Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Membentuk Organisasi


__ADS_3

Melihat kedua gadis itu jatuh tertidur dengan luka gores di sekujur tubuh mereka, membuat Dark Lord dan Night Lord merasa tertekan.


Mereka mengambil pistol yang digenggam oleh Hinata dan Ao Xue kemudian mengamatinya. Pistol tersebut tidak besar juga tidak kecil dan itu pas di tangan Hinata dan Ao Xue.


Keduanya mengembalikan senjata tersebut di tangan gadis mereka, dan melambaikan tangan hingga kondisi kamar Hinata kembali seperti semula, seolah pertarungan Hinata dan Ao Xue tidak pernah terjadi.


tap


tap


tap


Suara langkah kaki menggema di istana bulan milik Hinata.


Dari langkah tersebut, bisa dipastikan jika langkah itu milik Kaisar. Kaisar melihat halaman Hinata yang sepi mengerutkan dahi, dia hanya melihat pasukan Ao Xue dan Hinata berlatih di luar, tapi tidak melihat keduanya.


Kaisar membuka pintu kamar Hinata dan mendapati kedua putri angkatnya yang tengah tertidur dengan tenang di ranjang yang sama.


Dengan benda aneh di tangan mereka, Kaisar tersenyum hangat membelai kepala keduanya.


Kaisar tidak pernah tahu asal usul kedua putri angkatnya, tapi dia sangat menyayangi mereka.


Setelah puas memandangi wajah tidur kedua putri angkatnya yang terlihat damai dan tenang, Kaisar berdiri dari posisinya dan melangkah keluar.


Hinata dan Ao Xue tertidur, hingga hari mulai gelap. Perlahan keduanya membuka mata dan melihat keluar jendela.


Bergerak untuk mencuci muka, mereka segera ke halaman dan melihat para prajurit masih berlatih.


"Kalian boleh beristirahat!"


"Ya, Yang mulia."


Melihat itu, Hinata dan Aoxue tersenyum.


Setelah mereka semua beristirahat, Hinata memandang Ao Xue dan keduanya mengangguk. Beberapa saat kemudian, keduanya menghilang di udara tipis seolah tak pernah ada di sana.


Hal tersebut tentu membuat Dark Lord dan Night Lord panik seketika.


...


Naruto saat ini telah membeli sebuah rumah, dia juga mengumpulkan banyak pengemis kecil dan budak yang dibelinya.

__ADS_1


Semua itu menggunakan emas dari Shadow Lord yang saat ini tidak diketahui keberadaannya.


Naruto berencana melatih orang-orang ini tidak hanya untuk menjadikan mereka seorang mafia, tapi juga dapat mengelola bisnis.


Karena Naruto bukan seorang alchemis, maka Shadow Lord meninggalkan 2 orang alchemis untuk membantu Naruto.


Orang-orang yang diambil Naruto ada lebih dari 200 orang.


Karena orang-orang yang diambilnya adalah seorang pengemis dan budak yang dijual di pasar budak, mereka semua bersyukur pada Naruto yang berbaik hati memberikan mereka tempat tinggal.


Halaman yang dibeli Naruto tidak jauh dari sebuah gunung yang disebut gunung kabut. Sesuai namanya, gunung kabut memiliki banyak kabut, tidak hanya kabut, bahkan binatang iblis dari tingkat rendah hingga tinggi ada di dalam.


Halaman yang dibeli Naruto terbilang murah, karena lokasi halaman tersebut yang sangat dekat dengan gunung kabut, membuat banyak orang yang takut untuk menempati halaman tersebut.


Naruto sendiri tidak merasa takut tinggal di halaman tersebut, karena masalah binatang iblis telah diselesaikan oleh Akuma.


Saat ini Naruto berdiri di depan 200 orang yang telah diambilnya, dia telah merawat orang-orang ini selama seminggu.


Dia memandang orang-orang tersebut dengan dingin dan tegas, tidak ada ekspresi ramah seperti sebelumnya.


