Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Bao-Bao


__ADS_3

Hinata mendekati sangkar yang berisi burung elang tersebut, entah mengapa dia merasa akrab dengan elang itu. Ketika jaraknya hanya selangkah, Hinata tertegun. Aura dan temperamen elang itu mengingatkannya pada rekannya ketika di dunia modern.


Dia memegang sangkar tersebut dan menggumam kecil.


“Bao-bao.”


Dan betapa ajaibnya, ucapan Hinata yang kecil itu membuat elang tersebut mengangkat kepalanya dan membuat keduanya saling bertatapan.


Beberapa saat kemudian, Hinata tersenyum manis, raut wajahnya menunjukkan kegembiraan yang tak terkira.


Elang yang tadi tampak lemah dan sakit juga seketika menjadi segar dan bersemangat mengepakkan sayapnya untuk menyapa Hinata.


Hinata dengan cekatan membuka sangkar dan hal itu membuat Bao-Bao langsung terbang keluar. Hinata sendiri mencari pelayan untuk membayar harga Bao-Bao.


Beberapa pelayan tertegun melihat Hinata melepas elang tersebut, tapi ketika Hinata ingin membayar, mereka merasa lebih baik.


1300 koin emas di habiskan Hinata untuk membeli Bai-Bao, dan Hinata tidak merasa menyesal sama sekali. Setelah membayar, dia mencari Ao Xue dan Qi Ying dan mendapati jika Ao Xue tengah menggendong seekor rubah putih, dan Qi Ying sendiri ada ular hijau yang melilit pergelangan tagannya.


“Ayo pergi!”


Keduanya mengangguk, dan ketika berada di luar toko, Hinata bersiul untuk memanggil Bao-bao. Tidak menunggu lama, suara melengking elang yang dikenali Hinata sebagai Bao-bao langsung terdengar sangat nyaring dan itu mengejutkan pengunjung toko penjualan binatang ajaib dan binatang iblis.


Hinata terkekeh dan langsung merentangkan tangan kanannya. Tentu saja hal tersebut mengundang tanya di benak semua orang. Karena mereka mengira jika elang yang baru saja keluar dari sangkar masih sangat liar sehingga langsung terbang bebas begitu saja.


Ketika elang tersebut mendarat di tangan Hinata, mereka langsung menatap Hinata dengan kagum. Mereka takjub karena Hinata bisa menjinakkan elang yang sakit itu.


Tidak ada yang tahu, jika elang itu memiliki jiwa dari dunia lain mengikuti tuannya.


Hinata mendekatkan kepala elang tersebut ke wajahnya dan berkata.


“Bao-bao, aku sungguh merindukanmu, tapi mengapa kau ada di sini? Siapa yang menyerangmu?”


Bao-bao mengusap kepalanya ke wajah Hinata dengan sayang, dia kemudian menatap Hinata dengan sedih sambil menggeleng dan membuat gerakan jika dia bunuh diri di makam Hinata.

__ADS_1


Tentu saja Hinata terkejut, dan dia langsung menangis sambil memeluk Bao-Bao.


“Kau seharusnya tidak perlu mengikutiku, dan bisa bebas di sana tanpa aku.”


Bao-bao menggeleng bahkan air matanya menetes. Dengan perilaku Bao-bao yang seperti itu, sudah pasti dia sangat menyayangi Hinata.


Di samping, Ao Xue dan Meng Qi Ying ikut terharu dengan kedekatan keduanya. Meski mereka tidak mengerti apa yang dikatakan Bao-bao, tapi mereka bisa mengetahui garis besarnya.


Meng Qi Ying bahkan berpikir sebaik apa Hinata sehingga bahkan binatang iblis yang telah dilepas tidak ingin berpisah dengannya, bahkan mengikutinya sampai tertangkap dan dikurung dalam sangkar dengan sangat menyedihkan.


“Oke, jangan sedih! Karena kau sudah di sini, maka tetap bersamaku.”


Segera Bao-bao memekik riang dan terbang rendah mengelilingi Hinata membuat beberapa orang tertawa.


Ketiganya pergi dengan membawa binatang ajaib yang mereka beli masing-masing. Melihat matahari sudah lumayan tinggi, mereka melangkah mencari restoran untuk mengisi perut mereka.


