Iblis Wanita Jenius

Iblis Wanita Jenius
Penyerangan


__ADS_3

Swuush


Swuush


Swuush


Trak


Trak


Trak


Lagi-lagi beberapa anak panah meluncur ke arah Kaisar, beruntung Zi Zi terus menangkis anak panah tersebut.


Semua orang terkejut dengan penyerangan dadakan tersebut, tapi lebih terkejut dengan seekor ular besar melindungi Kaisar.


Hinata dan Ao Xue sudah menghitam, bahkan para pangeran juga memiliki ekspresi yang tidak terbaca.


Jenderal Ning sendiri mengerutkan dahinya. Jujur memang dia ingin merebut takhta untuk salah satu pangeran agar dirinya bisa mengendalikan kekaisaran di balik bayangan, tapi penyerangan kali ini bukanlah dia yang merencanakan.


"Zi Zi, lindungi Chichiue dan Hahaue." suara Hinata serak dan dalam.


Tap


Tap


Sekumpulan orang berpakaian hitam mengepung Istana. Bahkan Nangong Fu Tian dan Long Ao Rong mengambil posisi siaga.


"Hmmp?"


Ao Xue sendiri sudah tidak bisa menahan kemarahannya. Dia mengambil belati dari dalam lengan bajunya bersiap untuk menyerang.


Matanya menyipit memandang sekumpulan orang berpakaian hitam tersebut.


"Semua, bunuh keluarga Kekaisaran sesuai perintah!"


Hinata semakin menghitam, mata ungunya yang biasa dipenuhi kelembutan sekarang hanya memancarkan haus darah.


Kelima pangeran juga terkejut dan langsung bersiaga, karena pertempuran pasti akan terjadi.


"Ingin membunuh keluarga yang mencintaiku, hmmp? Tidak akan aku biarkan." kemarahan Ao Xue bahkan setara dengan kemarahan Hinata saat ini.


Hinata menghilang dari tempatnya.


Srek


Srek


Dengan menghilangnya Hinata, 2 musuh telah tumbang tanpa tahu apa yang merenggut nyawanya.


Haus darah sangat jelas di mata kedua gadis tersebut, bahkan itu melebihi rasa haus darah yang di miliki Ji Xuan.


"Ooh sudah lama aku tidak membunuh." ujar Hinata sambil menjilati belati yang berlumuran darah di tangannya.


Aura membunuh yang dipancarkan Hinata sangat pekat seolah aura tersebut terlahir dan sudah berada dalam tulang dan dagingnya.


"Ao Xue, ayo lakukan!"


"Baiklah Hua'er."


Penghuni Istana sudah mulai bertempur, hanya mereka yang lemah yang memilih berlindung di pojok.


Hinata membuang belatinya dan mengambil pedang dari ruangnya.


Keduanya mulai menyerang para pembunuh bayaran tanpa berbelas kasih. Bahkan setelah membunuh, keduanya masih memiliki senyum di bibir mereka.


"Come to Mama, Baby." ujar keduanya Kompak dengan bahasa inggris serta senyum lebar yang tak pernah luntur.


Perjamuan keduanya dihiasi dengan warna merah yang merupakan lambang kebahagiaan dan keberuntungan, tapi warna merah itu dari darah para musuhnya.


Duhg


Kepala dari beberapa orang berpakaian hitam jatuh dan menggelinding ke pojok kegelapan.


Hinata terus menebas bahkan memenggal leher musuhnya, Ao Xue dengan lihai menyerang dan menikam jantung para musuh


Melihat kesadisan keduanya yang hampir menyamai kelompok pemuda misterius, membuat yang melihat mereka bergidik ngeri.


Para pangeran sudah dikumpulkan di tempat bersama Kaisar Oleh Zi Zi. Bahkan Zi Zi juga langsung menarik Nangong Fu Tian dan Long Ao Rong menggunakan ekornya.


Mereka memandang Zi Zi dengan tatapan protes.


"Tetap di sini! jika kalian di sana dan membantu mereka. Haus darah keduanya tidak akan bisa menghilang jika mereka tidak puas membunuh.”


Di sudut gelap, 2 orang pemuda memainkan kepala yang mengguling ke arah mereka dengan Kaki.


"Menarik." batin keduanya kompak sambil tetap melihat kesadisan dua gadis yang tengah terlarut dalam membunuh.


