Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Pertandingan Alkimia (2)


__ADS_3

Setelah memisahkan herbal dan rumput biasa, Hinata mundur 2 langkah, tapi dia masih berdiri di belakang meja miliknya.


Begitu Hinata mundur 2 langkah, Bai Wei Xiang juga menyelesaikan penyortiran dan dia juga mundur yang menandakan jika dia telah selesai. Ada juga Ji Xuan, meski dia agak lambat dalam mengumpulkan atau lebih tepatnya memisahkan 100 herbal dari tumpukan rumput itu, tapi dia adalah orang ketiga yang selesai.


Hanya berselang beberapa menit setelah Ji Xuang selesai, ada Meng Qi Ying, Qin Qing dan Xia Jun yang menyelesaikan penyortiran.


Di bangku penonton, Old Mo tersenyum melihat ketiga muridnya telah selesai menyortir herbal.


“Old Mo, apakah salah satu peserta di bawah sana adalah muridmu? Kau tersenyum begitu bahagia.”


Old Mo semakin menyeringai, dia kemudian memandang temannya yang sedang duduk di sampingnya.


Tempat dia berada bukan di tempat para pemimpin sekte dan tetua sekte berada, tapi di bangku di mana para ahli dari tempat itu duduk.


“Tidak hanya 1 melainkan 3. Mereka bertiga yang selesai menyortir lebih awal.”


Teman old Mo melihat ke arah Hinata yang berwajah datar tanpa sedikit pun emosi yang terdeteksi. Dia begitu tenang dan sangat tenang yang tidak serta dia tidak memiliki kesombongan akan kemampuannya. Seolah kemampuan yang dia miliki berada di tingkat normal.


Bai Wei Xiang sendiri masih memiliki senyum tipis di bibirnya, tapi senyum di bibirnya tidak sampai ke bagian matanya.


Ji Xuan bahkan lebih parah. Aura penyendiri dan suram sangat terasa, bahkan wajah tampan itu membeku layaknya es yang tidak pernah mencair selama ribuan tahun.


Setelah sekian lama, 7 orang lagi mundur karena telah menyelesaikan penyortiran bertepatan dengan waktu yang diberikan juga selesai.


“Baiklah, waktu habis, silakan yang tidak menyelesaikan penyortiran sesuai dengan jumlah yang diminta untuk meninggalkan arena.”


Mereka yang tersisa langsung keluar dari arena. Mereka yakin mereka bisa menyelesaikan tahap pertama jika mereka diberi tambahan waktu.


Hinata, Bai Wei Xiang, Ji Xuan, Qin Qing, Xia Jun, Meng Qi Ying dan 7 lainnya berdiri dengan tenang di belakang meja mereka menunggu untuk dinilai.


Segera salah satu tetua dari Asosiasi Alchemis datang untuk menilai. Begitu dia berada di arena, dia menatap meja semua peserta penuh arti.


Pertama dia melangkah ke meja Ji Xuan, karena itu yang paling dekat dengannya.


Ji Xuan tidak memisahkan semua herbal dari tumpukan, tapi dia hanya menyisihkan 100 herbal sesuai permintaan.


“Baiklah, kau lulus.”


“Terima kasih, Tetua.”

__ADS_1


Ji Xuan sedikit menunduk untuk menghormati tetua tersebut.


Setelah Ji Xuan, tetua itu menilai 7 orang yang hampir kehabisan waktu. Di antara 7 orang itu hanya 2 yang lolos, karena 5 lainnya keliru memilih herbal. Mereka bukan memisahkan herbal, tapi memisahkan rumput biasa yang memiliki hampir 100% kesamaan dengan herbal tertentu.


Setelah 7 orang itu, tetua tersebut menilai Qin Qing, Meng Qi Ying, dan Xia Jun. Ketiganya dengan cepat lolos.


Tetua akhirnya berjalan ke arah meja Bai Wei Xiang yang telah memisahkan semua herbal dari rumput biasa.


Tetua itu menatap Bai Wei Xiang sambil tersenyum penuh arti.


“Mengapa memisahkan semuanya?”


“Tetua, 100 terlalu sedikit.”


Jawaban Bai Wei Xiang memang terdengar cukup arogan, tapi nadanya tidak sombong atau rendah hati yang menandakan jika memang harus seperti itu.


