
Hinata merasakan emosi aneh menyusup ke dalam hatinya. Dia mengingat kembali kehidupan pertamanya, meskipun dia seorang ahli waris Clan Hyuuga, dia tidak pernah merasakan kasih sayang yang sama yang ditunjukkan oleh Ji Xuan. Yang ada dia hanya diintimidasi bahkan dibully oleh kakak dan adiknya, sang ayah tidak terlalu peduli padanya.
Tes
Tanpa sadar Hinata meneteskan air matanya, begitu menyadari jika air matanya jatuh. Hinata mulai menangis keras mengeluarkan semua rasa sakit dan kesepian yang dia alami semasa hidupnya, bahkan ada emosi dari tubuh yang menjadi tubuhnya sekarang.
Dia tidak pernah mengeluarkan emosi seperti ini, meskipun dia pemalu dia tetap tenang. Ji Xuan makin mempererat pelukannya dan menepuk punggung Hinata membiarkannya menangis sepuasnya.
Dia tidak tahu bagaimana menenangkan seorang gadis, maka dari itu dia tidak berusaha menghiburnya. Merasakan emosi kesepian Hinata, Ji Xuan berjanji dalam hatinya untuk selalu menjadi seorang kakak yang bisa diandalkan.
Satu jam berikutnya, Hinata mulai tenang dan tertidur dalam pelukan Ji Xuan, karena kelelahan menangis.
Jika dia tidak tertunda oleh pembunuh yang tidak pernah berhenti memburunya sebulan lalu, dan telah menghabiskan banyak tenaga, karena tidak beristirahat sedikit pun, tidak perlu bagi Hinata untuk membantunya.
Dia merasa sangat bersyukur melakukan perjalanan ke kerajaan Qu yang kecil ini, karena bisa bertemu Hinata dan menjadikannya adik kecilnya.
Ji Xuan memasukkan daging panggang ke dalam cincin penyimpanannya dan memanggil binatang kontraknya yang merupakan seekor Wyvren api.
"Xiao Hong bawa kami ke Three Flower Montain, aku ingin memberikan sesuatu pada guru untuk pemulihannya, setelah itu baru kita pulang.."
Sebenarnya selama dia bertarung, bisa saja di memanggil Wyvren miliknya tapi Hinata tiba-tiba muncul dan dia tidak ingin membuat kehebohan di kerajaan kecil ini, sehingga membuatnya menjadi perhatian.
Karena dia akan segera pergi jadi tidak masalah memanggil Xiao Hong untuk membawa mereka. Xiao Hong sendiri adalah binatang ajaib yang berada di tingkat Divine. Seharusnya sudah bisa mengambil bentuk manusia, tapi Xiao Hong tidak ingin terkena sambaran petir, jadi dia terus bertahan dan menunggu hingga waktunya menerobos dan berevolusi menjadi binatang mitologi.
"Apa kau yakin ingin membawanya?"
"Aku sudah mengangkatnya menjadi adikku, jadi tidak mungkin aku meninggalkannya."
"Hah terserah kau saja. cepatlah naik! aku tidak ingin mengundang perhatian penduduk sekitar atau pun tentara bayaran di kerajaan kecil ini."
Ji Xuan menggendong Hinata dan naik ke punggung Xiao Hong. Dia mengambil jubah yang cukup tebal dan menyelimuti Hinata agar tidak kedinginan saat mereka terbang.
Kecepatan terbang Xiao Hong sangat cepat, sehingga membuat angin meniup wajah Hinata, membuatnya mengerutkan dahi dan mencari posisi nyaman di pelukan Ji Xuan.
Zi Zi, Zi Long, Zi Bai dan Zi Mo di dalam ruang antariksa sedang mendiskusikan tentang Ji Xuan yang sangat perhatian pada Hinata.
"Apa menurutmu Xuanxuan menyukai Huahua."
"Itu tidak mungkin Zi, dia menyayangi Zi Hua kita layaknya seorang adik."
Zi Bai membantah argumen Zi Zi dan disetujui oleh Zi Long dan Zi Mo.
"Lagi pula dia pemuda yang baik dan bisa dipercaya untuk menjaga Zi Hua, ketimbang kita harus menunjukkan diri sehingga membuat heboh."
Zi Long yang bisa merasakan emosi negatif bahkan dengan tenang menyerahkan Hinata dalam perawatan Ji Xuan.