Karena pakaian resmi mereka yang kelewat berat dan hiasan kepala yang agak berlebihan, keduanya sangat susah bergerak.


Brush.


Hinata dan Aoxue merobek pakaian resmi mereka dan hanya menyisakan pakaian tempur yang memang mereka selalu kenakan untuk berjaga-jaga.

__ADS_1


Mereka juga dengan santai membuka hiasan kepala mereka dan membuangnya ke arah Zi Zi kemudian menggulung rambut mereka.


"Let's To Party Ufufufufu.."


Kesadisan keduanya membuat musuh mereka tidak berkutik.


Mereka akui jika keahlian musuh mereka juga sangat bagus.


Beberapa ingin menyerang menggunakan Qi mereka, tapi Hinata menyadari hal tersebut. Hinata dengan sigap membuat segel tangan kemudian merentangkan tangannya ke depan.


Frezz


Musuh yang masih mempersiapkan jurus, mereka langsung membeku dalam sekejap.


Ao Xue membuang belatinya dan melambaikan tangannya, setiap lambaian menghasilkan api panas yang membara membakar musuh, api miliknya bukanlah api biasa, tapi api Phoenix.


Satu api dan satu es terus bertarung sambil berdampingan membantai musuh mereka. Bahkan cadar milik Aoxue terlepas.


Hal tersebut sontak membuat beberapa orang terkagum atas kecantikan Aoxue yang tidak kalah dengan kecantikan Hinata. Kecantikan keduanya mungkin bisa menggulingkan sebuah Kerajaan.


"Aku tidak menyangka dengan melewati kekaisaran Taiyang, kita dapat melihat pertunjukan bagus, bahkan mereka menikmati membunuh tanpa merasa menyesal, karena telah menodai tangan mereka dengan darah."


"Kau benar, mereka tidak jauh berbeda dengan 2 gadis lainnya yang kita temui di benua Xiling saat kita berlima sedang bosan."


"Ugh melihat mereka sedang bersenang-senang membuatku bergairah ingin membantai."


"Bukankah tujuan kita adalah membantai para bajingan itu dan melewati Kekaisaran ini, hingga mendapati pertunjukan bagus."


Keduanya kembali terdiam dan melanjutkan menikmati pertunjukan.


Hinata dan Ao Xue semakin menikmati pembantaian mereka.


"Lebih lebih lebih aku ingin lebih."


Orang berpakaian hitam melangkah mundur melihat kesadisan kedua gadis tersebut.


"Ingin membunuh keluarga kami, maka lewati mayat kami terlebih dahulu."


Tidak memedulikan Qi mereka yang semakin menipis, keduanya terus membunuh hingga musuh terakhir tumbang di tangan keduanya.


Keduanya berbalik dengan senyum lebar yang ditunjukkan pada keluarga mereka.


"Chichiue, Hahaue, Kaa-sama, Kaa-san, sudah aman sekarang."


keduanya yang telah kehabisan energi masih tersenyum, hingga kegelapan menarik kesadaran keduanya.


"Meimei, Imouto." Panik 5 pangeran yang langsung berlari guna menangkap tubuh kedua gadis itu sebelum jatuh ke tanah.


Ji Xuan mengusap Cincin Ruang antariksa 7 lapis Hinata dan memfokuskan pikirannya, hingga 2 botol porselen putih mengisi genggamannya.


Meskipun sudah diminumkan Recovery Soul Water, tapi keduanya belum sadar.


Akhirnya mereka membawa kedua gadis itu kembali ke Istana bulan, bahkan 2 sosok pemuda yang bersembunyi di kegelapan mengikuti mereka.


Kaisar langsung memerintahkan prajurit Istana untuk membersihkan para mayat dan membakarnya.


Bahkan tanpa permintaan apa pun, Nangong Fu Tian dan Long Ao Rong memeriksa setiap mayat untuk mencari petunjuk.


Tanpa diketahui oleh siapa pun keduanya memerintahkan penjaga bayangan masing-masing untuk memeriksa keluarga setiap para pembunuh.


"Temukan keluarga mereka dan habisi tanpa sisa. Penyerangan terhadap Kaisar adalah kesalahan besar, bahkan keluarga tidak diizinkan lolos dan temukan organisasi mereka lalu bantai setelah menemukan siapa yang memerintahkan mereka untuk membunuh Kaisar dari Kekaisaran Taiyang."


