Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Rainbow Flame


__ADS_3

Peringkat binatang ajaib juga terbagi dalam beberapa bagian yaitu peringkat rendah, menengah, Tinggi, Saint, dan Divine.


Setiap peringkat dibagi dalam beberapa level yang ditandai dengan warna Merah, jingga, kuning, hijau, Biru, Cyan, dan ungu.


Mereka juga terbagi dalam tingkatan binatang ajaib, binatang Mitologi dan binatang legenda.


Binatang ajaib yang berada di peringkat Saint dapat berbicara bahasa manusia dan binatang ajaib yang berada di peringkat Divine dapat memilih berubah menjadi manusia, tapi harus melalui hukuman petir surgawi. Setiap binatang ajaib yang berada di peringkat Divine, sangat sulit melangkah menjadi binatang mitologi.


Binatang mitologi sendiri dapat berubah menjadi manusia tanpa melalui hukuman yang disebut petir surgawi


Binatang ajaib yang telah mencapai peringkat Divine dapat melangkah menjadi binatang mitologi, tapi binatang mitologi tidak dapat menjadi binatang legenda.


Binatang legenda hanya ada empat yaitu, Azure Dragon, Vermilion Bird/ Zusaku, White Tiger dan Black Turtle. Setidaknya itulah yang diketahui kebanyakan orang, dan melupakan binatang legenda yang merupakan pemimpin dari 4 binatang legenda lainnya.


Hinata meninggalkan lorong dingin itu bersama 3 peliharaan imutnya. Langkah demi langkah membuatnya keluar dari lorong dingin dan digantikan dengan suhu tinggi yang menyengat.


Hanya dalam beberapa detik, Hinata telah memandikan keringat.


"Sebenarnya ada apa di dalam sana?"


Hinata sangat penasaran dengan sesuatu di dalam gua itu. Merasakan suhu tinggi dan Hinata yang berkeringat. Zi Zi mengeluarkan suhu dinginnya untuk melindungi Hinata dari suhu panas yang sangat tinggi.


Hinata sangat bersyukur memiliki Zi Zi sekarang, karena dapat menghalau energi panas. Selain itu elemen api dalam dirinya juga terus mengamuk.


"Kita tidak akan tahu jika kita tidak masuk."


Zi zi, meski berada di gua yang sama, tapi dia tidak pernah melangkah lebih jauh ke dalam gua yang sangat panas itu.


Hinata terus melangkah ke depan, begitu sampai dan tak ada lagi jalan. Hinata memperhatikan sekelilingnya.


Di batu yang tinggi, dia dapat melihat api yang memiliki 7 warna menyala dengan stabil.


Zi Zi, Zi Long, Zi Bai saling memandang. Mereka memiliki pemikiran yang sama dan memandang Hinata.


"Gadis yang sangat beruntung, tapi tidak menyadari keberuntungannya sendiri. Memiliki uang antariksa 7 lapis, Violent Star Heaven Cauldron, 3 binatang Mitologi dan saat ini dia menemukan Rainbow Flame yang merupakan api surgawi."


Zi Mo sangat terkejut dengan keberuntungan Hinata. Jika Hinata mengetahui dirinya merupakan harta berharga itu sendiri, bisa di pastikan dirinya akan mengalami Shok.


Hinata menatap takjub pada api yang memiliki 7 warna di depannya.


"Kenapa kau diam saja, kami akan membantumu untuk menyerap Rainbow Flame."


"Api itu bisa diserap?"


"Idiot, itu merupakan api surgawi yang sangat dicari oleh Alkemis dan master persenjataan. Dengan adanya api surgawi, kualitas pil yang dihasilkan sangat tinggi bahkan dapat mempersingkat waktu pemurnian."


Hinata tercengang dan merasa bersemangat, tapi sesaat kemudian dia menjadi lesu.


"Kekuatanku saat ini hanya berada di Qi dasar tingkat 2 dan jika aku menyerapnya, aku takut itu akan gagal dan aku akan menjadi abu."


Hei Hinata tidak sebodoh itu. Meski dia tidak tahu api surgawi jenis apa yang ada di depannya, tapi dia sangat yakin jika api itu sangat panas dan bisa membakarnya menjadi abu dalam seketika.