Bibir tetua itu berkedut, tapi ada apresiasi di matanya.


“Baiklah, kau lulus.”


“Terima kasih, Tetua.”


Tetua akhirnya berjalan ke arah Hinata yang wajahnya begitu dingin, bahkan tidak menunjukkan emosinya.


“Siapa namamu?”


“Zhu Ji Zihua.”


Mendengar itu, sudut mata Ji Xuan berkedut. Oke, dia tidak ingin peduli lagi. Biarkan adik perempuannya berbuat semaunya.


Tetua kemudian melihat ke meja Hinata dan dia kembali tercengang.


“Kau memisahkan semuanya?”


“Apakah itu terlalu sulit?”


Tetua itu terkekeh tak berdaya. Ternyata ada yang lebih m*sum dari pada yang tadi.


“Baiklah gadis, kau lulus.”

__ADS_1


“Ya.”


Tentu saja pernyataan Hinata dan Bai Wei Xiang mengundang diskusi mereka semua yang menyaksikan.


“Aku tidak menyangka keduanya bisa begitu cepat dalam memilah herbal.”


“Mereka semua terlalu m*sum. Aku bahkan tidak yakin apakah bisa memilah 100 herbal dalam waktu sesingkat itu.”


“Memang patut menjadi murid dari sekte besar, jika mereka tidak kuat, mereka belum tentu terpilih menjadi peserta.”


“Turnamen 10 tahunan ini tidak mengecewakan.”


Di sisi lain, di tempat duduk Old Mo, dia sangat bangga dengan ketiga muridnya. Walaupun pada dasarnya dia tidak terlalu campur tangan dengan pelatihan keempat muridnya, tapi dia sering memberi masukan jika mereka dalam kemacetan dan tak mampu menerobos.


Meskipun salah satunya merupakan master pemurnian senjata, itu tidak menghalanginya. Dia bahkan ingin mengangkat Ao Xue ketika dia datang mengambil air pemulih jiwa, tapi Ao Xue tidak menjawab, dia hanya tersenyum.


Old Mo bukan orang yang berpikiran sempit, jadi dia tidak memaksa Ao Xue untuk menjadi muridnya.


“Old Mo, ketiga muridmu sangat baik.”


“Tentu saja itu tidak buruk. Visi ku pasti yang terbaik.”


Rekan Old Mo hanya memutar mata dengan bosan lalu kembali menatap ke arena.


Kaisar sendiri masih tersenyum tenang saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bai Wei Xiang dan Hinata, tapi jantungnya tidak mau tenang dan terdengar sangat bersemangat.


Dia berpikir jika bakat mudah saat ini tidak buruk. Dia hanya berharap dia bisa hidup lebih lama untuk melihat bakat muda yang akan lahir satu persatu.


Aturan keluarga Kekaisaran untuk memilih penerus memang terkesan kejam, tapi siapa pun yang berhasil duduk di takhta, mereka akan langsung memiliki pemikiran untuk menjaga rakyat dan membuat generasi muda lebih unggul dari generasi sebelumnya.


Zhu Tian Mo sendiri tidak terlalu terkejut dengan kemampuan Hinata, tapi dia agak tak berdaya ketika mendengar Hinata memperkenalkan namanya dengan datar tanpa emosi sedikit saja.


Naruto dan 5 Demon Lord hanya tersenyum tipis. Mereka tentu mengetahui kekuatan Hinata dan Bai Wei Xiang, jadi mereka tidak terlalu terkejut.


Sementara Tetua menilai hasil tahap pertama, beberapa orang mengatur beberapa meja dengan kaldron dan resep di atasnya dan diletakkan di arena.


Melihat jika penyelenggara selesai mengatur meja tahap selanjutnya, tetua itu berbicara dengan tenang.


“Tahap selanjutnya bekerja keras. Silakan pilih meja mana yang kalian minati!”

__ADS_1


Setelah mengatakan beberapa kata, tetua itu kembali ke tempatnya dan langsung menyerahkan hal selanjutnya pada Lu Bai.


“Selamat untuk kalian yang berhasil maju ke tahap 2, di atas meja ada kaldron dan resep. Untuk bahannya, kalian bisa memilih di meja yang kalian gunakan untuk sesi pertama tadi. Mulai!!”


__ADS_2