Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Berpamitan


__ADS_3

Karena lelang telah berakhir, banyak tamu langsung bergegas keluar, kecuali mereka yang memenangkan barang dari lelang.


Hinata dan Ao Xue juga keluar dari ruang pribadi bersama Kaisar dengan menggandeng lengan ayah kesayangan mereka.


Tepat saat mereka berada di lobi, para demon lord menghampiri ketiganya. Namun, sebelum kelompok demon lord mencapai tempat Hinata dan Ao Xue, beberapa orang di sekte seribu racun menghampiri demon lord dengan Meng Qi Ying yang menatap Yuan Haocun dengan tatapan cinta dan memuja.


“Yang Mulia Naight Lord, apakah Anda benar telah bertunangan?” Suara Meng Qi Ying lembut, tapi sarat akan kemarahan di dalamnya.


“Ya, dia adalah Nona muda sekte bulan darah.”


Bukan Yuan Haocun yang menjawab, tapi Naruto. Dia menatap tak suka pada Meng Qi Ying yang seolah ingin merebut tunangan sahabatnya.


Naruto juga menyembunyikan fakta tentang Hinata yang merupakan putri pertama Kekaisaran Taiyang, karena Hinata tidak ingin statusnya sebagai putri diketahui, biarkan saja mereka menganggap Putri Rui itu sangat misterius.


Namun, dia juga tahu, jika rakyat di Kekaisaran Taiyang begitu mengenal putri Rui yang memiliki hati sangat baik. Tidak hanya putri Rui, tapi juga putri An Ping.


Meng Qi Ying menatap Naruto dengan dingin, tapi entah mengapa dia merasa sangat takut ketika Naruto menatap dirinya dengan datar.


“Nona Meng, Tuan ini memperingatkan Anda untuk terakhir kalinya. Tuan ini tidak menyukai Anda, jika Anda masih mengejar Tuan ini dan ingin mengganggu tunangan Tuan ini, jangan salahkan Tuan ini yang akan menghancurkan sekte Anda.”


Suara Yuan Haocun sangat tenang, dan tak ada emosi dalam suaranya, dia kemudian melanjutkan.


“Kau adalah gadis baik, tapi sayangnya perasaanku padamu tidak sama seperti yang kau rasakan untukku. Aku tidak bisa membalas perasaanmu, dan aku tidak ingin kau juga terjebak karena aku. Masih banyak pria di luar sana yang cocok untukmu dan bisa memberimu kebahagiaan yang tidak bisa kau dapatkan dariku. Permisi.”


Sementara kelompok demon lord berhadapan dengan sekte seribu racun, Hinata dan Ao Xue terkekeh ringan mendengar pembicaraan mereka, karena tempat mereka berada memang tidak jauh. Keduanya kemudian mengajak Kaisar untuk kembali ke istana, dan mereka akan berpamitan kemudian bergabung dengan sekte bulan darah.


“Chichi ue, ayo pulang! Kami ingin berpamitan pada 3 ibu cantik kami.”


“Baiklah.”


Kaisar terkekeh dan mereka bertiga melangkah keluar dari rumah harta, tapi sebelum mereka benar-benar keluar, Ji Xuan dan Ji Liang menghampiri mereka dan langsung menggendong Hinata dan Ao Xue.


Keduanya sangat terkejut, kemudian wajah mereka menjadi sangat datar dengan rona merah menghiasi pipi mereka.


Kaisar yang melihat itu hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


“Ya gege, tidak bisakah kau tidak mengejutkanku? Hei, turunkan aku, ini memalukan.”


Hinata protes dan Ao Xue meski tidak berbicara, tapi dia menatap tajam pada Ji Liang.


“Tidak bisa. Kau tahu Hua, kakakmu yang tampan ini sangat merindukanmu. Terlebih kita akan berpisah dalam jangka waktu tak bisa ditentukan.”


“Terserah kau saja.”


Hinata pasrah dan tidak lagi melawan. Dia memilih tetap berada dalam gendongan Ji Xuan yang menggendongnya layaknya anak kecil.


3 pangeran lainnya juga menghampiri setelah meminta izin dari tetua yang bersama mereka.


8 sosok itu perlahan menghilang dari rumah harta, dan di sudut tertentu, Long Ao Rong dan Nangong Fu Tian menatap kepergian mereka dengan rumit.


Sampai di istana, Hinata dan Ao Xue menyiapkan semua barang yang akan mereka bawa, kemudian menyiapkan apa yang akan mereka tinggalkan untuk keluarga Kekaisaran.


