“Beberapa bulan setelah kau pergi saat itu, aku dan kakak Hao bertemu seorang yang mengangkat kami menjadi murid, dan kami juga sudah menikah.”


“Selamat.”


Nalan Qing Yu agak malu, tapi dia masih melanjutkan ucapannya.


“Bukan itu intinya. Selama aku berada di sekte, aku tidak pernah kembali, tapi setahun lalu aku dan kakak Hao kembali. Namun, ketika aku sampai, keluarga Nalan telah hancur, bahkan rumah juga rata dengan tanah. Beruntung aku masih bisa bertemu kakek yang sedang sekarat, dia memberiku kotak ini dan berpesan jika aku bertemu denganmu, dia memintaku untuk memberikan kotak ini padamu.”


Hinata mengambil kotak itu, dia menatap Nalan Qing Yu dengan rumit. Tidak ada kebencian di mata Nalan Qing Yu ketika melihatnya. Hanya kesedihan karena dia ditinggalkan oleh keluarga untuk selamanya, dan dia hanya memiliki Tang Hao sebagai pendukung.


“Zi Hua, maafkan aku karena sering menindasmu saat kau berada di keluarga Nalan.”


Hinata tidak memikirkan terlalu jauh, dia hanya menggeleng dan tersenyum.


Untuk keluarga Nalan yang menindas dirinya, dia tidak menaruh dendam. Toh, dendamnya telah terbayar ketika dia merampok seluruh harta benda keluarga Nalan.


“Aku sudah lama memaafkanmu, aku turut berduka cita untuk kakek dan paman serta bibi. Aku berharap kau dan kakak Hao hidup bahagia.”


Hinata menyimpan kotak yang diberikan oleh Nalan Qing Yu dan mengeluarkan beberapa hal baik untuk Nalan Qing Yu.


“Ambil ini, anggap saja ini hadiah pernikahan kalian dariku.”


Hinata berbalik dan langsung menghampiri Ao Xue.


Berbicara tentang cinta. Cinta memang kadang tidak masuk akal dan dapat mengubah seseorang menjadi jahat atau baik.


Cinta tidak bisa dipaksakan, sama halnya dengan Zi Hua yang asli, dia memang mencintai Tang Hao, tapi Tang Hao mencintai Nalan Qing Yu. Karena dia terlalu mencintai, hingga membuat Tang Hao membenci dirinya. Dia kembali menghela napas untuk ketidakberuntungan Zi Hua yang asli.


Tang Hao menggosok kepala Nalan Qing Yu dengan sayang.


“Tidak apa-apa sekarang, setidaknya kau telah memberikan kotak yang dititipkan kakek padanya.”


“Ya.”


Meski yang lain menatap mereka dengan keingintahuan, tapi karena hal tersebut adalah privasi, jadi mereka tidak menjelaskan apa pun.


Di dalam kamar, Hinata sekali lagi menghela napas. Namun, setelah beberapa saat dia menatap Ao Xue dengan senyum mengembang, di detik berikutnya, Yuan Haocun dan Zhang Yuwen muncul. Baik Hinata dan Ao Xue langsung menghambur di pelukan tunangan mereka.

__ADS_1


“Aku merindukanmu.”


Hinata dan Ao Xue berkata bersama pada orang yang mereka cintai, dan itu membuat kedua pemuda tampan itu terkekeh.


Mereka juga sangat merindukan kekasih mereka, tapi mereka tidak segera menyapa ketika melihat Hinata dan Ao Xue di arena tadi.


“Hua'er, saat ini Berhati-hatilah untuk tidak mengekspos kekurangan.”


“Aku tahu. Cun, aku ingin membuka kotak yang diberikan kakek Nalan padaku, mungkin isinya ada hubungannya dengan kedua orang tuaku.”


“Baiklah.”


Ao Xue sendiri tidak berbicara, dia hanya duduk di pangkuan Zhang Yuwen sambil bersandar nyaman. Dia hanya ingin menikmati saat saat bersama kekasihnya.


Dia dan Zhang Yuwen juga mengangguk pada Hinata.


Hinata mengeluarkan kotak tersebut, tapi sebelum dia membuka kotak, dia melihat Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia muncul dengan 2 pria yang mereka kenali. Dia tersenyum, kemudian tertawa. Ternyata kakaknya juga terhubung dengan Demon Lord.


“Jiejie kemarilah!”


“Ada apa?”


“Ayo lihat apa isi kotak ini!”


Bai Wei Xiang mengangguk dan menghampiri Hinata. Mereka berdua membuka kotak tersebut dan melihat ada 2 kalung berliontin berbentuk sayap. Sepasang sayap dibagi menjadi 2 dan masing-masing memiliki nama Zi Hua dan Zi Xiang.


Hinata memberikan 1 liontin pada Zi Xiang dan menyimpan yang lainnya untuk dirinya. Dia kemudian mengambil surat di dalam kotak.


Namun, ketika Hinata membuka kertas, dia hanya melihat jika itu adalah peta. Dia menatap Bai Wei Xiang dengan bingung.


Saat Hinata membuka kotak, 4 Demon Lord yang hadir sangat terkejut ketika mereka melihat Liontin yang berbentuk sepasang sayap. Karena bentuk sayap tersebut merupakan simbol keluarga tertentu di tempat itu. Mereka saling memandang dengan penuh arti dan menatap Hinata serta Bai Wei Xiang dengan rumit.


Jika identitas Hinata dan Bai Wei Xiang tidak sederhana. Tidak menutup kemungkinan jika identitas 3 gadis lainnya sama tidak sederhananya.


Namun, mereka memilih diam, karena gadis mereka belum cukup kuat untuk mengetahui rahasia liontin tersebut.


Melihat peta itu, Hinata langsung menyerahkannya pada Yuan Haocun. Tidak hanya peta, tapi juga liontin miliknya.

__ADS_1


“Tolong simpan! Entah mengapa jika hal ini bersamaku, itu akan mendatangkan bahaya padaku. Sejujurnya aku tidak takut akan bahaya, tapi aku masih ingin mempertahankan hidupku sampai aku bertemu kedua orang tuaku.”


__ADS_2