Baru beberapa langkah, Hinata langsung berada dalam gendongan seorang dan membuat mereka terkejut, tapi ketika melihat siapa pelaku yang menggendong Hinata, Hinata dan Ao Xue terkekeh meski mereka agak malu dengan tindakan sosok yang menggendong Hinata.


Ji Jiu tertawa, tapi tidak menurunkan Hinata, dan dia menatap Meng Qi Ying sambil mengangguk.


Ao Xue juga ikut tertawa keras dan berkata dengan nada mengejek Hinata.


“Hahaha, untung hanya ada Dage, dan yang lainnya tidak ikut, sehingga hanya Hua saja yang digendong. Kalau aku yang digendong bisa hancur citra seorang Ao Xue yang anggun dan elegan serta misterius.”


Twich


Twich


Hinata terdiam dengan empat perempatan imajiner di keningnya, Dia sendiri memberi Ao Xue Deathglare.


“Sudahlah, kalian ingin ke mana?”


“Ingin makan, kami lapar.”

__ADS_1


“Baiklah, pergi bersama.”


Ji Jiu sejak menggendong Hinata, pandangannya telah jatuh pada Meng Qi Ying, tapi dia segera mengalihkannya dan berbicara pada Hinata dan Ao Xue


Di sisi lain, Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia serta rombongan akhirnya tiba, tapi binatang terbang mereka dihentikan di luar gerbang. Selama turnamen akan digelar, Ibukota Kekaisaran Beiling melarang semua alat terbang dan binatang terbang melintas di atas.


Kelompok dari sekte Angin musim semi benua Xiling yang terdiri dari 10 peserta dan 2 tetua serta pemimpin sekte. Jumlah mereka sama dengan jumlah dari 5 sekte benua Weixiang.


Bai Wei Xiang memandang gerbang dengan perasaan campur aduk. Jantungnya berdegup kencang, karena tidak lama lagi dia akan bertemu adik kembarnya dan mengungkap kebenaran tentang dirinya dan rahasia mengapa orang tua mereka meninggalkan mereka pada keluarga lain.


Dia menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan, bibirnya menyunggingkan senyum membuat Qi Lan Xia juga tersenyum.


Mereka mengikuti seorang utusan menuju ke penginapan khusus peserta yang berasal dari benua Xiling.


“A Xiang, tidak lama lagi.”


“Aku tahu, aku tidak sabar bertemu dengannya.”


“Aku juga.”


Keduanya asyik berbicara, dan terkadang berbicara dengan rekan mereka sambil mengamati ibukota Kekaisaran Beiling. Karena terlalu asyik mengamati sekitar mereka, mereka tidak menyadari jika mereka berpapasan dengan Ao Xue, Meng Qi Ying, Ji Jiu dan Hinata yang berada di gendongan Ji Jiu.


Hanya rekan mereka yang menatap aneh pada Hinata yang sedang digendong itu. Ketika mereka saling melewati, entah telepati seorang kembar atau ikatan darah yang begitu kental membuat Hinata merasa mengenali sosok Bai Wei Xiang hingga dia berbalik dan menatap punggung tersebut. Karena merasa jika dia tidak mengenali sosok itu, jadi dia menarik pandangannya.


Bai Wei Xiang juga berbalik untuk menatap Hinata, tapi yang dia lihat hanya punggung seorang pemuda yang tengah menggendong seorang gadis. Dia menaikkan alisnya melihat hal tersebut, kemudian terkekeh dengan tingkat kepercayaan diri gadis yang tengah digendong itu.


Begitu mereka sampai di penginapan yang disediakan untuk mereka, mereka melihat jika mereka adalah sekte terakhir yang tiba dari benua Xiling.


Beberapa peserta dari sekte lain hanya memberi mereka tatapan sekilas, tapi ada penilaian di pandangan singkat itu apakah lawan dari benua yang sama kuat atau tidak. Tidak hanya mereka, tapi Bai Wei Xiang dkk juga tentu menilai mereka yang ada di dalam penginapan tersebut.


Mereka dari sekian banyak pandangan menilai, ada juga yang menetap mereka dengan remeh, terlebih pada Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia yang tingkat kultivasinya tidak dapat dilihat sama sekali.


Setelah mengambil kunci kamar masing-masing, mereka segera beranjak menuju kamar yang disediakan untuk mereka.

__ADS_1


__ADS_2