
Di pegunungan lebat, di mana aura menakutkan tersebar. Seorang gadis pirang bersandar di sebuah patung batu yang berbentuk seperti binatang.
Darahnya terus menetes membasahi patung batu tersebut. Dari tampilannya, gadis itu tidak lagi bernapas.
Tidak jauh dari lokasi sang gadis, beberapa orang yang tampak seperti perampok sedang mencari-cari.
Padahal sudah beberapa kali mereka berkeliling, tapi tidak bisa menemukan sang target, seolah sang target menghilang di udara kosong.
Gadis pirang yang beberapa detik lalu tidak bernapas, kini membuka matanya. Dia memegang dadanya yang menurutnya beberapa detik lalu ditikam oleh belati.
Nyut
Saat memegang dadanya, entah mengapa ada sesuatu yang berbeda.
Meski seluruh badannya dipenuhi luka, tapi otaknya masih terus memproses sesuatu yang bundar di dadanya.
"Eeeeeeh." Teriakan cempreng gadis itu pun menggema di seluruh gunung mengejutkan seluruh penghuni gunung, bahkan kelompok orang yang layaknya seperti perampok sampai menutup telinganya, karena teriakan tersebut.
Gadis tersebut berhenti berteriak ketika beberapa fragmen memori yang bukan miliknya menyerbu masuk ke benaknya.
"Aaaaarrrrghh."
Lagi-lagi dia berteriak kesakitan sambil meremas kepalanya. Beberapa menit berlalu, dan rasa sakit di kepalanya perlahan berhenti.
Dia akhirnya tahu, jika dia telah menyeberang ke dunia lain, di tubuh seorang gadis yang merupakan anak angkat seorang pedagang, tapi beberapa saat lalu telah terbunuh oleh perampok, dan dia berhasil lolos, tapi sayangnya pemilik tubuh asli tidak bisa bertahan.
Hingga jiwa yang kini berada dalam tubuh sang gadis telah selesai mencerna informasi yang didapatnya.
"What the F*ck, apa-apaan tubuh ini? Apa-apaan dunia ini? Kenapa aku harus berpindah ke tubuh seorang gadis. Oh tidaaaak, kebanggaanku sebagai seorang lelaki kini tidak ada lagi."
Dia tidak sadar jika patung batu tersebut mengeluarkan liur dan menyembuhkan seluruh tubuhnya yang terluka.
Setelah merenung dan meratapi nasibnya, akhirnya dia mau menerima kondisinya saat ini.
"Baiklah aku Naruto Uzumaki seorang bos Yakuza akan menerima takdir ini. Aku yang biasanya menunggangi gadis ataupun pemuda Uke ini, harus rela jika suatu saat aku yang harus ditunggangi.
Patung batu yang disandarinya memiliki wajah aneh mendengar ucapan Naruto.
Naruto kini berada di tubuh seorang gadis bernama Mu Liuyun. Dia juga memutuskan untuk menggunakan nama tersebut, jika seseorang menanyakan namanya.
Bisa dianggap aneh dirinya, jika mengatakan jika namanya adalah Naruto Uzumaki.
Dia tahu jika dia berada di dunia yang aneh, di mana energi spiritual yang disebut Qi menjadi tolak ukur kekuatan di dunia ini.
Dia memilih beristirahat berharap jika dia bangun dan semua ini hanya mimpi. Apabila bukan mimpi, dia bersedia membantai semua perampok yang membunuh keluarga pemilik asli.
Tidak lama setelah Naruto tertidur, patung batu itu mengeluarkan sinar ungu dan perlahan berubah menjadi sosok yang jika Zi Long ataupun Zusaku milik Aoxue melihat hal itu, keduanya dapat mengenali sosok tersebut.
Patung batu tersebut menjelma menjadi sosok Qilin ungu dan memandangi Naruto yang tertidur.
"Karena darahmu, aku terbangun setelah ribuan tahun dijadikan batu. Mulai saat ini, aku akan menjanjikan kesetiaan padamu."
Qilin Ungu menyemburkan api ungu pada Naruto, meskipun Naruto tidak merasakan sakit, tapi perlahan tubuhnya mengalami perubahan. Bukan menjadi pemuda kembali, melainkan kecantikannya sekarang lebih terlihat.
