
Segera tetua itu menilai peserta yang ada, dan beruntung beberapa orang lulus dengan penilaian yang tipis, dan mereka hampir saja gugur.
Setelah menilai, tetua tersebut melihat Lu Bai dan mengangguk sebagai tanda jika tahap terakhir bisa dilanjutkan, kemudian dia kembali ke tempatnya.
Lu Bai langsung mengambil alih dengan senang hati.
“Baiklah, waktu yang dibutuhkan masih sama, tapi sesi terakhir ini kalian diharuskan membuat pil dengan resep yang kalian miliki sendiri. Tentu saja, kalian bisa menggunakan herbal milik kalian, kalian juga bisa menggunakan herbal yang disediakan oleh penyelenggara. Kalian bisa mulai sekarang.”
Peserta yang tersisa terdiam. Mereka tidak menyangka sesi terakhir membuat mereka melakukan dengan resep mereka sendiri dan itu tidak disediakan oleh penyelenggara.
Hinata masih tidak memiliki ekspresi berarti di wajahnya, dia berpikir itu tidak masalah, toh dia memiliki banyak resep di benaknya dan hal tersebut tidak menghalanginya.
Beruntung semua jenis herbal yang ada di dalam ruang antariksa telah dia masukan ke dalam cincin penyimpanan, jadi dia tidak perlu berhati-hati tentang ruang antariksa.
Jumlah herbal yang dia keluarkan ada 52 jenis yang membuat beberapa master alkimia menaikkan alis mereka karena penasaran.
Selain herbal yang dalam jumlah besar, Hinata juga mengeluarkan 4 inti binatang spiritual tingkat menengah aura biru.
Melihat herbal dan inti binatang spiritual di meja, Hinata juga menilai kaldron apakah itu dapat menahan petir surgawi. Soalnya pil yang ingin dia buat merupakan pil yang menentang surga. Meski dia saat ini berada di tingkat Higt menengah, tentu ada pil di tingkat itu yang menentang surga.
Melihat jika kaldron tersebut baik-baik saja, Hinata tidak langsung membuat pil, tapi dia memasang formasi agar dia tidak terganggu nantinya.
Tingkahnya yang seperti itu membuat orang awam tidak mengerti, tapi alkemis tingkat tinggi mengangguk penuh persetujuan. Tidak ada yang lebih tahu daripada mereka, seorang alkemis tidak bisa terganggu oleh gangguan sekecil apa pun. Jika mereka terganggu, itu akan berakibat fatal.
__ADS_1
Tidak hanya Hinata saja yang melakukan hal tersebut, tapi Bai Wei Xiang dan yang lainnya juga melakukan hal yang sama.
Setelah Hinata menyelesaikan formasi miliknya, dia langsung duduk dan mengarahkan kekuatan mentalnya pada kaldron, kemudian dia menyalurkan api spiritual miliknya.
Tentu saja langkahnya masih sama, dia lebih dulu memurnikan inti binatang spiritual. Karena waktu yang terbatas, Hinata hanya memurnikan sebanyak 3 kali, padahal dia bisa saja memurnikan beberapa kali lagi.
Setelah dia selesai memurnikan 4 inti binatang spiritual tersebut, Hinata memisahkan mereka dan tidak menggabungkan secara langsung. Begitu dia selesai, dia tidak menunda dan langsung memurnikan 52 herbal dengan berurutan meski dia memasukkan semua herbal ke dalam kaldron secara bersamaan.
Sejujurnya Hinata belum pernah membuat pil ini, dan ini merupakan pertama kalinya dia membuat pil yang menentang surga.
Dia menarik napas dalam dan terus berkonsentrasi, dia tidak ingin konsentrasinya terganggu di saat kritis. Ia tentu tahu betul konsekuensinya jika dia terganggu.
Untuk memurnikan semua herbal, Hinata menghabiskan 2 batang dupa yang menandakan jika pil yang ingin dia buat cukup sulit.
