Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Informasi Penting


__ADS_3

Di Kerajaan Yueliang, Nangong Fu Tian tengah duduk termenung di ruang belajar miliknya.


Memegang liontin giok di tangannya. Dia berpikir ke mana paman dan bibinya pergi.


Saat terakhir dia melihat kedua sosok itu, bibinya tengah mengandung dan 2 bulan kemudian, informasi jika kedua orang yang sangat menyayanginya menghilang tanpa kabar.


"Paman kekaisaran, Bibi kekaisaran, di mana kalian sebenarnya?"


Kedua sosok itulah yang membuat dirinya yang merupakan pangeran terlemah di Kekaisaran Yueliang ingin berjuang sekuat tenaga.


Meski dirinya sewaktu kecil sangat lemah, bahkan takut untuk bertarung, bibinya yang menyarankan agar dirinya menjadi master persenjataan.


Terbukti dengan kerja kerasnya. Di usia muda, dia telah mencapai tingkat di mana pemuda seusia dengannya tidak dapat capai.


Tengah asyik melamun, penjaga bayangan disisinya tiba-tiba muncul.


"Tuan."


"Ada apa?"


"Qing mendapat informasi tentang kejadian menghilangnya Xian Wang dan Xian Wangfei."


Penjaga bayangan tersebut memberikan sebuah gulungan pada Nangong Fu Tian.


Dia membaca gulungan tersebut dengan saksama dan serius.


"Jadi waktu itu ada yang melihat jika bibi kekaisaran melahirkan dua bayi kembar kemudian berpisah dengan paman kekaisaran masing-masing membawa satu bayi dan pergi, apa maksudnya itu?"


"Qing mengatakan, jika orang yang ditemuinya adalah orang yang membantu Xian Wangfei melahirkan, kedua bayi kembar merupakan seorang putri. Dia mengatakan jika kedua bayi tersebut diberi nama Nangong Zi Xiang dan Nangong Zi Hua, tapi sayang, orang itu telah meninggal."


"Baik kau boleh pergi."


Setelah kepergian penjaga bayangan tersebut, Nangong Fu Tian tenggelam dalam pikiran mendalam


"Zi Xiang, Zi Hua, nama yang bagus."


Tiba-tiba matanya membulat saat menggumamkan nama Zi Hua. Dia kembali mengingat putri Rui di kekaisaran Taiyang yang juga bernama Zi Hua.


Saat melihat wajah Zi Hua, dia merasa tak asing, karena wajah Zi Hua 75% mirip dengan paman kerajaan hanya rambut dan warna matanya yang mirip dengan bibi kerajaan.


Matanya membulat tak percaya begitu menyadari sesuatu. Beberapa menit kemudian dia tersenyum tipis.


"Setidaknya aku mengetahui keberadaan salah satu sepupuku dan dia baik-baik saja, tapi di mana Zi Xiang? Aku juga harus menjaga rahasia ini, agar Ibu kekaisaran tidak mengetahui kebenaran ini."


Nangong Fu Tian yang telah mengetahui kebenaran tentang keberadaan salah satu sepupunya sangat bahagia, tapi dia lebih memilih merahasiakan hal tersebut untuk dirinya sendiri.


"Beruntung, Paman Kekaisaran selalu memakai topeng dan hanya memperlihatkan wajahnya pada Bibi kekaisaran dan aku seorang."


Di dalam kekaisaran Yueliang, hanya boleh mempercayai diri sendiri, bahkan orang terdekatmu masih harus diwaspadai.

__ADS_1


....


Hinata dan Ao Xue dengan senyum mengembang di bibir mereka, mereka berjalan dengan riang ke ruang kerja kekaisaran.


Seperti biasa, para pelayan yang mereka temui akan memberi hormat dengan sewajarnya.


Braaak


Dengan tanpa berperikepintuan, Hinata menendang pintu ruang belajar Kaisar. Pengawal yang menjaga di sekitar pintu di buat terjungkal oleh kelakuan Hinata yang bar-bar menurut mereka.


"Chichi-ue.”


Bahkan Kaisar tidak terkejut lagi jika pintunya ditendang, karena dia tahu siapa pelaku penendangan pintu tak bersalah itu.


"Ada apa Hua'er, Xue'er?"


Kaisar memandang wajah kedua putri angkatnya itu, meski hanya putri angkat, tapi dia sangat menyayangi mereka.


"Hehehe Chichi-ue, kami ingin membeli kediaman pemberontak itu dan satu toko miliknya yang telah menjadi milik kekaisaran." -Ao Xue


Kaisar menatap kedua putrinya dengan bingung.


