Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Kebenaran Yang Tersembunyi


__ADS_3

"Hahaha, Hua kau kejam."


"Hahahaha biarkan mereka pusing, siapa suruh membully kita, mentang-mentang kekuatan mereka lebih kuat."


"Bagaimana kalau kita keluar untuk mencari material, aku ingin membuat pistol dan semacamnya."


Mendengar itu, Hinata berbinar bahagia, sudah lama rasanya dia tidak memegang senjata api.


Tanpa keduanya tahu, Yuan Haocun dan Zhang Yuwen mengawasi mereka dengan wajah gelap.


Mereka sudah aneh dengan kata-kata tersebut, jadi ingin melihat reaksi gadis mereka, ternyata benar jika mereka dikerjain.


"Gadis nakal." Keduanya saling berpandangan dan tersenyum kecil dan terus mengawasi Hinata dan Ao Xue.


Hinata mau pun Ao Xue memasuki kediaman mereka dan mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih sederhana.


Keduanya meninggalkan Istana untuk kedua kalinya dan pergi melihat kota kekaisaran.


Kota lumayan ramai oleh penduduk, Hinata dan Ao Xue berkeliling kota kekaisaran dengan antusias.


Di kota kekaisaran Taiyang, mereka bisa melihat Asosiasi Alchemis, Lembaga persenjataan, perserikatan Beast Tamer.


Mereka berhenti di depan Paviliun Harta Karun, melihat sebentar dan mereka memasuki paviliun Harta karun.


Saat keduanya masuk, mereka disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa. Memang layak disebut Paviliun harta karun, karena apa yang ada di paviliun ini semuanya berharga.


Keduanya mencari semua bahan material untuk membuat senjata api, mulai dari logam sampai kalium nitrat dan sulfur untuk membuat amunisi.


Melihat semua tersedia, Ao Xue sangat bahagia hingga dia tersenyum lebar.


Tidak menunda, dia langsung membeli semua yang secara otomatis menghabiskan banyak uang.


.....


Bai Wei Xiang yang telah mendapat lencana alkemisnya tersenyum lebar, lencana alchemis yang dipakai oleh Bai Wei Xiang adalah lencana berwarna Jingga berbentuk kaldron yang menandakan jika dia merupakan alchemis tingkat basic.


Lencana Alchemis sendiri terbagi sesuai dengan tingkatan yang dimiliki berdasarkan warna pelangi, mulai dari yang terendah, yaitu merah dan yang tertinggi adalah ungu.


Lencana mereka hanya menentukan peringkat mereka tidak dengan level kemampuan para alchemis.


Hal yang sama juga berlaku untuk master pemurnian senjata, tapi yang membedakan adalah ada 2 pedang bersilang di atas kaldron pemurnian.


Setelah selesai berurusan dengan pengujian di Asosiasi alchemis, Bai Wei Xiang dan Qi Lan Xia menuju lembaga persenjataan untuk menguji tingkat Qi Lan Xia.


Sesuai rencana, semua berjalan mulus tanpa adanya provokasi dari pihak-pihak tertentu. Merasa semua telah diselesaikan, keduanya mencari penginapan untuk beristirahat sejenak.

__ADS_1


Keduanya memesan satu kamar untuk mereka tempati, saat mereka sudah berada dalam kamar, Bai Wei Xiang mengeluarkan token giok dari cincin penyimpanannya.


Di token giok terukir karakter Nangong yang sama persis dengan milik Hinata. Setelah menatap sejenak token giok tersebut, dia melepas rambut hitam panjangnya dan topeng kulit manusia yang selalu dikenakannya.


Tampak gadis dengan surai ungu dan wajah yang sangat mirip dengan Hinata terpampang jelas, hanya manik miliknya yang sekelam malam.


Jika Hinata menyaksikan penampilan Bai Wei Xiang kali ini, maka bisa dipastikan dia akan terkejut.


Tidak hanya ada token giok yang berukir karakter Nangong, tapi ada sepucuk surat agar dia menemukan sang adik kembar sebelum mencari kedua orang tuanya.


Di kehidupan sebelumnya, Bai Wei Xiang tidak mengetahui hal ini, tapi karena kelahiran kembali setelah kemalangannya. Dia akhirnya dapat mengubah beberapa kejadian serta mengetahui tentang identitas aslinya dengan menemukan ruang rahasia di halaman kecil nan bobrok yang selalu ditempatinya.


"Kita harus menyelesaikan dendam kita, kemudian mencari adik kembarmu." Bai Wei Xiang mengangguk.


Mereka akan menagih semua yang berhutang pada mereka di kehidupan sebelumnya dan mencari keberadaan adik kembarnya, lalu menemukan petunjuk tentang keberadaan orang tua mereka.


"Perjalanan kita masih panjang, setidaknya batu jiwa Hua'er masih bersinar terang yang menandakan dia dalam keadaan baik sekarang."


.....


"Berhenti mengikutiku bajingan!"


Oke, Naruto tidak tahu harus berbuat apa untuk pemuda tampan yang mengikutinya beberapa hari ini.