"Kau tadi mendapatkan Lotus Es kan, kau bisa memakan setiap kelopak untuk menyeimbangkan panas dari Rainbow Flame, tapi selama penyerapan, kau tidak boleh kehilangan kesadaran, sangat beruntung kita memiliki Lotus Es."


Zi Zi, Zi Long dan Zi Bai memperbesar wujud mereka dan ingin mengambil api tersebut untuk Hinata, mereka tahu jika Flame surgawi memiliki kecerdasan dan dapat merasakan bahaya.


Saat ketiga binatang itu ingin menyerang, Rainbow Flame langsung terbang dan menembak Hinata.


Swussh


Hinata tercengang saat dia diselimuti oleh Rainbow Flame, dia merasakan seluruh tubuhnya terbakar. Dengan cepat dia menjadi tenang dan mengambil Lotus es dari dalam ruang dan memakan setiap kelopak.


3 binatang yang ingin menyerang Rainbow Flame tercengang melihat Rainbow Flame sendiri yang mengambil inisiatif untuk menyerahkan diri.


Hinata mengambil posisi meditasi dan berusaha keras untuk menyerap Rainbow Flame. Rambut ungu panjangnya telah habis terbakar, bahkan pakaiannya juga tidak lagi tersisa.


Meski Hinata tanpa pakaian, tapi tubuh telanjangnya diselimuti oleh api. Hinata menggertakkan giginya merasakan sakit di sekujur tubuhnya, bahkan rasa terbakar yang dia rasakan seolah ingin membuatnya mati.


Rainbow Flame tidak ingin membakar Hinata. Dia hanya menguji tekad dan ketekunan Hinata. Setiap tulang Hinata terus diperbaharui, mengakibatkan Hinata mengerang dan hampir berteriak kesakitan.


Rainbow Flame mengalir di setiap meridian Hinata memperluasnya beberapa kali lipat bahkan membuka meridian-meridian kecil dan akupunktur yang masih tertutup.


Darah merah kehitaman berhasil lolos dari sela bibir Hinata, kulit putihnya perlahan mengering dan pecah. Dagingnya seolah dibakar dalam suhu tinggi. Meski Hinata berusaha menahan teriakannya, tapi rasa sakit yang dia alami terlalu menyakitkan bahkan lebih sakit dari pada saat pertama kali berendam dalam danau untuk menghilangkan setiap racunnya.


Air mata yang keluar dengan cepat menguap. Rainbow Flame terus menyiksa Hinata, memperbarui tulang dan semua jaringan sel milik Hinata. Organ Internal miliknya juga yang terus dibakar oleh Rainbow Flame membuat Hinata berkali-kali memuntahkan darah kehitaman.


Rainbow Flame ingin memperbarui darah Hinata, tapi beberapa kali pun dibakar, darah milik Hinata tidak berubah membuatnya kesal dan terus menyiksa Hinata.

__ADS_1


Hinata terus berjuang agar tidak kehilangan kesadaran, dengan rasa sakit yang ditimbulkan oleh Rainbow Flame. Zi Zi, Zi Long, dan Zi Bai sangat khawatir melihat Hinata yang tampak menyedihkan.


Mereka takut jika Hinata tidak dapat bertahan. Mereka sangat jelas dengan peringkat Flame Surgawi yang berusaha Hinata serap. Mereka juga sadar jika Hinata kehilangan kesadaran detik itu juga mereka tidak akan hidup.


"Zi Hua bertahanlah." -Zi Long


"Hua-hua aku belum membawamu berkeliling dunia tolong jangan mati." Zi Zi


"Zi Hua kalau kau pergi, siapa yang akan memasak untukku lagi." -Zi Bai


Sudah 3 hari Hinata terus menahan kesakitan dan berusaha mempertahankan kesadarannya.


"Aku tidak akan menyerah, aku masih ingin mencari keberadaan Ibu dan ayah."


Tekad Hinata semakin kuat bahkan kesadarannya yang hampir hilang menjadi jelas. Dia tidak ingin mati menjadi debu, dia masih ingin menunjukkan pada dunia jika dia bukanlah sampah.


Merasakan tekad Hinata yang membara, Rainbow Flame perlahan mulai redup meski dia kecewa tidak bisa membersihkan darah Hinata, tapi semua yang dia lakukan sangat membantu Hinata dalam kultivasinya nanti. Dengan penyiksaan yang diberikan pada Hinata, Rainbow Flame yakin jika fondasi tubuh Hinata sangat bagus.