Mereka tidak membawa penjaga bayangan, tapi membiarkan mereka menjaga keluarga Kekaisaran, jika ada sesuatu yang penting, mereka bisa pergi untuk melapor.


Setelah menyiapkan segala hal dan berpesan pada pasukan Kekaisaran yang mereka bentuk, Hinata dan Ao Xue melangkah menuju istana Phoenix, untuk bertemu semua anggota keluarga Kekaisaran, karena mereka mengatakan pada keluarga agar berkumpul di istana Phoenix.


Sampai di istana Phoenix, keduanya menyapa dan memberi hormat.


Melihat semua anggota keluarga Kekaisaran lengkap, Hinata dan Ao Xue tersenyum.


“Chichiue, Hahaue, Kaa-sama, Kaa-san, dan semua kakakku, hari ini kami akan pergi ke sekte bulan darah untuk berlatih. Kami tidak tahu kapan kami akan kembali, tapi kami usahakan untuk sesering mungkin datang dan akan selalu memberikan kabar pada kalian.”


Hinata berbicara sambil mengeluarkan kantong penyimpanan dan memberikan pada Kaisar. Meski Hinata tidak mengatakan isinya, Kaisar tahu jika apa yang ada di dalam kantong penyimpanan itu adalah barang berharga untuk keluarga.


“Kalian berdua jaga diri kalian baik-baik di sekte.”


“Kami mengerti, Chichiue.”


Hinata dan Ao Xue memeluk semua keluarganya, termasuk 5 kakaknya yang masih menatap mereka dengan tak rela. Pasalnya mereka tidak tahu seperti apa sekte bulan darah itu.


“Jika kalian membutuhkan sesuatu, hubungi kami.”

__ADS_1


“Da ge bisa tenang.”


Setelah mereka pamit, Hinata dan Ao Xue keluar dari istana Phoenix diikuti oleh 5 pangeran yang juga ingin kembali ke sekte mereka masing-masing.


Pasalnya mereka tidak bisa berlama-lama, karena mereka harus berlatih lebih keras untuk persiapan turnamen 10 tahunan yang tidak lama lagi akan dilaksanakan di benua Beiling.


Begitu melewati gerbang istana, mereka semua berpisah dan menuju tempat di mana rekan seperguruan mereka menunggu.


Setelah berpisah, Hinata dan Ao Xue berjalan menuju kafe, karena dia mengatakan pada Zhu Tian Mo untuk menunggu mereka di sana.


Sementara keduanya berjalan dengan santai sambil berbincang, Meng Qi Ying menatap mereka berdua dari jauh.


Meng Qi Ying merasa heran, dia tahu kedua gadis itu adalah seorang putri, tapi mengapa mereka tidak menggunakan kereta untuk berkeliling kota? Dia sendiri pernah bertemu dengan putri dari Kekaisaran Xing dan Kekaisaran Yueliang, putri dari 2 Kekaisaran tersebut kalau keluar istana pasti dengan rombongan pelayan dan prajurit, tentunya mereka akan menggunakan kereta.


Namun, dia menatap penasaran pada Hinata dan Ao Xue yang berjalan dengan santai di jalan sambil berbincang, terkadang membalas sapaan rakyat yang menyapa mereka dengan senyum ramah.


Ketika keduanya sedang mengobrol sambil berjalan, Meng Qi Ying melihat seorang anak kecil yang pakaiannya kotor menghentikan keduanya dengan menarik rok yang dikenakan Hinata yang membuat Hinata berhenti, tapi tidak ada jejak ketidaksabaran di wajah cantik itu, hanya senyum lembut dan tatapan lembut.


“Ada apa adik kecil?”


Hinata menyamakan dirinya dengan bocah itu sambil bertanya lembut.


“Kakak putri, bisakah memberiku beberapa koin perak? Ibu sakit hingga tidak bisa memasak untuk aku dan adik, kami sudah tidak makan dari kemarin.”


“Maaf, tapi kakak tidak bisa memberimu uang. Bagaimana kalau kakak membeli makanan untukmu dan adikmu serta ibumu?”


Awalnya bocah itu kecewa, tapi dalam sekejap dia tersenyum ceria mendengar kalimat terakhir Hinata.


“Uhm.”


Ao Xue juga terkekeh dan keduanya singgah di kedai terdekat untuk membeli beberapa roti dan makanan lainnya. Kemudian mereka memasukkan ke dalam kantong hitam lalu memberikannya pada bocah itu.


“Pulanglah dan makan bersama ibu dan adikmu.”


“Terima kasih kakak putri.”

__ADS_1


__ADS_2