"Apa kalian akan menunjukkan diri pada Xuan?"
Zi Mo bertanya dengan ragu memandang ketiga sosok di depannya yang memiliki wajah yang sangat rupawan.
"Tidak, cukup Zi Zi saja saat ini. Meski dulu dia hampir melihatku saat akan meninggalkan kota kerajaan Qu, beruntung aku kembali ke ruang dengan cepat."
Zi Zi memandang Zi Bai dengan wajah gelap dan seolah teraniaya.
"Kenapa Zi Hua harus memberiku nama Zi Zi yang sangat jauh dari karakterku."
Berbicara soal nama, Zi Long dan Zi Bai juga mulai menangis. Hanya Zi Mo yang terlihat sangat menyukai namanya.
"Tolong untuk tidak membahas nama, meskipun kita tidak berwarna ungu, tapi karena itu disukai oleh Zi Hua, aku tidak jadi masalah. Lihat saja Zi Mo, dia bahkan sangat bahagia."
Zi Zi akhirnya harus menerima nama tersebut setelah mendengar apa yang dikatakan Zi Long dan dia tidak akan protes lagi.
Di luar, Hinata masih tertidur di pelukan Ji Xuan tidak terusik sama sekali. Hinata tidak pernah melepas kewaspadaannya seperti saat ini, bahkan saat tidur, suara sekecil apa pun dapat membangunkannya.
Ji Xuan tersenyum kecil memandang Hinata yang tertidur nyenyak di pelukannya, meski pun dia sedikit keram, tapi tidak ada jejak keluhan di wajahnya.
Sudah 3 jam Xiao Hong terbang melintasi awan, sejam lagi mereka akan sampai di Three Flower Montain, tapi Hinata masih tertidur nyenyak.
Zi Zi keluar dari ruang antariksa memandang punggung tegak Ji Xuan dan menggeleng.
"Istirahatlah, biar Huahua, aku yang menjaganya."
Dia tahu jika itu adalah ular yang merupakan binatang kontrak Hinata, jadi dia tidak terkejut.
"Aku takut membangunkannya jika aku bergerak sedikit saja, dia pasti sudah lama tidak tidur senyenyak ini, jadi biarkan saja seperti ini."
"Apa kau yakin?"
"Tentu saja, ngomong-ngomong peringkatmu saat ini di tingkat apa?"
"Aku merupakan binatang mitologi, jadi tingkat tidak dihitung lagi. Yang menentukan kekuatan kami binatang mitologi adalah berapa lama kami hidup."
Ji Xuan terkejut, dia tidak menyangka jika binatang kontrak Hinata adalah binatang mitologi.
"Sudah berapa lama kau menjadi binatang kontrak Hua meimei?"
__ADS_1
"Sebulan lebih, dia menyelamatkan hidupku, maka dari itu aku bersedia mengikutinya. Jika aku tidak bertemu dengannya, mungkin saat ini aku tidak lagi hidup."
"Jadi begitu?"
"Sesuatu yang harus kau tahu tentang Huahua, dia tidak pernah tahu tentang keberuntungannya yang cukup bagus. Pertama aku bertemu dengannya, dia hanya berada di Qi dasar tingkat 2, tapi setelah menyerap Rainbow Flame yang kami temukan, peringkatnya naik 5 tingkat dan harus menghabiskan 5 hari untuk menyerap sepenuhnya Rainbow Flame dan butuh 2 hari untuk menekan peningkatan kultivasinya."
Ji Xuan merenung dan memandang Hinata, dia setuju dengan apa yang dikatakan Zi Zi. Hinata sangat beruntung, karena berhasil menyerap Rainbow Flame. Dia tahu rasa sakit macam apa yang dirasakan Hinata, karena dia juga pernah mengalaminya, yang berbeda hanyalah waktu untuk menyerap, karena Ji Xuan hanya membutuhkan waktu 2 hari.
Zi Zi memandang tangan Hinata yang masih memegang botol porselen dan melihat Ji Xuan yang merenung.
"Xuanxuan ambillah botol giok di tangan Huahua. Aku yakin, dia tadinya ingin memberikannya padamu, tapi emosinya terganggu."
Ji Xuan menggeleng dan tetap menjaga Hinata agar tidak terganggu.