Qilin ungu menyeringai melihat penampilan Naruto, kemudian dia berubah menjadi sosok pemuda tampan lalu memasangkan gelang penyimpanan di tangan Naruto serta menaruh pedang di samping Naruto.
Melihat hal itu, dia tersenyum puas kemudian berubah menjadi Qilin ungu mini dan tertidur di samping Naruto.
Merasakan sesuatu di dekatnya, Naruto membuka matanya dan melihat binatang kecil yang terbaring di sampingnya serta ada pedang di dekatnya dan gelang di tangannya.
Naruto merasa aneh, dia menoel-noel binatang kecil itu.
"Jangan menggangguku master!"
Naruto terkejut dengan binatang kecil tersebut berbicara.
"Kau yang memberiku pedang dan gelang ini?"
"Hmmp, karena kau master dari tuan ini, maka tuan ini akan memberi yang terbaik untuk Anda."
Naruto berbinar penuh kelicikan dan langsung memberi nama pada binatang kecil itu.
"Kau akan kupanggil Akuma."
__ADS_1
"Terserah, sebaiknya ganti pakaian Anda. Gelang Anda ada ruang penyimpanan, banyak pakaian di dalamnya yang cocok untuk Anda."
Naruto mengangguk dan memfokuskan pikirannya, untuk mengambil set pakaian.
Karena awalnya dia adalah seorang pemuda, dia tidak memedulikan sekelilingnya dan langsung mengganti pakaian.
Akuma hanya membuang muka dengan rona tipis menghiasi pipinya.
Mengingat kembali bagaimana dia mati, Naruto menjadi kesal, karena dia mati di tangan pemuda yang menyamar menjadi Uke saat dia lengah.
"Kasihan sekali nasibku."
Dia melirik Akuma dan mengajaknya pergi.
"Ayo tinggalkan hutan ini!"
Akuma melompat ke pundak Naruto kemudian duduk dengan nyaman.
Naruto berjalan menyusuri hutan, hingga dia melihat sekelompok orang yang membunuh pemilik asli serta orang tua pemilik asli.
Naruto menyeringai. Dia menarik pedang miliknya keluar dari sarungnya dan bergerak cepat membunuh sekelompok orang tersebut.
Naruto menggunakan teknik kenjutsunya untuk membunuh orang-orang tersebut hanya dengan sekali tebasan.
Melihat tidak ada lagi yang tersisa, Naruto mengambil semua harta benda para korbannya dengan senyum lebar mengembang di bibir kecilnya.
"Ne Akuma, bisa kau jelaskan tentang dunia ini?" Naruto memang mendapat ingatan dari pemilik asli, tapi itu hanya tentang hal pribadi.
Akuma menatap Naruto lama kemudian mulai menjelaskan.
"Dunia ini disebut alam Nirvana, terdiri dari 3 benua besar dengan beberapa kerajaan. 3 benua tersebut adalah benua Xiling, Weixiang dan Beiling. Jika aku tidak salah, maka kita berada di benua Beiling, benua Beiling sendiri jika tidak ada perubahan selama aku tertidur, maka hanya akan ada satu kerajaan besar."
Naruto mengangguk mengerti, tapi Akuma tidak berhenti di situ dan terus menjelaskan mulai dari tingkat kultivasi, peringkat demonic beast serta spirit beast bahkan peringkat untuk para ahli alkimia dan ahli persenjataan.
"Ada legenda mengatakan siapa saja yang menjadi pemilik dari kelima binatang legenda, akan dapat mengubah dunia dan berdiri di puncak, binatang legenda sendiri yang memilih master mereka bukan sebaliknya. Aku pun termasuk binatang legenda dan karena aku memilihmu, maka aku akan membantumu berdiri di puncak tertinggi. Namun, aku tidak yakin jika ada yang mengingat bahwa akulah pemimpin dari binatang legenda lainnya, karena saat itu entah mengapa aku tiba-tiba menjadi patung batu dan kau datang dengan berlumuran darah hingga aku terbangun. Mitos lainnya mengatakan jika pemilik binatang legenda berkumpul, maka mereka bisa membuka portal untuk bertualang di dunia yang berbeda tanpa batas apa pun."
