
"Hei lupakan, aku percaya kalian akan menjaga kedua putriku. Bagaimana jika makan malam? Kalian tahu aku lapar saat ini."
Hinata terkekeh pelan begitu pun dengan Ao Xue yang tersenyum manis.
"Ayah apakah ada dapur di kediaman ini? Jangan lupakan bahan masakan."
"Tentu saja ada, apa yang ingin kalian lakukan Hua'er?"
"Tentu saja memasak, ayah."
Ao Xue terkekeh dan menatap Zhu Tian Mo.
"Mo Ge antar kami ke dapur dan Hubby, kakak ipar, tunggu kami di sini sekaligus temani ayah."
"Tentu Wifei."
Ao Xue meminta Zhu Tian Mo mengantar mereka ke dapur dan memperingatkan Yuwen untuk tetap.
Hinata tidak mengatakan apa pun, dia mendekati Haocun kemudian berjinjit sedikit.
Cup
Satu kecupan mendarat di bibir Haocun membuat Zhu Jian menatapnya tak puas.
Zhu Tian Mo juga menjadi datar seketika melihat adiknya yang berinisiatif mencium seorang pemuda.
"Tunggu di sini! Oke Honey?"
"Tentu Sweetie."
Setelah mengatakan itu, Hinata segera mengikuti Zhu Tian Mo dan Ao Xue yang telah pergi beberapa detik lalu.
Begitu sampai di dapur, mereka melihat lumayan banyak bahan masakan.
"Apa yang ingin kau masak, Hua'er?"
Hinata tersenyum dan berbisik di telinga Ao Xue.
"Baiklah, kurasa bukan ide buruk."
Mereka berdua mulai memasak dan gerakan mereka cukup cekatan. Memotong, membersihkan, menggoreng, merebus dan mengukus.
Zhu Tian Mo memperhatikan keduanya yang serius memasak. Hinata memasak 3 makanan Jepang dan Ao Xue juga sama, dia memasak 3 makanan China modern.
Sashimi, Tempuran dan Shabu-shabu. Sashimi dan Shabu-shabu membuat Zhu Tian Mo mengernyit karena ikan yang Hinata potong tidak dimasak, ditambah daging yang merupakan bahan utama shabu-shabu hanya diiris tipis-tipis.
__ADS_1
Di sisi lain, Ao Xue membuat Budha Jumping Wall, La Ji Zi, dan Wonton. Bersyukur karena bahan yang mereka butuhkan semua ada.
Sebenarnya Ao Xue ingin membuat ayam pengemis, tapi itu terlalu repot jadi dia membatalkan dan menggantikannya dengan La Ji Zi.
Mereka juga tidak melupakan nasi yang menjadi makanan utama.
Begitu semua selesai, Hinata dan Ao Xue segera menaruh masakan mereka pada piring saji. Zhu Tian Mo mendekat dan bertanya pada Hinata cara memakan Sashimi dan Shabu-shabu.
Hinata tersenyum dan mulai menjelaskan dan memberi contoh pada Zhu Tian Mo
Hinata mengambil sumpit dan memulai mengambil irisan ikan kemudian dia mencelupkannya pada kecap asin.
"Begini cara makannya!"
Zhu Tian Mo mengangguk lalu menunjuk pada shabu-shabu. Hinata kembali tersenyum, dia mengambil irisan tipis daging dan mencelupkannya pada kuah panas kemudian memutarnya sedikit lalu memakannya.
"Apakah sudah mengerti?"
"Ya, tapi apakah itu enak?"
"Maka ayo di coba, tapi sebelum itu kita harus menyajikan masakan ini di meja makan dan memanggil ayah dan pasangan kami."
Ao Xue segera menyela sebelum makanan dihabiskan oleh Zhu Tian Mo. Karena dari raut wajah kakaknya itu, dia tahu jika Zhu Tian Mo menyukai masakan mereka.
"Siap."
Sementara Zhu Tian Mo pergi memanggil tiga orang tertentu, Hinata dan Ao Xue melanjutkan kegiatan mereka menata hidangan di meja.
Tepat saat semua telah tersusun, Zhu Tian Mo juga datang bersama Haocun, Yuwen dan Zhu Jian.
Haocun dan Yuwen yang melihat masakan di meja terutama Sashimi dan Shabu-shabu, tidak memiliki reaksi apa pun seolah mereka telah terbiasa. Padahal ini adalah pertama kalinya Hinata membuat hidangan seperti ini.
Namun, mereka lebih penasaran dengan masakan yang dibuat oleh Ao Xue.
"Ayo duduk dan makan."