"Istri, kau tidak bisa lari setelah mengambil kepolosanku."


"Hei, aku tidak merebut kepolosanmu, harusnya aku yang merasa dirugikan sebagai seorang gadis."


Akuma pun sudah menyerah, dia juga tidak berani dengan pemuda yang selalu mengikuti tuannya.


Pemuda itu tersenyum kecil dan mengambil tangan Naruto.


"Ke mana kau ingin pergi?" Naruto menjadi bingung mendengar pertanyaan pemuda tersebut.


Untuk sekarang Naruto tidak memiliki rumah dan uang miliknya yang lumayan banyak pasti akan habis jika terus menggunakannya tanpa sedikit pun penghasilan.


"Sejujurnya setelah membunuh perampok yang membunuh kedua orang tuaku, aku tidak memiliki tujuan pasti, tapi aku memiliki tujuan utama." Pemuda itu merasa tertarik dengan tujuan utama Naruto.


"Apa itu?"


"Ya, aku ingin membentuk sebuah organisasi sebagai organisasi pembunuh bayaran serta mengumpulkan informasi tentang 4 orang lainnya yang memiliki makhluk legenda sebagai kontraktual mereka."


"Kau tahu? alam Nirvana ini sangat luas."


"Aku tahu, maka dari itu aku ingin membangun pasukanku sendiri, tapi pastinya akan membutuhkan banyak biaya, karena kekuatanku untuk saat ini sangat lemah."

__ADS_1


"Aku bisa membantumu." Naruto memandang pemuda itu dari atas ke bawah dan menggeleng.


"Aku ingin berdiri dengan kekuatanku sendiri dan aku tidak bisa berlindung di belakang punggungmu. Pergilah dan selesaikan urusanmu sendiri."


Pemuda itu tersenyum dan mengacak surai pirang Naruto, dia mengeluarkan cincin penyimpanan dan memberikannya pada Naruto.


"Karena kau telah merenggut kepolosanku maka kau merupakan Istriku, ambil ini! di dalamnya ada sedikit emas dan perak untukmu membangun pasukanmu sendiri."


Naruto menatap datar pada cincin penyimpanan tersebut dengan ragu.


"Untuk kejadian itu, maafkan aku karena terlalu mabuk hingga tidak sadar melakukan hal yang tidak bermoral padamu."


Naruto menghela napas, dia tidak tahu mengapa dirinya yang bangga yang dikenal kejam dan berdarah dingin menjadi sangat penurut pada pemuda di depannya ini.


"Tidak apa-apa. lagi pula aku sudah menyukaimu saat pertama melihatmu."


Naruto tercengang dengan pengakuan pemuda tersebut.


"Tapi kau dilarang untuk mengambil pria lain selain aku."


Naruto cemberut dan mengangguk. Setelah beberapa hari bersama, dia tahu jika pemuda tersebut sangat tulus padanya dan itu meluluhkan hatinya yang sedingin es.


Di kehidupan pertamanya, tidak seorang pun yang berhasil menyentuh hatinya, baginya semua sama dan hanya dianggap mainan olehnya.


"Tunggu aku hingga aku menjadi layak berdiri berdampingan denganmu." Naruto tidak lagi menyembunyikan perasaannya dengan penolakan seperti yang dilakukannya beberapa hari ini.


Akhirnya sang pemuda tersenyum tipis dan menarik Naruto ke dalam pelukannya.


Naruto yang dipeluk seperti itu tertegun dengan kepahitan di hatinya, kemudian memutuskan untuk jujur pada pemuda itu.


"Aku ingin jujur satu hal padamu, aku bukanlah Mu Liuyun yang asli, aku hanya jiwa yang entah mengapa menggantikan Mu Liuyun yang sebenarnya. Di kehidupan pertamaku, aku adalah seorang pemuda sepertimu."


Pemuda tersebut yang merupakan Shadow Lord tertegun mendengar Kejujuran Naruto yang membeberkan rahasia besar.


Seberapa besar gadis ini mempercayainya, hal itu menambah lebar senyum di bibir sang Shadow Lord.


"Aku ini dulu seorang 'Pemuda' dan namaku yang sebenarnya adalah Uzumaki Naruto."


Naruto mengangkat kepalanya dan memandangi pemuda yang memeluknya saat ini.


"Tidak peduli siapa kau, walaupun dulu kau seorang pemuda, tapi sekarang kau adalah seorang gadis. Lagi pula tidak ada hal tabu dengan perasaan antar sesama jenis."


"Kau tidak merasa jijik padaku?" dengan gelengan dari Shadow Lord, Naruto yakin jika keputusannya untuk jujur tidaklah salah.


"Ngomong-ngomong siapa namamu?" Oke, Shadow Lord tercengang. selama ini juga dia tidak pernah menyebutkan namanya pada Naruto.

__ADS_1


"Kau bisa memanggilku Zhao Hongli." Naruto tersenyum lebar dan mengangguk kemudian melepas pelukannya, dia menatap Zhao Hongli dengan serius.


"Aku akan menjadi kuat dan suatu saat aku akan menunjukkan duniaku padamu."


__ADS_2