
Sambil menjaga pria misterius itu, Hinata dan Ao Xue memanggang daging binatang iblis yang mereka bunuh beberapa saat yang lalu.
Daging yang mereka panggang cukup menggiurkan, baunya pun terbawa angin hingga memancing beberapa binatang iblis mendatangi mereka.
Meskipun begitu, mereka tidak khawatir dan tetap tenang memanggang daging. Saking harumnya, bau daging yang mereka panggang membangunkan pria misterius yang dari tadi pingsan.
Pria itu membuka matanya dan melihat dua orang gadis yang tengah sibuk memanggang daging. Dia kemudian melihat tubuhnya bagian atasnya yang telah dibalut oleh perban.
Pria itu juga mengedarkan pandangannya di sekitar dan mendapati banyak binatang ajaib dan binatang iblis mengelilingi mereka. Mata para binatang itu tertuju pada daging panggang yang dibuat oleh Hinata dan Ao Xue.
Pandangannya kembali pada Hinata dan Ao Xue yang masih terlihat tenang, senyum tipis mengembang di bibirnya memandang reaksi kedua gadis itu.
Saat ingin menggerakkan tubuhnya, dia merasa titik akupunkturnya yang ditekan.
Hinata dan Ao Xue berbalik dan melihat pria misterius itu.
"Syukurlah, Anda sudah siuman. Jangan banyak bergerak dulu! Aku belum mendetoksifikasi seluruh racun dingin di tubuhmu." Hinata langsung mendekati pria itu dan melepaskan titik akupoint milik pria misterius.
Pria itu tidak menjawab, tapi mengernyit, pasalnya racun dingin miliknya sangat merepotkan jika kambuh. Kali ini juga dia pergi tidak membawa penjaga bayangan di sekitarnya, hingga membuat orang tua yang menyimpan dendam padanya berhasil melukai dirinya dengan meledakkan diri. Dia juga tahu jika racun dingin sangat sulit untuk didetoksifikasi, dan dia baru saja mendengar jika gadis di depannya ini mengatakan jika racunnya belum seluruhnya didetoksifikasi.
Setelah berhasil duduk, dia terus mengamati Hinata dan Ao Xue yang masih terlihat tenang.
"Apakah hanya kalian berdua yang memasuki hutan mistik ini?" Ao Xue berbalik, tidak ada ekspresi di wajah cantiknya.
"Ya." jawaban yang diberikannya pun singkat.
"Terima kasih telah menolongku, aku Zhu Tian Mo."
Hinata dan Ao Xue kembali memandang pria yang memperkenalkan diri sebagai Zhu Tian Mo.
"Ji Zi Hua, dia adikku Ji Ao Xue." Zhu Tian Mo memandang keduanya penuh arti. Bukankah nama keluarga mereka merupakan nama anggota kekaisaran Taiyang.
"Kalian berdua seorang Putri?" Ao Xue dan Hinata mengangguk bersama. Melihat jika daging yang mereka panggang telah matang, Hinata memberikan juga pada Zhu Tian Mo.
Mereka makan dalam diam, menikmati daging panggang di tangan mereka. Bagi Zhu Tian Mo sebenarnya dia tidak membutuhkan makanan, tapi karena niat baik kedua gadis itu, dia menerima dengan tenang.
Saat Hinata telah menyelesaikan makanannya, dia menatap Zhu Tian Mo serius.
"Aku hanya berhasil mendetoksifikasi sebagian racun dingin yang Anda derita. Sebagiannya lagi, Anda harus menyerap banyak energi dari batu api."
__ADS_1
"Batu api? Bukankah batu api itu sangat langka. Aku bahkan hanya pernah melihat satu, tapi itu berada di tangan Shadow Lord, jadi bagaimana aku menghilangkan sisa racun dingin di tubuhku?"
Ao Xue tersenyum saat mendengar Zhu Tian Mo mengatakan jika Zhao Hongli memiliki satu.
Hinata melambaikan tangannya dan muncul tiga batu api di tangannya kemudian melemparnya pada Zhu Tian Mo.
"Pergilah serap energi batu api itu, kami akan berjaga dan jangan khawatir dengan binatang bodoh yang mengelilingi kita."
Zhu Tian Mo tercengang melihat batu api di tangannya. Dia memandang Hinata penuh arti dan ingin bertanya, tapi Hinata sudah mendesaknya.
Dia akhirnya memutuskan mengambil posisi meditasi dan mulai menyerap energi dari batu api yang diberikan Hinata.
Hinata dan Ao Xue saling memandang dan tersenyum.
"Kau tidak takut menolong Zhu itu?"