"Untuk apa? Bukankah istana bulan sangat indah?"


"Kami tidak menyembunyikan dari Chichi-ue. Kami berdua berencana membangun sebuah organisasi dan menjadikan kediaman itu sebagai markas dan juga bangunan utama akan menjadi rumah harta yang merupakan rumah lelang." -Hinata


"Ya Chichi-ue, organisasi tersebut adalah Death Flower."


Kaisar menjatuhkan rahangnya dan memandang kedua putri angkatnya dengan tatapan rumit.


Pasalnya dia baru menerima informasi jika di benua seberang ada juga organisasi bernama Death Flower, Rumah Harta dan sebuah toko yang lumayan unik.


"Apakah Death Flower yang kalian bangun adalah cabang dari benua Beiling?"


Kaisar ragu dan memilih memastikan pada kedua putri angkatnya. Dari informasi yang dia baca, jika organisasi tersebut sangat berbahaya, bahkan kekaisaran di benua itu takut untuk menyinggung mereka, rumah harta juga tidak diketahui siapa pemilik aslinya, bahkan toko unik juga sama.


Hinata dan Ao Xue saling memandang kemudian raut wajah mereka menjadi serius.


"Jadi Chichi-ue telah mendapatkan informasinya?" Hinata bertanya untuk memastikan lagi dan Kaisar hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Kami tidak akan menyembunyikan dari Chichi-ue jika organisasi tersebut merupakan cabang dari benua Beiling yang dibentuk oleh sahabat kami yang berada di benua itu, Rumah Harta juga merupakan milik kami bertiga, dan toko unik yang Chichi-ue katakan juga dijalankan oleh orang-orang Death Flower." -Ao Xue


Mendengar kejujuran kedua putri angkatnya, Kaisar tersenyum tipis, meski dia tidak tahu bagaimana kedua putri angkatnya ini berhubungan dengan sahabat mereka di benua yang jauh itu.


Dia mengeluarkan 2 akta dan memberikannya pada Hinata dan Ao Xue.


"Kalian tidak perlu membeli, Chichi-ue memberikan pada kalian dengan gratis, asalkan organisasi kalian tidak membahayakan kekaisaran."


"Chichi-ue bisa tenang, dengan adanya Death Flower, Kekaisaran Taiyang akan aman."

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Hinata dan Ao Xue mendekati Kaisar dan mengecup pipi ayah angkat mereka.


"Terima kasih Chichi-ue, kami menyayangimu."


"Kalian pergilah, Chichi-ue masih sibuk dengan laporan yang menumpuk ini."


"Uhm."


Setelah kepergian Hinata dan Ao Xue, Kasim yang selalu menemani Kaisar memandang kedua gadis itu kemudian melirik Kaisar.


"Yang Mulia, apa tidak apa-apa jika mengizinkan mereka."


"Tidak apa-apa, aku percaya mereka."


"Baiklah, bawahan Anda tidak akan bertanya lagi. Bawahan ini juga turut bahagia jika keamanan Kekaisaran dapat terjamin dan rakyat dapat hidup dengan makmur."


"Ya, yang penting Rakyat kita tidak kelaparan."


...


Sesampainya di Istana bulan, Hinata dan Ao Xue langsung memasuki ruang belajar mereka.


"Xue, kau buatlah desain cafe yang akan kita bangun. Aku akan membuat desain rumah harta."


"Baiklah."


Mereka berdua dengan serius menggambar desain yang mereka inginkan di atas kertas.


Desain yang mereka bangun merupakan desain dari dunia modern sama seperti rumah harta dan toko di benua Beiling.


Dari ketiadaan, Yuan Haocun dan Zhang Yuwen muncul.


"Apa yang kalian lakukan?"


Hinata dan Ao Xue mengangkat kepala mereka dan melihat dua pemuda yang tidak asing lagi., mereka tersenyum kecil.


"Membuat desain Rumah Harta dan Kedai yang akan dijalankan oleh anggota Death Flower." -Hinata


"Jadi Xue, mereka sudah sampai?" -Yuwen


"Ya mereka sudah sampai, sebaiknya jangan ganggu kami dulu saat menggambar desain." -Ao Xue


"Baiklah, kami hanya akan mengawasi kalian." -Haocun


Kedua pemuda itu mengawasi kekasih mereka yang serius dengan gambar desain mereka. Diam-diam tersenyum melihat wajah serius gadis yang mereka cintai.


Jika orang-orang yang mengenal kedua pemuda itu melihat mereka tersenyum, entah bagaimana reaksi mereka.


*Aska

__ADS_1


__ADS_2