"Kalian pasti bertanya-tanya mengapa aku mengambil banyak orang bersamaku dan merawat kalian. Aku Mu Liuyun ingin membangun sebuah organisasi yang akan ditakuti dan disegani di seluruh Alam Nirvana ini, dan kalian adalah kandidatnya. Namun, untuk saat ini kalian masih tidak layak untuk bergabung dalam organisasi yang akan aku bentuk. Dunia ini akan menghormati mereka yang kuat dan menindas mereka yang lemah, sebelum kalian menjadi anggota organisasi yang akan aku bentuk, aku akan melatih dan membuat kalian menjadi kuat. Dengan hanya menjadi kuat, tidak akan ada yang bisa mengintimidasi kita."


Suara Naruto lantang dan tegas, 200 orang lebih menatapnya penuh kekaguman, sebelum Naruto memungut mereka, mereka hidup seolah tidak hidup. Penderitaan yang mereka alami tidak terhitung banyaknya.


"Awal kalian untuk menjadi kuat adalah kalian harus memasuki gunung kabut hingga ke puncak tanpa menggunakan Qi Spiritual dan hanya mengandalkan fisik kalian saja, jika kalian ketahuan menggunakan kekuatan spiritual, secara otomatis kalian akan tereliminasi."


Mendengar hal tersebut, wajah 200 orang tersebut menjadi gelap, siapa yang tidak tahu hal mengerikan apa yang akan terjadi di dalam gunung kabut nantinya.


Namun, meski begitu, mereka tetap tidak ada yang mundur.


"Aku akan menunggu kalian di puncak gunung, bagi kalian yang berhasil bertahan hidup dan berhasil mencapai puncak, aku akan melatih kalian untuk menjadi kuat, ingat tanpa kekuatan Qi Spiritual dan aku akan memberikan waktu 2 bulan untuk kalian, sekarang pergi!!"


"Ya Nona Muda." Suara mereka serempak dan langsung meninggalkan halaman.


2 orang alchemis yang ditinggalkan oleh Shadow Lord memandang Naruto penuh kekaguman.


Naruto menatap mereka sejenak lalu memberikan mereka instruksi.


"An San, An Yi. Tolong murnikan pil agar mereka dapat berkultivasi dan meningkatkan kemampuan mereka.”


"Baik."

__ADS_1


Kedua orang itu langsung meninggalkan Naruto dan memasuki kediaman mereka untuk membuat pil.


Naruto memandang mereka dengan puas dan membelai bulu halus milik Akuma.


"Yun, kau juga harus berkultivasi meningkatkan kekuatanmu."


"Oke."


"Aku akan membantumu."


Akuma mengirimkan segala keterampilan kultivasi dan beladiri dalam benak Naruto membuat Naruto tertegun.


Tanpa penundaan lagi, Naruto segera menuju kediamannya dan memulai latihannya sendiri.


....


Penerimaan murid baru yang diadakan oleh sekte di mana musuh Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia berada akan dibuka 2 hari lagi.


Keduanya menyeringai dan tidak sabar lagi ingin menagih hutang darah yang di lakukan oleh mereka.


"Tidak lama lagi kita bisa membalas mereka Xiang'er."


"Uhm, bahkan sekte mereka juga harus dikebumikan. karena tidak ada hal baik di sekte tersebut.”


"Aku setuju."


Keduanya sibuk berdiskusi hingga tak menyadari 2 sosok yang memandang mereka dengan lembut.


2 sosok tersebut mendekati keduanya dan membawa Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia ke dalam pelukan mereka.


Kedua gadis itu tersenyum tipis, mereka memang jijik bersentuhan dengan orang lain, tapi berbeda dengan kedua sosok tersebut.


"Merindukan kami, hmm?"


Bai Wei Xiang maupun Qi Lan Xia tidak menjawab, tapi bertanya kembali.


"Apakah urusan kalian sudah diselesaikan?"


Bai Wei Xiang bertanya dengan santai sambil meminum tehnya.


"Untuk sementara sudah di tangani, tapi kami membawa informasi menarik untuk kalian."

__ADS_1


Qi Lan Xia dan Bai Wei Xing menjadi penasaran dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Informasi seperti apa? Dari tingkah kalian pasti informasi ini sangat penting."


__ADS_2