"Ya, Yang mulia."


Entah mengapa keduanya sangat khawatir pada kedua gadis yang tidak memiliki hubungan darah dengan mereka.


Kesadisan keduanya juga menjadi pengingat bagi Jenderal Ning dan dia harus merencanakan segalanya dengan baik jika ingin menjatuhkan Kaisar.


...


Di istana bulan kediaman Hinata dan Ao Xue, keduanya dibaringkan di kamar masing-masing. Raut kekhawatiran terpancar dari kelima pangeran saat melihat kedua adik mereka masih belum sadar.


Zi Zi telah kembali ke ruang Antariksa 7 lapis, karena merasa jika ada sesuatu yang sangat berbahaya mengintai di kegelapan.


Kelima pangeran berjaga di luar membiarkan kedua adik perempuan mereka beristirahat. Tidak menyadari 2 sosok muncul di kamar Hinata maupun Aoxue.


Pemuda berambut perak memegang dahi Hinata dan mengirimkan Qi, agar Hinata cepat pulih. Betapa terkejutnya dia saat merasakan ada sesuatu dari Hinata memiliki Aura Qing Long.


Hal yang sama terjadi di kamar Ao Xue, pemuda yang tampak jahat juga terkejut saat merasakan Ao Xue memiliki aura Zusaku.


Di dalam kalung Ao Xue, Zusaku menggigil ketakutan merasakan bahaya dari pemuda yang berusaha menyembuhkan masternya.


Sedangkan di dalam ruang antariksa 7 lapis, 3 binatang kontrak Hinata juga menggigil ketakutan.


Kedua pemuda misterius itu memberikan sedikit aura mereka sambil menyeringai.


Pemuda bersurai perak membelai surai ungu Hinata dan menggumam pelan.


"Kau milikku." hal serupa juga terjadi pada Ao Xue. Kedua pemuda tersebut langsung saja mengklaim Hinata dan Ao Xue sebagai milik mereka.


"Istirahatlah, tumbuhlah dengan cepat, setelah itu kita akan bertemu kembali." Melihat kesadisan gadis yang telah mereka klaim secara pribadi, mereka tahu jika kedua gadis tersebut memiliki kepribadian bangga yang sama dengan 2 gadis lainnya yang berada di benua Xiling, yang telah di klaim oleh 2 teman mereka.


Dengan mereka mengklaim Hinata dan Ao Xue berarti menandakan seorang teman mereka yang masih belum menemukan gadis yang menarik perhatiannya, dan memilih untuk memisahkan diri dari kelompok mereka.

__ADS_1


Setelah memberikan seperempat aura mereka, keduanya mengambil kesempatan untuk mengecup bibir gadis yang mereka klaim dan menghilang di udara kosong.


Setelah kepergian kedua sosok itu, Hinata dan Ao Xue langsung terduduk di kasur mereka.


Mereka merasa jika ada yang berbeda dengan tubuh mereka, tapi mereka tidak tahu apa itu.


Merasa sudah pulih, keduanya meninggalkan ranjang mereka dan keluar dari kamar.


Keduanya bisa melihat jika kelima kakak mereka yang kelewat protektif pada mereka sedang duduk cemas.


Zusaku, Zi Long, Zi Zi dan Zi Bai akhirnya bernapas lega setelah kepergian dua pemuda itu. Mereka juga tidak berniat memberitahu pada Hinata maupun Aoxue, terlebih Aoxue yang belum mengetahui keberadaan Zusaku.


"Gege, bagaimana keadaan Chichiue dan para ibu? Apakah calon adik kerajaan selamat?"


Mendengar suara Hinata, Ji Xuan langsung berdiri dari duduknya dan memeluk Hinata dan Aoxue dengan erat.


Keduanya tersenyum, tidak pernah terlintas jika mereka akan memiliki kakak laki-laki yang sangat menyayangi mereka.


Melihat Ji Xuan memonopoli kedua gadis itu, keempat pangeran lainnya tidak ingin ketinggalan dan mereka saling berpelukan.


"Bagaimana keadaan kalian?" Hinata dan Aoxue saling memandang dan tersenyum.


