
"Nona, di depan adalah kediaman Tuan Tua. Anda bisa masuk!"
"Terima kasih." Hinata memberikan senyum manis pada penjaga tersebut.
Sambil memegang erat tangan Haocun, dia melirik kevarah Ao Xue dan Yuwen.
"Ayo masuk."
Tepat ketika mereka akan masuk, tiba-tiba ada seseorang yang menghentikan mereka.
"Siapa kalian? Sedang apa di depan kediaman ayah?"
Hinata dan Ao Xue berbalik dan memberikan senyum manis pada orang itu.
Bukannya merasa senang, tapi dia merasakan firasat buruk.
"Oh begitu cepat melupakan adikmu ini?"
Zhu Tian Mo adalah pelaku yang menghentikan Hinata dkk seketika tersenyum canggung.
"Tidak begitu Xue'er, aku hanya merasakan ada orang asing yang berhasil memasuki penghalang sekte."
Mereka bertiga menatap Haocun dan Yuwen yang memasang wajah datar dan tenang.
"Kalau maksud Mo Gege adalah mereka berdua, maka tak perlu khawatir, karena mereka adalah pasangan kami dan akan segera menikah.."
Zhu Tian Mo tidak tahu harus menanggapi seperti apa perkataan Hinata. Dia kemudian menatap kedua pemuda yang bersama kedua adiknya dengan mata menyipit.
Hingga akhirnya dia menyadari identitas kedua pemuda itu. Kembali melihat Hinata dan Ao Xue, Zhu Tian Mo memiliki senyum jahil di bibirnya.
"Mata kalian tidak buruk juga. Kalian pasti ingin bertemu ayah kan? Ayo kita masuk bersama, ayah sudah tidak sabar ingin melihat kalian."
Mereka mengangguk dan mengikuti Zhu Tian Mo.
Tok
Zhu Tian Mo mengetuk hanya sekali seperti biasa, hingga suara seorang pria terdengar dari dalam.
"Masuklah Mo!"
__ADS_1
Zhu Tian Mo membuka pintu dan melihat ayahnya yang sedang duduk dengan tumpukan kertas di depan meja.
"Ayah, Hua'er dan Xue'er datang menemuimu. Mereka juga membawa menantu untukmu."
Zhu Jian melepaskan kuas ditangannya dan mengangkat kepalanya.
Dia bisa melihat 2 gadis berparas cantik dan lembut, hanya saja aura mereka yang terlihat sulit didekati membuat Zhu Jian sweatdrop seketika.
"Zi Hua menyapa ayah."
"Ao Xue menyapa ayah."
"Haocun menyapa ayah mertua."
"Yuwen menyapa ayah mertua."
Zhu Jian tak dapat berkata apa-apa mendengar sebutan untuk dirinya keluar dari bibir Haocun dan Yuwen.
"Agh, aku baru bertemu putriku dan itu juga harus direbut dariku secepat ini." Seketika Hinata dkk menjatuhkan rahangnya dan Zhu Tian Mo berpaling berpura-pura tidak mengenal Zhu Jian.
Lihat saja kelakuan sang ayah yang saat ini jongkok di pojokan sambil menggambar lingkaran.
Baik Hinata maupun Ao Xue tidak menyangka jika ayah baru mereka memiliki kelakuan absurd seperti yang mereka lihat saat ini.
"Ayah, tolong jangan melakukan hal yang merusak citramu. Juga salahkan saja Mo Gege yang menjadikan kami anakmu di saat kami telah memiliki suami."
Sontak Zhu Jian berbalik menatap tajam pada Zhu Tian Mo. Jika saja tatapan itu dapat membunuh, mungkin saat ini Zhu Tian Mo tengah menuju alam baka.
Glup
Zhu Tian Mo menelan ludah dengan paksa saat tatapan jahat sang ayah mengarah padanya.
Zhu Tian Mo menatap kesal pada Ao Xue yang mengalihkan kekesalan sang ayah padanya.
"Ayah jangan marah, setidaknya posisi ayah di hati mereka cukup tinggi karena begitu bertemu, mereka langsung menyapa ayah. Coba lihat tampang dingin dan datar mereka. Night Lord dan Dark Lord yang sangat angkuh dan tidak pernah menunduk pada siapa pun menyapa Anda sebagai ayah mertua."
Wajah Haocun dan Yuwen semakin datar, Hinata dan Ao Xue tersenyum kecil.