Naruto terkejut dengan semua yang dikatakan oleh Akuma.
Akuma menatap Naruto shok dan aneh.
"Tapi master, kau saat ini masih lemah."
Jleb
Naruto langsung pundung dengan aura hitam.
"Cih baiklah aku akan mulai berkultivasi dan menjelajahi alam nirvana ini untuk menggoda para gadis-gadis cantik serta pemuda-pemuda tampan."
Naruto di kehidupan pertamanya adalah seorang player, tidak hanya para gadis yang takluk padanya, tapi para pemuda yang merupakan Uke juga takluk padanya. Tidak terhitung berapa orang yang sudah Naruto tunggangi.
...
Seminggu setelah perjamuan dan penyerangan terhadap Kaisar, kedua pangeran dari kerajaan tetangga telah kembali ke Kerajaan mereka.
Kedua pangeran tersebut telah membantai habis organisasi yang dengan berani menerima pekerjaan untuk membunuh Kaisar, bahkan keluarga mereka juga tidak lepas dari pembantaian.
5 hari setelah kepulangan kedua pangeran tersebut ke Kerajaan mereka, Ji Jiu, Ji Chen, Ji Hui, Ji Liang dan Ji Xuan juga telah bersiap untuk kembali ke sekte mereka.
Karena sebulan dari sekarang, ujian untuk murid luar menjadi murid dalam akan segera dilakukan.
Kelimanya memandang Hinata dan Ao Xue dengan tidak rela, mereka sangat berat untuk meninggalkan kedua adik perempuan mereka.
"Jaga diri kalian baik-baik."
"Anii-ue bisa tenang, kami pasti menjaga diri kami." Hinata terkekeh pelan melihat ketidakrelaan mereka untuk pergi.
Kelima pangeran itu memeluk Hinata dan Ao Xue dan mengucapkan selamat tinggal, mereka juga telah pamit pada orang tua mereka.
Kelimanya menunggangi binatang ajaib terbang milik kekaisaran untuk kembali ke sekte mereka.
Melihat kepergian kelima pangeran tersebut, Hinata dan Ao Xue menyeringai, karena telah terbebas dari kelima kakaknya tersebut. Meski mereka juga tidak ingin berpisah dari kelima kakak mereka, tapi dengan adanya kelima pangeran itu, mereka tidak bebas untuk bergerak dengan segala rencana yang telah mereka susun.
Semenjak kejadian penyerangan tersebut, keduanya sering merasa aneh dan merasa ada perubahan dalam tubuh mereka tapi mereka masih tidak menemukan apa itu, sesekali keduanya memandang jari manis mereka di mana terpasang cincin transparan di sana.
__ADS_1
...
Hinata dan Ao Xue memandang 100 pemuda dan pemudi di depan mereka.
100 orang tersebut merupakan orang-orang yang akan menjadi pelindung bayangan di Kekaisaran Taiyang.
"Kalian tahu apa tujuan kalian direkrut?"
Mereka memandang kedua gadis yang tampak lemah dengan tampang tidak meyakinkan.
100 orang tersebut tidak tahu seberapa kejamnya Hinata dan Ao Xue dalam membunuh.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan Ao Xue, melihat itu Hinata tersenyum kecil dan mengeluarkan banyak pil beracun, mulai dari racun level rendah hingga level tinggi.
Hinata menyeringai dan membagikan pada mereka 1 pil racun level rendah untuk 1 orang.
"Telan itu!" Perintahnya mutlak.
95 orang yang telah menelan pil tersebut langsung mengerang kesakitan, sedangkan yang belum memakannya menjadi ketakutan dan berniat melarikan diri..
Aoxue dan Hinata hanya memandang kelima orang tersebut dengan datar.
Setelah lima menit, 95 orang tersebut kembali segar dan Hinata memberikan mereka lagi. Karena tidak ingin merasakan kesakitan yang sama, 5 orang lainnya langsung melarikan diri. Hinata dan Aoxue tidak peduli
Begitu 90 orang tersisa kembali segar, dia memberikan pil beracun lagi dan lagi. Siklus tersebut terus berulang hingga sampai pada pil beracun level tinggi terakhir.