"Tidak apa-apa, aku percaya pada instingku."
"Ya deh, insting seorang Zi Hua tidak akan meleset." Mereka berdua dengan tenang berjaga dan menatap Zhu Tian Mo yang menyerap energi batu api dengan tenang.
Tiga jam berlalu, Zhu Tian Mo akhirnya berhasil menyerap semua energi dari ketiga batu api tersebut. Dia juga merasakan jika racun dingin ditubuhnya juga telah bersih.
Ekspresinya berubah datar dan memundurkan badannya agak menjauh.
"Apa yang kalian lakukan dengan wajah yang sedekat itu di wajahku?"
Hinata dan Ao Xue terkekeh pelan dan menarik jarak dari Zhu Tian Mo.
"Selamat, karena telah sembuh."
"Ya itu berkat kalian juga, oh dari mana kau mendapat batu api sebanyak itu?"
Hinata tersenyum, tapi tidak menjawab.
"Lupakan itu, setidaknya Anda telah sembuh."
Zhu Tian Mo juga tidak memaksa dan memikirkan satu hal di benaknya.
"Mendekatklah! Aku memiliki sesuatu untuk kalian."
__ADS_1
Hinata dan Ao Xue saling melirik kemudian keduanya mendekat. Zhu Tian Mo tersenyum, dia memotong pergelangan tangannya hingga mengeluarkan darah.
"Buka mulut kalian!"
Ao Xue dan Hinata kembali saling memandang dan dengan ragu membuka mulut mereka.
Melihat hal itu, Zhu Tian Mo terkekeh geli dan meneteskan darah miliknya ke dalam mulut Hinata dan Ao Xue.
Beberapa saat kemudian keduanya merasakan sakit di seluruh tubuh mereka, tapi masih bisa mereka tahan.
Zhu Tian Mo mengangguk puas melihat reaksi keduanya. Setelah rasa sakit itu hilang, perlahan terbentuk tato bulan sabit berwarna merah tampak meneteskan darah di kening antara alis Hinata maupun Ao Xue.
Setelah rasa sakit itu menghilang, Hinata dan Ao Xue menatap tajam pada Zhu Tian Mo menuntut penjelasan.
"Mulai saat ini kalian menjadi adik kandungku, walaupun darahku tidak mengubah seluruh darah kalian sama persis dengan darahku. Kalian berdua juga secara alami menjadi Nona muda dari Sekte Bulan Darah."
Tidak mampu mencerna informasi yang diterima, Hinata dan Ao Xue hanya bisa menatap kosong pada Zhu Tian Mo.
"Satu setengah tahun dari sekarang, pertandingan 5 sekte terbaik akan dilakukan di benua Beiling. Aku sebagai pemimpin sekte memutuskan untuk kalian berdua menjadi peserta."
Akhirnya keduanya dapat mencerna informasi yang mereka terima. Mereka menatap Zhu Tian Mo sengit, karena tidak meminta persetujuan mereka dan langsung melakukan ritual darah pada mereka.
Beruntung darah mereka tidak sepenuhnya berubah dan masih memiliki darah dari orang tua kandung mereka.
"Kau, kenapa tidak mengatakannya terlebih dulu."
Ao Xue dengan sengit memarahi Zhu Tian Mo.
"Aku mengatakan jika akan memberi kalian hadiah kan, jadi hadiah kalian dengan menjadi adikku." Hinata dan Ao Xue seketika berubah datar, tapi mata mereka dipenuhi kelembutan. Di kehidupan kedua ini, mereka sangat beruntung memiliki banyak kakak yang menyayangi mereka.
"Jadi Mo Ge, kau adalah pemimpin dari Sekte Bulan Darah yang Misterius itu?"
"Ya, Sekte Bulan Darah merupakan salah satu sekte terbesar di benua Weixiang ini. Hanya saja kami memilih tidak menampakkan diri dengan terang-terangan sehingga sekte Bulan darah berada di posisi terakhir 5 sekte besar."
"Kenapa harus menyembunyikan diri?" Mendengar pertanyaan Hinata, Zhu Tian Mo tersenyum kecil.
"Karena Sekte Bulan Darah menjaga sesuatu yang penting secara turun temurun yang aku juga tidak tahu apa itu. Setiap murid sekte bulan darah memiliki tato seperti tato di keningku, tapi letak tato mereka berada di pergelangan tangan dan untuk para tetua, tato mereka berada di bawah mata kiri mereka. Karena kalian berdua adalah adikku jadi tato kalian secara alami berada di kening antar alis kalian sama denganku."
*Aska
__ADS_1