Seketika, Zhu Jian mengembalikan citranya yang tadi lenyap. Merasa bangga, karena dua dari demon Lord bersedia merendahkan diri padanya dan menyapanya sebagai ayah mertua. Itu juga menandakan betapa pentingnya kedua putri barunya di hati kedua pemuda itu.
__ADS_1
Dia tidak perlu khawatir jika Hinata dan Ao Xue akan diperlakukan tidak adil. Hatinya tidak tenang, karena dia juga tahu jika banyak wanita yang menyukai mereka, salah satunya yaitu anak perempuan dari pemimpin Sekte Seribu Racun yang sangat terobsesi pada Night Lord yaitu Yuan Haocun yang menjadi menantunya saat ini.
Dia juga tahu jika Haocun tidak pernah menanggapi gadis arogan dan ingin menang sendiri itu. Sebenarnya gadis itu adalah gadis baik, tapi karena cintanya yang tak terbalas menjadikannya gadis yang dipenuhi skema licik.
Zhu Jian menghela napas dengan keras.
"Karena mereka sekarang adalah anak perempuanku. Tolong jangan kecewakan mereka, apalagi jika wanita yang terobsesi dengan kalian berniat mencelakakan kedua putriku. Aku akan menjadi orang pertama yang menghajar kalian."
Haocun dan Yuwen saling memandang dan mengangguk.
"Ayah mertua bisa tenang, kami hanya memiliki satu wanita di hati kami yaitu Putri Anda, dan tidak akan pernah mengkhianati mereka. Jika kami mengkhianati mereka maka biarkan surga yang menghukum kami."
"Ya jika itu terjadi, biarkan surga yang menghukum kami."
Sumpah keduanya menenangkan hati Zhu Jian yang tadi gelisah. Hinata dan Ao Xue juga merasa hangat dan jantung mereka berdebar berkali-kali lebih cepat dari biasanya.
"Mungkinkah aku telah jatuh cinta pada si mesum itu?" Isi pikiran keduanya pun kompak.
"Lagi pula gadis murahan seperti mereka tidak mampu bersaing dengan gadis yang kami pilih." Meski suara Haocun terdengar merendahkan, tapi wajahnya menatap lembut pada Hinata.
"Katakan, kau tidak akan kalah dari mereka kan?"
Hinata tersenyum kecil dan mempererat genggamannya pada Haocun.
"Kalajengking Api Merah yang kau bawa terkenal dengan kecepatan penyebaran racunnya, apakah kau melihat ketakutan padaku waktu itu. Hehehe hanya mereka? tidak akan mampu merebut pria kami." ujar Hinata penuh percaya diri.
Ya Jika Hinata telah mencap sesuatu atau seseorang sebagai miliknya, siapa pun yang ingin merebutnya akan hancur ditangannya.
Haocun mengacak Surai ungu Hinata. Iya, tidak ada yang tidak mengetahui tingkat kerusakan yang dihasilkan oleh racun milik Zi Yao. Gadisnya juga bukan gadis biasa atau gadis lemah yang mudah ditindas.
"Aku juga pernah mati sekali, hanya mereka para ****** yang bersedia mengangkang di bawah laki-laki, tidak akan mampu merebut apa yang telah menjadi milik kami. Setidaknya, mereka akan berhadapan dengan seorang yang telah merangkak keluar dari jurang Neraka."
Yuwen juga dengan gemas mencubit hidung Ao Xue.
"Ya, kalian telah mati sekali dan tahu cara berjuang untuk bangkit. Sedangkan mereka yang tidak tahu arti dari itu tidak layak untuk kami..
Zhu Tian Mo dan Zhu Jian terperangah mendengar apa yang dikatakan Ao Xue dan Hinata, terlebih Hinata yang pernah berhadapan dengan Kalajengking Api Merah dan tidak mati. Apalagi ucapan Ao Xue yang juga mengatakan mereka telah mati sekali dan merangkak keluar dari jurang Neraka. Mereka tidak tahu apa maksudnya, tapi yang jelas mereka mengerti jika kedua gadis tersebut pernah berada di titik terbawah dan berjuang dengan kekuatan sendiri untuk berada di tahap sekarang.
Siapa pun tahu, setiap korban dari Kalajengking Api Merah tidak pernah selamat. Mungkin hanya Night Lord dan Dark Lord yang berani berhadapan dengan makhluk itu tanpa takut terkena cedera.
__ADS_1
*Aska