
"Aku heran masih ada saja orang sombong seperti itu. Mentang-mentang dirinya seorang Putri jadi seenaknya menindas orang yang menurutnya adalah rakyat jelata."
"Sabar Hua sabar."
"Xue jangan bilang kau juga suka menindas orang yang lebih lemah darimu?"
Ao Xue tercengang dan menatap Hinata dengan mata membola.
"Hei, aku tidak seperti yang kau pikirkan. Aku hanya suka menindas orang yang melanggar hukum. Kau tahu."
"Hahahaha seandainya ada kamera atau smartphone, sudah aku abadikan muka jelekmu."
Hinata dan Ao Xue kini berada di Istana bulan, setelah Haocun dan Yuwen mengantar mereka pulang, keduanya langsung pergi, katanya ada sesuatu yang harus mereka kerjakan.
"Berhenti tertawa!”
"Oke aku berhenti. Xue, aku belum bisa berhenti memikirkan Yun. Baru kali ini aku menemui pasien yang secerewet itu dan paling susah mengikuti instruksiku.”
"Itu wajar kan, bukankah kau pernah bilang jika Yun adalah Naruto dan Naruto adalah seorang laki-laki. Kau tidak perlu terlalu berpikir, aku merasa jika dia masih merasa takjub dengan dua bayi kembar yang keluar dari perutnya.”
"Ya, terlebih saat mengingat wajah anehnya saat aku mengatakan jika masih ada satu."
"Ha-ha-ha, kakak Li juga sama."
Setelah tertawa, keduanya lalu terdiam dan menerawang jauh.
"Ne Hua."
"Hmmp?"
"Pernahkah kau berpikir alasan kenapa kita berada di dunia ini?"
"Entah, tapi aku berada di sini karena seorang gadis meminta pertolonganku. Namun, setelah aku pikirkan lagi dan menjalani hidup di dunia ini, aku merasa jika aku pulang di rumahku sendiri."
"Kau merasa jika kau akhirnya pulang setelah berkelana jauh dari rumah?"
"Ya."
"Mungkin apa yang kau katakan adalah kebenaran, aku merasa jika dunia ini adalah dunia kita yang sesungguhnya. Tidak hanya itu, selain merasa akrab, semakin aku merasa jika aku melupakan sesuatu yang sangat penting."
Hinata melihat Ao Xue dan memandang Ao Xue dengan rumit.
"Ya sesuatu yang berharga yang entah mengapa sangat sulit untuk diingat."
"Xue, apakah kita benar-benar berasal dari dunia ini ribuan tahun lalu dan mati karena suatu alasan, kemudian bereinkarnasi di dunia yang berbeda?"
"Ya kemungkinan seperti itu, jika kita ingin mengetahui jawabannya, kita harus mencari dua orang lainnya yang memiliki hewan legenda. Mungkin dengan berkumpulnya mereka, kita bisa mengetahui alasan di balik pertanyaan kita."
"Kau benar, tapi kita sama sekali tidak memiliki petunjuk, Xue."
"Tidak usah dipikirkan! Mari biarkan waktu yang menjawab semua."
"Ya.."
__ADS_1
Keduanya tidak berbicara lagi dan perlahan mulai terlelap, maklum saja karena malam telah larut.
...
"Xiang'er, aku merasa aneh?"
"Aneh bagaimana?"
Aku merasa sebulan ini ketiga senior itu tidak pernah terlihat."
Bai Wei Xiang berpikir sejenak dan akhirnya dia sadar.
"Kau benar, setelah melaporkan tentang misi waktu itu, mereka seolah menghilang tanpa jejak."
"Apa yang kau pikirkan?"
"Aku berpikir jika mereka adalah arwah."
"Hahahahaha kau ada-ada saja Xiang'er?"
"Habisnya mereka menghilang tanpa jejak kan?"
"Ayo kita tidur! malam sudah larut, besok baru kita pergi ke instruktur yang bertugas untuk misi dan kita juga akan bertanya pada yang lain."
"Baik."
...
4 pemuda yang merupakan sahabat duduk dengan tenang dan wajah datar mereka.
Di tempat tersebut tidak hanya ada mereka saja, tapi 5 pasang suami dan Istri yang merupakan orang tua mereka.
"Di mana Hongli?"
"Bibi, tidak perlu bertanya tentang dia! Bagaimana pun Hongli tidak akan datang, karena dia sibuk menjaga kekasihnya yang baru saja melahirkan sepasang anak kembar untuknya."