Zhu Jian duduk di kursi utama dan mulai menyendok nasi ke piringnya.
Haocun dan Yuwen pertama mengambil Sashimi dan mencelupkannya di kecap asin.
"Ini lebih enak dari pada buatan Yun'er." Yuwen dan Haocun sama-sama memberikan pendapatnya.
"Hehehe tentu saja, jika Yun'er bertanding memasak denganku. Dia akan mengambil posisi kedua dan itu berlangsung untuk waktu yang lama."
Zhu Jian melihat cara Haocun dan Yuwen memakan hidangan yang dibuat Hinata juga mengikuti. Begitu mencoba, dia cukup terkejut, karena ikan mentah sangat enak. Dia juga mencoba shabu-shabu dan matanya berbinar bahagia.
__ADS_1
Tidak sampai disitu, dia juga mengambil La Ji Zi dan memakannya. Betapa terkejutnya dia, meskipun makanan ini pedas, tapi sangat enak.
Tidak pernah ada yang memasak seenak ini. Mereka memakan dalam diam, Haocun dan Yuwen juga mencoba Budha Jumping Wall yang dibuat oleh Ao Xue dan mereka ketagihan, hingga beberapa saat, semua makanan tandas tanpa sisa.
Pertemuan pertama dengan anak perempuan tidak buruk, dia merasa beruntung memiliki anak perempuan yang bisa memasak hingga akan memberikan makanan enak padanya, tapi begitu membayangkan jika kedua anak perempuan itu akan menikah, Zhu Jian menangis sedih.
"Ayah, ada apa?" Hinata merasa heran saat melihat ekspresi tertekan Zhu Jian.
"Tidak apa-apa, malam ini kalian akan menginap kan?" Ao Xue kemudian melirik Hinata. Mereka sebenarnya ingin saja menginap, tapi mereka tidak mengatakan apa pun pada bawahan mereka dan pasti mereka akan panik mencari mereka.
"Mungkin lain kali kami akan menginap ayah, kami datang kesini tidak memberitahu siapa pun di istana. Takutnya mereka akan panik dan mencari kami."
Zhu Jian dan Zhu Tian Mo tampak terdiam memikirkan identitas lain kedua gadis itu yang merupakan putri kekaisaran Taiyang.
Hinata merasa perkataan Ao Xue tidak cukup untuk menghibur keduanya jadi melanjutkan.
"Mungkin beberapa hari lagi kami akan datang dan menginap di sini, ayah dan Mo ge harus menyiapkan kami halaman kami sendiri. Bagaimana?"
Wajah keduanya langsung menjadi cerah, mereka mengangguk dengan cepat.
"Baiklah, kami akan menyediakan halaman terindah di sini untuk kalian."
Hinata, Ao Xue, Haocun dan Yuwen tersenyum menatap keduanya yang antusias.
"Ayah boleh aku bertanya?"
Zhu Jian mengerutkan dahi dan menatap Ao Xue.
"Apa yang ingin kau tanyakan, nak?"
"Jika kalian selalu menutup diri, lalu bagaimana cara kalian merekrut murid?"
"Menggunakan teknik khusus. Setiap tahun di bulan kelima hari ke 15 di mana bulan sedang dalam bentuk sempurna. Kami akan menggunakan kemampuan khusus itu untuk merekrut mereka yang memang cocok. Jika mereka cocok dengan kriteria yang sekte inginkan, keesokan harinya saat mereka bangun, tanda khusus bulan darah akan muncul ditangan mereka dan itu akan menuntun mereka untuk datang di kaki gunung es abadi ini dan bertemu salah satu tetua yang telah menunggu."
"Jadi begitu, Sekte Bulan Darah tidak asal mengambil murid dan hanya mereka yang memenuhi kriteria yang ditetapkan."
"Begitulah, itu pun juga tidak sampai seratus murid dalam setahun."
Hinata, Ao Xue, Yuwen dan Haocun mengernyit. Meskipun menggunakan teknik khusus, tapi persyaratan yang ditetapkan sekte bulan darah pada calon murid mereka sangat ketat.
Meskipun Yuwen dan Haocun mengetahui lokasi sekte Bulan Darah yang berada di puncak gunung es abadi. Mereka tidak pernah menemukan lokasi tepat sekte itu sendiri.
Hingga mereka mengetahui sesuatu yang unik. Untuk memasuki pemukiman sekte, Kalian harus memiliki token sendiri untuk membawa kalian langsung ke depan gerbang sekte. Tidak peduli seberapa jauh jarak lokasi keberadaan murid itu sendiri.
*Aska
__ADS_1