"Tidak. jika memang itu untukku, Dia akan memberikannya padaku nanti."
"Terserahmu saja, aku mau kembali."
Tanpa menunggu jawaban Ji Xuan, Zi Zi menghilang dan memasuki ruang antariksa 7 lapis. Ji Xuan memandang ke depan dan tersenyum tipis, karena puncak Three Flower Montain telah terlihat.
Disebut Three Flower Montain, karena di gunung itu ditumbuhi oleh 3 jenis bunga yang menghiasi pegunungan bahkan warna ketiga bunga itu dapat terlihat dari jauh yang menjadikannya sangat indah.
Tap
Slap
Xiao Hong mendarat tepat di depan halaman di mana guru Ji Xuan tinggal dan langsung kembali ke dimensi binatang ajaib.
Ji Xuan masih menggendong Hinata yang tertidur, tidak ingin membangunkannya. Dia melangkah masuk ke kediaman sang guru sembari menggendong Hinata.
Belum sempat mengetuk pintu, suara pria terdengar dari dalam.
"Xuan siapa gadis di gendonganmu itu?"
"Dia Zi Hua, gadis yang aku ambil sebagai adikku."
Sang guru sebenarnya terkejut melihat sang murid yang menggendong seorang gadis sangat penuh perhatian, karena Ji Xuan yang dia tahu, sangat tidak menyukai makhluk yang disebut perempuan.
"Apa dia terluka?"
"Tidak, dia hanya tertidur."
Sang guru menjatuhkan rahangnya, mendengar apa yang dikatakan sang murid.
"Baik, guru."
Ji Xuan mematuhi apa yang di katakan sang guru, dia membawa Hinata di salah satu ruangan lalu bergegas menuju ruangan sang guru.
"Murid menyapa Guru."
"Bangunlah!"
Ji Xuan bangun dari posisi berlututnya dan memandang sang guru.
"Dari mana saja kau? Kenapa baru datang?"
"Maaf guru, aku berkeliling beberapa kerajaan kecil untuk mencari Recovery Soul Water untukmu."
"Anak bodoh, kau tidak akan menemukan benda itu meski kau mencarinya ke mana pun."
Pria itu tersenyum kecut mendengar apa yang dikatakan murid satu-satunya. Dia senang memiliki seorang murid yang sangat berbakti, tapi dia tidak ingin muridnya berada dalam bahaya.
"Guru tenanglah, aku sudah menemukannya jadi guru bisa pulih."
Ji Xuan mengeluarkan botol porselen yang diberikan Hinata lalu memberikannya pada sang guru.
Tangan pria tua itu gemetar saat memegang botol porselen, dia tidak pernah berpikir akan melihat Recovery Soul Water sebanyak ini.
Dia membuka tutup botol porselen itu dan meneteskan air matanya..
"Ini...dimana...kau...menemukannya.."
Bahkan dia berbicara dengan terbata-bata, membuat Ji Xuan terkekeh.
"Hua meimei yang memberikannya padaku. oh ya guru, tolong angkat Hua meimei menjadi muridmu juga."
"Gadis yang kau bawa itu? Kau tahu kan standarku untuk mengangkat seorang murid."
"Tentu aku sangat mengetahuinya dan Hua meimei tidak akan mengecewakanmu. Aku tidak tahu dia belajar alkimia dari siapa, tapi dari caranya memurnikan pil terlihat sangat terampil, bahkan dia memiliki Violent Star dan Rainbow Flame serta Recovery Soul Water yang ada di tangan guru, dia memberikannya padaku seolah itu bukanlah harta berharga di matanya."
Pria tua itu tertegun mendengar apa yang dikatakan oleh Ji Xuan, dia tidak pernah meragukan apa yang dikatakan oleh muridnya. Jika semua itu benar, maka berkah luar biasa memiliki murid berbakat lainnya.
"Baik, tapi aku akan melihat sendiri kemampuannya."
Ji Xuan tersenyum dan sangat bersyukur, karena sang guru telah berjanji.
__ADS_1
"Kalau begitu, Guru silakan pulihkan diri Anda terlebih dahulu. Aku ingin mengecek Hua meimei."
"Pergilah, jangan ganggu aku untuk sementara ini."
...
Hinata membuka matanya, mengamati sekelilingnya hingga matanya melotot horor.