Dia juga sangat senang, meski Hinata memiliki kultivasi rendah, tapi Qi milik Hinata sangat murni dan tidak menggunakan bantuan eksternal untuk berkultivasi.


Maka dari itu dia sangat bahagia saat melihat Hinata, Rainbow Flame telah berpindah-pindah tempat, begitu tempatnya diketahui oleh seseorang yang ingin menyerapnya, tapi tidak sesuai dengan kriterianya.


5 hari berlalu Hinata mengalami penyiksaan yang tak terkira, Rainbow Flame juga perlahan menjadi jinak. Kulit Hinata yang tadinya kering dan pecah-pecah kini berganti dengan kulit yang sangat lembut dan seputih porselen, bahkan kepalanya yang botak kembali ditumbuhi rambut ungu yang terlihat lebih memesona.


Dengan kesadaran diri, Zi Zi dan Zi Long menjauh dari tempat Hinata. Meski mereka binatang mitologi, mereka tidak ingin merusak kemurnian sang master.


Zi Bai masih memperhatikan Hinata yang masih belum membuka matanya, padahal Rainbow Flame telah jinak.


Swuusss


Qi dasar tingkat 3


Tingkat 4


Tingkat 5


Tingkat 6


Tingkat 7


Hinata terkejut dan sangat ketakutan dengan peningkatan kultivasinya. Dia tidak ingin kultivasinya meningkat banyak jika akan merusak fondasinya. Dia berusaha menekan peningkatan tersebut bahkan Rainbow Flame turut membantu untuk menekan peningkatan Hinata.


Zi Bai juga sangat terkejut dengan peningkatan drastis Hinata. Dia melihat Hinata berjuang keras untuk menekan peningkatan drastis tersebut. Dia yakin Jika Hinata tidak menekan peningkatannya, Hinata akan dengan sekejap memasuki tingkatan yang lebih tinggi dari Qi dasar.


Merasakan peningkatannya berhasil ditekan, Hinata menghela napas lega dan perlahan membuka matanya. Rainbow Flame juga memasuki tubuhnya menampilkan Hinata yang telanjang.


"Aku berhasil menyerap Rainbow Flame bahkan Kultivasiku meningkat."


Hinata tidak bisa menahan senyumnya dan memandang Zi Bai yang juga tersenyum padanya.


"Zi Hua berpakaianlah dulu. Lihat kau telanjang saat ini."


Hinata melihat tubuhnya dan memerah. Beruntung Zi Zi dan Zi Long berada jauh.


Hinata dengan cepat mengambil 1 set pakaian berwarna lavender dan memakainya.


"Berapa hari kita di sini?"


"Seminggu, 5 hari kau mengalami penyiksaan saat menyerap Rainbow Flame dan 2 hari untuk menekan kenaikan peringkatmu."


7 hari bukan waktu yang cepat dan perjalanan mereka tertunda. Membayangkan kembali penyiksaan yang dialaminya, Hinata bergidik. Jika dia menemukan api surgawi lainnya, dia berjanji tidak akan menyerapnya lagi.


"Zi Hua di tubuhmu saat ini banyak harta karun yang diincar oleh semua ahli. Jadi jangan ceroboh untuk memaparkan hartamu."


Menyadari jika dirinya adalah harta berjalan, dia sangat shok dan ketakutan, saat membayangkan jika dia di kejar oleh parah ahli. Hinata mengangguk pasti berjanji pada Zi Bai.


Merasa sudah saatnya pergi, Hinata memandang sekitar gua dan melihat banyak sekali batu api yang tergeletak begitu saja. Tanpa tahu fungsi dan kegunaannya, Hinata mengirim semuanya ke dalam ruang antariksa 7 lapis.


Keduanya meninggalkan tempat itu dan mencari keberadaan Zi Zi serta Zi Long, berniat melanjutkan perjalanannya. Sebelum meninggalkan hutan, dia ingin mengkonsolidasikan kultivasinya melalui pertarungan.


Zi Zi dan Zi Long memandang Hinata yang mendekat dengan Zi Bai yang berada dalam pelukannya. Mereka bersemangat merasakan jika kultivasi Hinata meningkat.


Zi Long melompat ke bahu Hinata sedangkan Zi Zi bersembunyi di balik pakaian Hinata.


"Ayo pergi!"


"Ya."