"Kami baik-baik saja."


"Syukurlah." Ji Hui menghela napas lega.


"Ayo kita cek keadaan Chichiue dan para ibu, kedua pangeran dari kerajaan tetangga juga pasti saat ini telah kembali ke kediaman yang telah disediakan untuk mereka."


Ketujuh orang tersebut pergi meninggalkan Istana bulan bergerak menuju Istana Naga di mana Kaisar berdiam.


Saat mereka muncul, Kaisar langsung memeriksa setiap inci dari tubuh kedua putri angkatnya takut kalau ada lecet barang sedikit pun.


Cletak.


Kaisar langsung menyentil dahi Hinata dan Ao Xue yang membuat keduanya mengembungkan pipi mereka, sehingga membuat 6 lelaki di ruang tersebut merasa gemas.


"Jangan membuat ayah kalian khawatir seperti tadi lagi."


Keduanya mengangguk saja dan tersenyum kecil.


"Kami janji tidak akan mengulanginya lagi, tapi Chichiue kapan bawahan kami diantarkan pada kami?"


"Itu, bersabarlah! Ayah tentu ingin mencari yang berkualitas untuk kalian."


"Begitu."


...


Di sebuah Sekte yang mengatakan jika mereka adalah kumpulan orang suci, kini mengalami pembantaian yang dilakukan oleh 2 orang pemuda tampan.


Pemimpin sekte tersebut gemetar melihat siapa sosok yang berani datang mengacaukan sekte yang dipimpinnya.


"Dark Lord, Night Lord tolong maafkan kesalahan yang kecil ini."


"Memaafkan kesalahanmu yang datang seenaknya mengganggu para bawahan kami dan menangkap mereka menjadikan mereka tumbal kalian?"


"Tidak. Aku sama sekali tidak tahu hal itu."


"Menurutmu, kau memiliki ruang untuk negosiasi?"


"Hahahaha." pria tua tersebut yang merupakan pemimpin sekte tertawa terbahak-bahak


Kedua pemuda tersebut yang merupakan Dark Lord dan Night Lord menaikkan alisnya.


"Aku tahu, aku tidak memiliki hak di depan 5 Demon Lord, setidaknya aku akan membawa kalian mati bersamaku." kedua pemuda itu tersenyum jijik


Mereka hanya melambaikan tangannya dan pria tua itu tidak lagi memiliki energi kehidupan.


Hanya dalam semalam, Sekte tersebut telah binasa, bahkan murid mereka juga tidak terlewat.


Jika ingin mengerjakan sesuatu haruslah tuntas hingga ke akar-akarnya, sehingga tidak menumbuhkan tunas baru.


Keduanya saling memandang dan tersenyum.


"Sebaiknya kita singgah untuk melihat mereka dan memberikan hadiah pertemuan."


"Ya, kau benar. Wanita kita harus memiliki sesuatu berharga dari kita."


Keduanya kembali menghilang di udara kosong, setelah memusnahkan sekte yang berani mengganggu mereka.


Tujuan mereka adalah kembali ke Kekaisaran Taiyang untuk menemui Hinata dan Ao Xue sebelum kembali ke berkumpul bersama.


....


Hinata dan Ao Xue yang tengah berbincang setelah berada di istana mereka, mata mereka menjadi berat dan mereka langsung tertidur.


Binatang kontrak keduanya lagi-lagi meringkuk ketakutan saat merasakan aura 2 sosok yang berapa jam lalu pergi.


Namun, keduanya kembali lagi, bahkan membiarkan master mereka tidak mengetahui keberadaannya.


Kedua pemuda itu melukai telunjuk masing-masing dan memberikan Hinata dan Ao Xue esensi darah emas mereka.


Setelah itu keduanya mengeluarkan cincin dan memasangkan pada Hinata dan Ao Xue. Begitu cincin itu terpasang, cincin tersebut berubah transparan seolah jari manis Hinata dan Ao Xue tidak memiliki cincin yang terpasang.

__ADS_1


"Dengan begini, jika nyawa kalian berada dalam bahaya setidaknya itu akan membantu kalian."


Setelah memberi cincin kepada Hinata dan Ao Xue, keduanya kembali menghilang di udara kosong dan hal tersebut sukses membuat semua binatang kontrak sweatdrop.


__ADS_2