"Di mana ini? Lalu Xuan Ge di mana dia?"
Meskipun sedikit panik, tapi Hinata berusaha untuk tenang hingga suara ketukan pintu terdengar dari luar.
"Hua meimei jika kau sudah bangun maka keluarlah, kau belum makan sejak tadi kan."
Hinata akhirnya lega setelah mendengar suara Ji Xuan. Dia dengan cepat membuka pintu dan menyadari 2 botol porselen masih berada di tangannya.
Hinata membuka pintu dan menemukan Ji Xuan berdiri di depan pintu. Hinata tersenyum cerah dan mengulurkan tangannya.
"Ini untukmu.”
"Apa ini?"
"Channel Opening pil dan Red Cleansing Pil. Makan keduanya dan efeknya akan berlipat ganda."
Tangan Ji Xuan gemetar saat memegang botol porselen yang diberikan Hinata.
Hinata mungkin tidak tahu kalau kedua jenis pil obat ini telah lama hilang. Jika sang guru tidak memberitahunya nama obat apa saja yang telah punah, dia tidak akan terkejut dengan pil obat di tangannya sekarang.
"Itu untukmu, kau lebih membutuhkannya."
"Ge, itu tidak berguna bagiku, karena aku sudah memakannya."
Hinata terpaksa berbohong, karena tidak ingin membuat Ji Xuan merasa tidak enak.
"Lagi pula itu hadiah persaudaraan kita."
Melihat senyum cerah Hinata, Ji Xuan tidak tega untuk mengecewakannya.
"Baiklah, aku akan meminumnya nanti malam. sekarang kau harus mengisi perutmu, lihat tubuhmu yang kurus ini."
"Hehehe tapi di mana kita sekarang?"
"Kita ada di rumah guru."
"Oo"
"Dan kau juga harus menjadi muridnya."
"Eh?"
"Ada apa? Apakah kau telah memiliki guru?"
"Tidak, sebelumnya aku hanya membaca buku dan mengikuti petunjuk di buku saja."
Mereka terus berbincang sambil berjalan menuju meja makan. Hinata makan dengan lahap tanpa memperhatikan etiket seorang gadis bangsawan.
"Makanlah dengan perlahan."
"Uhm."
Meski mengangguk, tapi Hinata tidak mendengarkan apa yang dikatakan Ji Xuan.
"Hua meimei di mana kau menemukan Violent Star itu?"
"Aku menemukannya ditumpukan senjata rusak saat mencuri sebagian harta perbendaharaan kerajaan Qu."
Violent Star yang merupakan kuali surgawi yang berada di peringkat 2 hanya dianggap rongsokan dan ditumpuk bersama senjata rusak? Sungguh gadis yang memiliki keberuntungan.
"Jadi bagaimana? apakah kau mau menjadi murid guru?"
Hinata berpikir sejenak kemudian dia mengangguk membuat Ji Xuan sangat bahagia.
"Kalau begitu bersiaplah, setelah guru memulihkan diri, kau bisa menunjukkan kemampuan penyulingan pilmu. Pil yang kau suling sudah berapa banyak?"
"Aku tidak menghitungnya, karena beberapa pil yang aku suling hanya di jadikan permen oleh Zi Zi, Zi Long, Zi Bai dan Zi Mo."
Hinata yang terlalu jujur di depan Ji Xuan, membuat 4 sosok yang disebutkan menggeleng tak berdaya. Namun, mereka tidak memprotes Hinata, karena mereka tahu Ji Xuan adalah orang yang dapat dipercaya.
"Setelah aku selesai makan, aku akan membawamu ke suatu tempat untuk melihat mereka."
4 sosok itu memukul kening mereka, entah harus menangis atau tertawa. Meski Hinata jenius, tapi melihat karakternya yang terlalu jujur pada orang yang sudah dipercayainya, membuat keempat makhluk itu sedikit takut.
Hinata sebetulnya bukan orang yang mudah percaya pada orang asing. Di kehidupan sebelumnya, dia pernah mempelajari cara membaca ekspresi dan raut wajah seseorang, bahkan niat buruk seseorang hanya dengan menatap mata mereka.
Saat pertama melihat Ji Xuan, dia bisa yakin jika Ji Xuan bisa di percayai, tapi untuk kepribadian dia belum mengetahuinya.
__ADS_1