Awalnya 90 orang tersebut tidak ingin menelan pil beracun tersebut, tapi mereka merasakan ada perubahan dalam tubuh mereka, mereka tidak melawan dan terus menelan.
Meski harus merasakan rasa sakit berulang kali, mereka tetap bertekad untuk menyelesaikan tes pertama mereka.
Hinata dan Ao Xue mengangguk puas, bukan tanpa alasan keduanya memberi pil beracun. Pil beracun tersebut adalah karya Hinata dengan banyak penelitian. Pil itu tidak hanya beracun, tapi jika orang berhasil melewati rasa sakit, luka-luka dalam dan organ internal segera diperbaiki bahkan membuka beberapa jalur meridian kecil serta meningkatkan kekebalan mereka terhadap racun mematikan.
"Beristirahat selama 10 menit, gunakan waktu istirahat untuk mengenali kawasan Istana!"
90 orang tersebut menjawab dengan senang, sangat jarang orang biasa seperti mereka akan menjelajahi Istana, tapi sekarang mereka memiliki kesempatan.
Tepat saat mereka akan keluar dari gerbang Istana Bulan, tubuh mereka menjadi kaku saat melihat 10 mayat yang tak lain adalah orang yang melarikan diri serta seekor ular putih memandang mereka dengan datar.
Dalam hati mereka bersyukur, karena tidak memilih hal bodoh seperti itu. Mengabaikan 10 mayat tersebut, mereka memutuskan untuk melakukan jelajah Istana.
Tepat 10 menit, mereka kembali dengan wajah bahagia, 10 mayat tersebut juga telah hilang.
Karena Hinata tidak memiliki banyak Red Cleansing Pil maka dia hanya memberi mereka semua Soul Recovery Water.
"Minum itu dan ikuti kami!" Tanpa ragu-ragu, 90 orang tersebut meminum air yang diberikan Hinata.
Mereka berpikir jika kedua gadis itu ingin membunuh mereka mengapa harus mengambil jalan panjang, sedangkan bisa langsung membunuh mereka dengan seekor ular.
Ao Xue mengangguk puas dan tersenyum pada Hinata. Mereka telah mendiskusikan untuk melatih orang-orang ini hingga cukup kuat untuk melindungi Kekaisaran sebelum mereka pergi mencari kebenaran tentang keluarga mereka yang mungkin memiliki hubungan dengan kekaisaran Yueliang dan kekaisaran Xing.
Kini mereka telah berada di area pelatihan. Yang memang dibangun oleh kedua gadis tersebut untuk berlatih di sana, tidak hanya di dalam ruang antariksa 7 lapis.
Luas area latihan tersebut adalah 1 hektar dengan berbagai sarana latihan di dalamnya.
Ao Xue mengarahkan mereka untuk berbaris dan memerintahkan mereka untuk berlari 10 putaran.
90 orang tersebut tidak membantah dan mulai berlari. Dengan halaman seluas itu hanya setengahnya yang berhasil menyelesaikan latihan.
Sedangkan yang tidak menyelesaikan latihan, mereka harus menyelesaikan sampai matahari terbenam, sedangkan yang setengahnya melanjutkan ke tahap berikutnya dengan 5 menit Istirahat.
Latihan fisik terus mereka lakukan selama lebih dari dua bulan.
Meskipun pelatihan kedua gadis itu berikan terbilang berat, tapi mereka sukses menyelesaikan semuanya.
Hinata lagi-lagi mengeluarkan banyak pil. Pil tersebut merupakan pil peningkat Qi.
"Untuk saat ini, kalian akan mulai berkultivasi dengan bantuan pil yang aku berikan. Gunakan semua usaha kalian untuk menjadi kuat agar dapat melindungi kekaisaran."
Setelah mendapat pil, 90 orang tersebut segera mencari tempat untuk mulai berkultivasi.
Keduanya berharap mereka cepat mencapai Qi dasar tingkat 9 agar Ao Xue dapat mengambil alih pelatihan teknik dan pedang.
Dengan bantuan pil, tidak mustahil bagi mereka untuk mempercepat kultivasi, tapi metode seperti itu tidak mereka gunakan.
__ADS_1