"Cun, apa yang kau katakan?"
"Bibi aku mengatakan jika Hongli sedang menjaga kekasihnya yang baru saja melahirkan sepasang anak kembar untuknya."
Untuk sejenak mata wanita paruh baya yang masih tampak cantik dan muda itu berbinar, tapi dengan cepat menggelap.
"Jadi maksudmu, Li menghamili anak perempuan orang tanpa menikah?"
"Uhm, tapi itu tidak benar juga bibi, karena Yun yang menyerangnya terlebih dahulu, dan waktu itu mereka tidak saling mengenal hanya saja Hongli telah menyukai Yun saat pertama melihatnya."
Wajah semua orang di ruangan itu tampak tak bisa digambarkan, hanya 4 pemuda tertentu yang masih tampak datar.
Butuh beberapa menit untuk mereka kembali normal.
"Mari kita bicarakan soal kenapa kami mengumpulkan kalian semua di sini"
"Jadi ada apa, ibu?" Shangguang Yun Yi kali ini bertanya.
__ADS_1
"Kapan kalian akan memberikan kami menantu? Hongli bahkan telah memiliki anak dan sudah pasti Qi'er dan kakak Kaili akan memiliki menantu dengan 2 cucu sekaligus."
"Bu tolong! Kami telah memiliki gadis yang kami cintai, tapi mereka masih ingin terbang dan tumbuh dengan kemampuan mereka sendiri."
"Kau tidak menipu kami kan, Hao'er?"
"Tidak Bu, jika mereka telah memutuskan, kami akan mempertemukan kalian."
"Baiklah, kami pegang kata-kata kalian. Kalian boleh pergi!"
Setelah mengatakan hal tersebut, pandangan 4 pemuda itu akhirnya berubah menjadi pemandangan akrab yang merupakan markas mereka.
"Hah akhirnya selesai juga sidang dadakannya."
"Kau benar Wen, orang tua itu menakutkan dan terus saja menagih menantu pada kita."
"Hus jangan seperti itu, Hao dan kalian semua pasti tahu kenapa orang tua kita sangat menginginkan kita memiliki kekasih."
"Ya, alasan yang sangat sederhana, karena mereka mengira jika kita ini menyukai pria."
"Cun itu memang alasan sederhana dan paling konyol. Hanya karena kita tidak memiliki kekasih dan mereka mengira kita penyuka sesama jenis, ketakutan mereka terlalu berlebihan."
"Sudahlah, biar bagaimanapun, mereka orang tua kita kan?"
Mereka akhirnya mengangguk setuju dan tidak membahas lagi.
"Jadi Hua dan Xue yang membantu Yun melahirkan?"
"Ya, mendengar Hua yang terus mengutuk Yun, karena tidak mengikuti apa yang dikatakan Hua, membuat kami hampir tidak bisa menahan tawa."
"Apakah selucu itu?"
"Begitulah, oh kami akan memberitahu sesuatu yang lain. Kalian dengar, Hua dan Xue saat ini adalah nona muda dari Sekte bulan darah."
Yun Yi dan Zi Hao terdiam mendengar informasi tersebut. ,Pasalnya sekte bulan darah itu sangat misterius. Namun, mereka juga telah mengetahui jika kedua gadis itu telah menjadi bagian dari sekte bukan darah.
Mereka hanya mengetahui tempat umumnya, tapi bahkan jika mereka ke sana, mereka tidak akan menemukan bangunan sekte bulan darah.
"Bagaimana ceritanya?"
"Ya, itu adalah cerita yang panjang Yi, bahkan mereka berdua sangat dimanjakan oleh Zhu Jian."
"Bayangkan saja, mereka hanya mengatakan sekali dan Zhu Jian langsung setuju. Mereka bahkan meminta Zhu Jian untuk membatalkan penerimaan untuk Xiao An Yue dan itu langsung disetujui."
"Wow, bukankah Zhu Jian di rumorkan tanpa hati dan selalu sangat kejam."
"Hao, apakah kau juga menyinggung tentang kita yang selalu bertindak kejam."
"Hahahahaha"
Mereka berempat tertawa bersama begitu menyadari diri mereka tidak jauh berbeda dengan Zhu Jian yang akan selalu tanpa ampun pada musuhnya dan akan bertindak lembut pada orang-orang terdekatnya.
....
__ADS_1