Ao Xue, Zhu Tian Mo dan semua peserta yang menyaksikan Hinata begitu berkonsentrasi, mereka tidak tahu pil apa yang akan dibuat Hinata, dan itu bahkan membuat Hinata berkeringat. Mereka tidak pernah melihat Hinata berkeringat ketika membuat pil, kecuali jika Hinata akan menerobos, tapi mereka merasa jika kekuatan mental Hinata belum ada tanda-tanda untuk menerobos.
Di tahap penggabungan, Hinata menghabiskan 1 batang dupa lagi, dan saat ini wajahnya sudah terlihat sangat pucat. Merasa jika dia hampir kehabisan Qi Spiritual, Hinata langsung menelan banyak pil pemulihan Qi yang membuat sebagian orang terkejut.
Begitu dia berada di tahap pembentukan, Hinata telah bermandikan oleh keringat dan ekspresinya semakin serius. Dia tidak menyadari jika yang lainnya telah selesai membuat pil mereka dan hanya menyisakan dirinya dan Bai Wei Xiang yang juga tengah bermandikan keringat.
Orang-orang yang menyaksikan keduanya sangat berkonsentrasi merasa tegang. Mereka tidak tahu pil macam apa yang akan dibuat oleh kedua gadis itu, tapi mereka berharap salah satunya tidak ada yang terluka.
Karena terlalu serius melihat keduanya, mereka bahkan tidak menyadari jika awan gelap mulai berkumpul. Semakin lama awan gelap semakin banyak.
__ADS_1
Segera semua ahli dari tempat itu menyadari keanehan di langit dan mereka segera memiliki ekspresi tak terkatakan.
“Pil macam apa yang dibuat oleh kedua gadis itu, hingga mengundang petir surgawi untuk membaptis pil mereka.”
“Tunggu saja, kita semua akan segera tahu.”
Semakin lama awan hitam semakin tebal hingga suara benturan di dalam kaldron milik Hinata terdengar di susul dengan benturan dari kaldron milik Bai Wei Xiang.
Benturan tersebut menandakan jika pil telah jadi, tapi belum siap. Segera saja petir langsung menyambar kaldron yang digunakan Hinata, tidak lama kemudian petir lain menyambar kaldron yang digunakan Bai Wei Xiang.
Setelah beberapa saat, petir kedua menyerang dengan kekuatan yang lebih kuat dan hal itu membuat wajah Hinata dan Bai Wei Xiang menjadi pucat. Mereka bahkan mengeluarkan seteguk darah yang sukses membuat orang-orang yang peduli pada mereka menjadi khawatir.
Setelah petir kedua menyerang kaldron yang mereka gunakan, kaldron tersebut langsung hancur dan membuat pil di dalamnya terbang ingin melarikan diri. Tentu saja Hinata dan Bai Wei Xiang tidak ingin membiarkan pil yang mereka buat dengan susah payah kabur begitu saja, dan itu membuat mereka dengan cepat menggunakan kekuatan mental mereka untuk menangkap pil tersebut.
Hinata dengan ganas membungkus pil miliknya dengan kekuatan mentalnya dan bersiap menerima petir ketiga.
Begitu petir ketiga menyerang pil yang telah dia bungkus dengan kekuatan mental, Hinata kembali memuntahkan beberapa teguk darah dan wajahnya semakin pucat.
Hal yang sama juga dialami oleh Bai Wei Xiang. Begitu pil mereka selesai dibaptis oleh petir surgawi, mereka memasukkan pil mereka ke dalam botol porselen.
Semua yang menyaksikan kejadian tersebut tidak menyangka akan melihat pil yang dibaptis oleh petir surgawi. Tentu saja mereka tahu jika pil yang dibaptis oleh petir surgawi adalah pil yang menentang surga.
Mereka semua tertegun dan tercengang menatap 2 gadis muda yang berada di arena dengan wajah pucat. Mereka ingin tahu pil apa yang dibuat oleh keduanya hingga harus dibaptis oleh petir surgawi.
__ADS_1
Pandangan mereka tidak bisa dialihkan dari Hinata dan Bai Wei Xiang, lebih tepatnya dari botol porselen yang keduanya pegang.