__ADS_1


Hinata berjalan keluar gua mendapati matahari berada di atas kepalanya. Dia tersenyum lembut dan melangkah keluar mencari beberapa binatang ajaib yang bisa membantunya mengkonsolidasikan kultivasinya.


"Kalian bertiga masuklah ke dalam ruang antariksa."


Ketiga binatang itu tidak menolak dan masuk ke dalam ruang antariksa. Begitu Zi Zi masuk, dia tercengang dengan danau yang memiliki Recovery Soul Water.


Hinata terus berjalan mencari binatang ajaib yang cocok untuk diajaknya bertarung.


Groaarr


Suara auman terdengar jelas di telinga Hinata, membuatnya sangat bersemangat. Dia mencari asal suara itu dan mendapati seekor Harimau petir yang memiliki peringkat menengah dengan aura merah di sekujur tubuhnya.


"Hehehe binatang peringkat menengah. Baik kau adalah targetku."


Harimau petir itu memandang Hinata, air liurnya menetes menandakan jika dia melihat Hinata adalah mangsanya.


Hinata melompat menghindari serangan Harimau dan berbalik menendangnya.


Bamm


Harimau berguling saat tendangan Hinata mengenainya. Harimau itu masih tidak ingin menyerah dan terus menyerang Hinata dengan cakarnya.


Namun, Hinata dengan gesit terus menghindar meski beberapa luka cakaran menggores kulitnya


Bzzt


Bzzt


Merasa tidak mampu dengan serangan fisik, harimau menggunakan petirnya untuk menyerang Hinata.


Hinata menyeringai meski darah merah kehitaman keluar dari celah bibirnya. Hinata melompat ke kiri dan ke kanan untuk menghindari petir yang di arahkan padanya.


Perlahan serangan harimau itu semakin melambat. Cakarnya yang melukai Hinata perlahan terkorosi dan menimbulkan luka yang membusuk perlahan.


"Cih, ingin menjadikanku makanan, itu kesalahan besarmu bahkan hanya menggores kulitku kau sudah keracunan."


Hinata mengeluarkan belatinya dan kembali menyerang Harimau petir.


Srak


Srak


Karena mengalami keracunan, sang harimau tidak bisa bergerak dan mati di tangan Hinata. Hinata tidak tinggal diam, dia langsung mencari inti sihir harimau petir, lumayan untuk pelengkap bahan pil.


Melihat luka di tubuhnya, Hinata mengeluarkan pil pembekuan darah dan menelannya. Dalam sekejap, luka di sekujur tubuhnya sembuh tanpa menyisakan bekas luka.


Hinata terus berkeliaran di dalam hutan binatang ajaib selama sebulan penuh, sebelum memutuskan untuk meninggalkan hutan tersebut.


Dia dengan santai menjelajahi hutan layaknya hutan merupakan halaman rumahnya sendiri.


Trank


Trank


Dari jauh Hinata dapat mendengar suara pertempuran, karena penasaran, dia mendekat dan meminta Zi Long menyembunyikan Auranya.


Dia mengintip dari balik semak-semak menyaksikan pertempuran di depannya. Hinata menjatuhkan rahangnya saat melihat sosok yang dikenalnya sedang dikepung oleh pembunuh berpakaian Hitam.


"Zi Hua, itu kan pemuda yang selalu menjawab pertanyaan absurdmu? Apakah kau tidak ingin membantunya?"


Suara Zi Bai terdengar di benak Hinata, Hinata terus memandang pertempuran yang tidak seimbang di depannya.


Pemuda yang dikenal Hinata telah memiliki banyak luka di tubuhnya. Terlihat jelas jika pemuda itu tidak sanggup bertahan lebih lama lagi.


"Aku tidak yakin mengalahkan semua pembunuh itu dengan kemampuanku yang sekarang."


"Idiot, kau masih memiliki kami."


Mendengar suara Zi Zi, Hinata bahagia dan tersenyum lebar. Baru saja dia ingin keluar membantu pemuda itu, tapi berhenti mendengar perkataan si pembunuh.


"Serahkan benda itu dan kami akan Meninggalkan tubuhmu utuh."


"Tidak mungkin, ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan guru."


"Berisik."


Para pembunuh kembali menyerang pemuda itu yang tak lagi memiliki kekuatan untuk melawan.

__ADS_1


"Zi Zi mari bantu orang itu."


__ADS_2